Kamis, 01 Oktober 2020

Aku dan kuda yg unik

Kuda itu hewan yang unik dan cenderung baik. Hubungannya dengan manusia juga kurasa baik, sampai2 dengan keunikannya pun perumpamaan yg dipakai manusia seperti "kerja keras bagai kuda" tidak seperti "otak udang" atau "licik seperti ular" menggambarkan perilaku kuda yang sepertinya dipandang lebih positif ketimbang beberapa hewan lainnya.

Anehnya, dalam hidupku sepertinya aku jarang sekali disebut mirip dengan hewan lain selain kuda. Pernah dibilang mirip anjing sih, tp sejak kecil setidaknya aku ingat 3x org menyebutku mirip dengan kuda.

Pengalaman pertama yg paling kuingat adalah di klub catur, aku masuk klub catur sejak SD dulu, pemilik klub mengajakku karena aku juara 2 catur di kampungku waktu kelas 5 dan ketika mulai berteman dengan seniorku di klub mereka bilang aku mirip kuda. Mungkin mengejek, tp akhirnya seluruh anggota klub malah memanggilku kuda, entah di klub, di sekolah, di jalan, namaku jadi kuda.

Di jogja, ada 2 orang yg menyebutku kuda, orang pertama adalah dosen favoritku pak daniel listijabudi. Dia orang yg sangat cerdas, entah karena kecerdasan dan kejelian atau karena rambutku mohawk waktu itu, tp yg jelas nama panggilan yg tidak asing itu tidak aku anggap sebagai hinaan. Malah aku senang mendapat nama panggilan darinya, setidaknya dia membuatku merasa bisa lebih akrab dengannya.

Yang paling berkesan adalah ketika pakde yg mengizinkanku mencoba membuat gitar di workshopnya menyebutku kuda. Dia bukan sembarang sebut, waktu itu dia bertanya tentang tanggal lahirku, menyocokkannya dengan kalender jawa, lalu berdasarkan apa yg dia percaya dia menyebut karakterku itu kuda. Pada waktu itu aku tidak begitu mengerti, tp saat aku menulis ini paling tidak inilah yg aku mengerti dari karakter kuda.

Kuda adalah lambang keunikan. Dalam permainan catur, kuda sering digunakan sebagai lambang, maskot, entah karena terlihat gagah, atau mungkin karena kemampuannya yg unik, tapi memang kemampuan kuda tidak ada pada bidak dalam permainan catur. Bagiku kuda di bidak catur memang bukan bidak paling kuat, bukan bidak paling mematikan juga, jalur berjalannya juga berbeda sekali (tidak horizontal, tidak vertikal, tidak diagonal) namun justru keunikan kuda itu menghadirkan kemungkinan yg menurutku sangat berbeda, kemungkinan yg luas tapi juga sempit. Langkahnya tidak dapat di tutupi, menjaga pergerakannya lebih sulit, jika tidak dapat mengendalikannya maka 2 kuda pun bisa kurang berguna, kemampuannya bertahan dan menyerang hampir sama baiknya, kuda dapat melompat lebih dulu untuk menyerang di garis paling depan, tapi sejatinya kuda bukan pembunuh karena melakukan "check mate" dengan kuda lebih sulit ketimbang menggunakan mentri atau benteng.

Kuda memang memiliki kesan gagah, badannya cukup besar, dan dan kuat, mampu menarik beban yg berat. Di alam, kuda biasanya hewan yg cukup mampu menjaga diri dari serangan hewan karnivora. Larinya kencang, badannya cenerung tinggi dan jarak antar matanya agak jarang yg aku bayangkan mungkin pandangannya akan sangat luas, bahkan ekornya kuat dan merupakan bahan paling bagus untuk dijadikan alat gesek (bow) untuk biola. Tapi bukan hanya itu, kuda juga punya sisi lain. Kuda mungkin saja hewan yg kurang mampu fokus, makanya tercipta kacamata kuda. Kuda juga cenderung liar, dan sulit diatur. Orang yang tidak mengerti tentang kuda mungkin tidak akan dapat menungganginya, hanya manusia yg mengerti kuda yg dapat menggunakan kuda dengan segala kemampuannya untuk membantu kebutuhan manusia itu.

Aku merasa hubungan manusia dan kuda bukan seperti mengendalikan dan dikendalikan, tapi lebih seperti saling mengerti dan saling membantu. Manusia harus lebih mengerti kuda terlebih dahulu, lalu mungkin karena lebih dulu dimengerti lalu apa yg diberikan kuda bukan sesuatu yg dia lakukan hanya karena terpaksa, kuda mencoba membantu manusia yg lebih dulu mengerti diri kuda itu. Bahkan di level seperti lompat rintangan, menarik delman, atau untuk ditunggangi dalam perang, manusia harus percaya bahwa kuda itu mampu melakukannya. Mungkin saja rasa percaya manusia pada kuda itu yg memampukan kuda untuk mengeluarkan potensi terbaiknya juga. Iya, bagiku kuda hewan yg sangat mengerti "respect" dan hewan yg cenderung murah hati pada orang yg mengerti.

Mungkin Kuda pintar, makanya keledai disebut bodoh oleh manusia. Walaupun bebannya berat tapi kuda melakukannya, mungkin itu sebabnya dia disebut pekerja keras. Dia kuat dan gagah tapi tidak menyerang dan pemakan rumput. Dia liar tapi juga penurut. Dia berlari di alam bebas tapi juga menemani pemiliknya berjalan pelan. Dia begitu unik sampai sampai aku senang jika saat ini aku disamakan dengannya.

-MarioWong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar