Dunia dalam pandemi ketakutan masih berlangsung, entah sampai kapan, namun tulisanku sudah terlalu panjang, semakin tidak jelas, dan semakin dibayangi ketakutan, salah satu contohnya semakin tidak menyebut nama secara spesifik. Mungkin ini bukan akhir perjalanan yg sebenarnya, mungkin ini bukan akhir cerita yg "happy ending" bahkan ini bisa jadi bukan akhir hidupku yg terus berusaha mencari solusi ideal dan mencoba melakukan yg terbaik semampuku.
Aku mungkin memang orang yg tidak mampu mewujudkan sesuatu yg mungkin namanya "komitmen" atau aku mungkin berusaha tapi keadaan tidak membuatku mampu, hanya kegagalan yg terus kudapati. Atau mungkin aku memang sampah yg tidak mengerti apa yg dibutuhkan untuk mencapai "kesuksesan" dan terlalu lemah tak berdaya dalam menjalani hidup. Aku pun mungkin terlalu bodoh karena bimbang sampai2 aku tak jadi mati.
Aku mungkin merasa diriku korban keadaan, tapi aku sudah mencoba melakukan apa yg aku rasa bisa mengatasi permasalahan, sayangnya apa yg aku lakukan tidak berhasil. Saat ini, aku ingin meninggalkan keadaan ini, berjalan melihat pemandangan yg ada didepanku, mencoba menyadari aku ada disini saat ini tanpa memikirkan masa depan sehingga kekhawatiran akan masa depan yg belum tentu terjadi itu tidak datang ke hari ini.
Aku punya sepeda, dan aku akan memilih sedikit dari bajuku yg muat dalam tas kecil. Aku ingin hidup seperti kebanyakan binatang, karena dalam keyakinanku binatang2 dilindungi oleh Tuhan walaupun binatang mungkin tidak mengetahui masa depannya, apa yg akan mereka makan, dan aku ingin sekali mencoba merasakan hidup semacam itu.
Inilah akhir dari tulisan perjalan ini. Aku merasa bersyukur atas segala kebaikan yg sudah aku terima, segala proses pembelajaran yg sudah aku alami, segala kebaikan yg mungkin diterima oleh orang disekitarku, segala kegagalan dan keadaan buruk yg aku coba atasi walaupun menghadirkan kesia-siaan dan masih belum membawaku pada kesuksesan.
Aku mohon maaf untuk orang2 yg tak dapat aku puaskan, maaf untuk segala kegagalan, kekecewaan, dan ketidak berdayaanku mencapai apa yg dianggap kesuksesan. Maaf pada ASA woodwork yg saat ini menjadi bayi prematur dan masih berumur sangat muda dan butuh asuhan namun malah kehilangan ibu yg melahirkannya dan saat ini menjadi terabaikan. Maaf karena aku merasa tak sanggup, aku bodoh dan tak mengerti, aku berbeda dan sulit diterima.
Kini aku adalah bentuk upaya beserta kegagalan, yg tak kunjung mencapai kesuksesan, yg semakin mudah merasa terluka, yg melihat kenyataan bahwa orang lain lebih mudah menolakku, menganggapku kurang, ketimbang menerima bahwa aku berbeda dan gagal dalam berusaha menjadi seperti yg ideal. Yg memilih menjalani kehidupan lain yg mirip binatang, berharap semakin dapat merasakan ketulusan kasih Tuhan. Mungkin juga tidak apa2 jika perjalananku sebelumnya berakhir seperti sia-sia begini.
Walau aku mulai menyadari, mulai lebih mengenal bentuk rupa diriku, jujur saja aku mungkin masih kesulitan menerima bentuk diriku ini. Apalagi aku melihat orang lain pun tidak dapat dengan mudah menerima diriku. Tapi aku sangat ingin menerima diriku, mungkin itu sebabnya perjalanan ini aku akhiri dan mencoba memulai perjalanan lain. Semoga di perjalanan berikutnya aku dapat lebih menerima diriku, lebih merasakan perlindungan dari Tuhan, dan semoga ketika aku lebih bisa menerima diriku lalu aku dapat menerima orang lain juga walaupun orang lain itu belum berubah.
Amin.
-MarioWong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar