blog ini berisi curhat, pemikiran, moment, mungkin info, tentang apa yang kulihat, kurasa, dan pengalaman seputar orang lain yang mungkin menginspirasi.
Rabu, 03 Desember 2014
kalau aku tidak memberi kabar, jangan khawatirkan aku.
aku membayangkan apa yang aku alami ketika aku hadir di dunia, sebagai bayi tentu tidak berdaya.. lalu dengan bantuan orang lain aku dapat tetap hidup, bertumbuh, sampai saat ini aku sudah besar dan aku masih tetap butuh orang lain untuk hidup. bagaimana mungkin tidak butuh orang lain lagi? katakanlah aku pintar bertani, lalu tanpa orang lain siapa yang akan menjual pupuk bagiku? atau menjual cangkul? atau menjual hal yang tidak bisa ku produksi sendiri? dengan demikian relasi dengan yang namanya "orang lain" sebenarnya penting lah...!!
namun apa yang kamu temui di dunia belum tentu sama dengan yang seharusnya terjadi. misalnya seperti ibu membuang bayi, manusia saling menipu, manusia makan uang haram, manusia saling membunuh, manusia menjadi brutal dan tidak peduli dengan rasa sakit yang ditinggalkannya bagi orang lain, semua itu nyata!
anehnya semakin kita berharap untuk aman dan nyaman ketika mengecap kehidupan, maka sebenarnya akan terasa dengan bertambah mencolok pula hal-hal yang kita tidak harapkan, karena hal tersebut bertolak belakang dengan yang di tuju. dengan begitu mungkin dengan membuat tujuan yang bukan kepada aman dan nyaman, mungkin hal sebaliknya juga akan bertambah terasa pula.
aku menjalani hidupku kini dengan pola tersebut, tidak berharap akan aman dan nyaman. khasiatnya terasa, hal sebaliknya seperti bertambah terasa bagiku, tapi tidak melukai. bukan berarti hidup sesingkat episode movie yang jika ditayangkan hanya berkisar 1-2jam saja, dengan berbagai cara, orang lain juga mampu melukai. pada suatu hari nanti aku yakin ada masa dimana tubuhku penuh bekas goresan dan aku tak mampu bertahan hidup juga karena orang lain. itu gapapa, soalnya yang aku mengerti memang hidup di level ini adalah seperti ini...
pesanku, untuk ikhlas menerima kamu dilukai dan menerima bahwa kamu terlahir bukan hanya untuk hidup, tertawa, dan bla bla bla termasuk juga dilukai MEMANG TIDAK MUDAH... siaplah untuk belajar ikhlas, ingatlah untuk memiliki kotak p3k-mu, dan buatlah kesalahan. mengertilah kamu tidak terlahir untuk tuntutan kata "tak bercacat sama sekali" hanya upayakan yang menjadi lebih baik.
dan jika kamu tidak bisa memberi kabar, itu tidak masalah.. kamu sibuk berarti berupaya menghasilkan, kamu mati berarti waktunya tiba..
waktu.....
-MarioWong
Kamis, 06 November 2014
bunuh diri sebagai pilihan hidup
ini filenya, buat yang minat baca... ga panjang, cuma 3 halaman..
kebetulan karena di blog ga bisa ngapload file, aku uplod di drive google pribadiku... :)
https://drive.google.com/file/d/0Bxk3RFszpnosVHBwR2llTmh3cEE/view
Warning! a little sensitive file indeed...
lumayan buat nambah-nambah pertimbangan pribadi bagi pembacanya... tulisanku ini juga ga berniat menyinggung,atau negatif2 lainnya, ini salah satu hal yang menurutku bisa aku sajikan dari kepalaku yang kecil untuk dunia yang besar....
akhir kata, selamat menikmati..
Minggu, 19 Oktober 2014
Now Playing : Naif - jikalau
aku sms dia dan tanpa respon ttg sms itu aku menjalani penantian.. penantian yang tak ingin melukai sebenarnya, penantian yang didalamnya tidak ada status namun ada keindahan... apa staatus yang paling utama?? apa status menentukan untuk berbagi?? jika status baik adanya, kata2 bijak mengatakan "save the best for the last".... karna aku tau aku adalah laki2 yang sedang berjanji tentang cinta... cinta yang tak akan sama pada orang lain...
malam itu sudah sempat menjadi pagi, menjadi malam lagi, dan hingga saat aku mengingatnya pun aku masih ingin menyanyikannya... untuk dia yang tak sabar..
aku kini tak berubah pikiran, dan jika memang ia ingin melintasi waktu kininya dengan status aku akan mendukungnya, memberi dia kesempatan juga untuk belajar menemukan apa yang ia mau, karna mungkin memang bukan yang seperti aku... dan aku hanya berharap.....harap... harap... (echo)
lagu ini gak akan pernah aku hapus dari playlist karna aku harus terus ingat luka ini untuk bermimpi indah.. haah.. daripada ngaco mending aku tulis lirik lagunya di bawah ini....
Jikalau telah datang
waktu yang dinanti
ku pasti bahagiakan
dirimu seorang
kuharap dikau sabar menunggu
berilah aku waktu
tuk wujudkan semua
janji ini untukmu
ku tak akan lupa
kuharap dikau sabar menunggu
ku pasti akan datang untukmu
untaian kata-kata
yang kuucapkan untukmu
tak seindah kata cinta
yang dia berikan padamu
namun kau slalu ada di hatiku
berilah aku waktu
tuk wujudkan semua
janji ini untukmu
ku tak akan lupa
kuharap dikau sabar menunggu
ku pasti akan datang untukmu
jikalau telah datang
waktu yang dinanti
ku pasti bahagiakan
dirimu seorang
kuharap dikau sabar menunggu
ku pasti akan datang untukmu
kuharap dikau sabar menunggu
lagu ini bagus banget karena repeatasinya sebagai penegasan pesan apa yang ingin penyanyi sampaikan melalui lagu ini.... berbalut musik dan suara vokalis yang khas dan soulful, membuat hati terkoyak bagiku..
Kamis, 11 September 2014
Temen vs sahabat - part 2 (lanjutan-dialog)
Tentang wawancaraku, aku kembali mengingatkan bahwa 11 orang terpilih itu adalah orang yang aku anggap sahabatku, sehingga aku terbuka sekali untuk mengajak mereka wawancara. Nah, para sahabatku udah mengungkapkan (ya kurang lebih kriteria mereka) tentang apa itu teman dan apa itu sahabat seperti yang tertera dalam tulisan di blog ini sebelum tulisan yang ini di publikasikan.
Dialognya akan kumulai dari pertanyaan ke-4 yang aku ajukan sebagai pertanyaan terakhir pada mereka. Pertanyaannya adalah “kalo kamu ngelihat aku, menurut kamu aku ini teman atau sahabat?” dan hanya satu orang yang dengan pasti menjawab aku sahabat! Itu gapapa, malah membuat aku terkesan. Karena mereka aku anggap sahabat, namun ternyata bukan berarti mereka akan beranggapan sama terhadapku. Ini membuktikan bahwa pernyataan “begitu pula sebaliknya” dari orang yang aku anggap sahabat dan menganggapku belum sahabatnya itu tidaklah tepat. Orang bisa saja menganggap kita apa sesuka mereka (begitu pula aku) berdasarkan apa yang kita lakukan padanya, namun belum tentu anggapan baliknya itu sama dengan anggapan yang kita kenakan pada dirinya. Aku juga belajar dari A yang menganggap B musuh namun B tidak demikian (tidak demikian itu kongkritnya apa?) karena bla bla bla.
Aku menambahkan juga bahwa selain intensitas komunikasi, prilaku kita tentu berpengaruh terhadap “sejauh/sedalam apa level kita” di hadapan mereka. Tapi yang unik, aku menganggap mereka sahabat juga karena prilaku mereka, namun mereka menganggap aku teman, itu melahirkan pemikiran di kepalaku bahwa ada pula orang2 baik dimuka bumi ini yang berlaku terhadap temannya sedemikian baik sehingga orang yang ia anggap teman itu bisa menganggap ia sahabatnya. Itu yang paling berharga untuk dipelajari dan dipraktekkan!
Hal berikutnya yang aku soroti adalah, banyak dari narasumber ini yang berkomentar bahwa mencari sahabat itu SULIT. Berarti perlu disadari bahwa sebenarnya semua orang punya kesempatan/potensi untuk menjadi sahabat, tapi hanya sedikit yang terpilih! Umumnya ada 3 kemungkinan sih kenapa orang itu tidak terpilih
1. Takdir. Ini panjang banget kalo mau dijelasin
2. Yang lebih relevan adalah prilaku dan kesan yang diberikan sehingga membuat nyaman dan layak untuk menjadi sahabat atau tidak.
3. Kebiasaan. Itu berkaitan karena orang yang kebiasaannya bertolak belakang akan sulit menjadi sahabat.
Nah, sangking sulitnya mendapatkan sahabat, tidak tertutup kemungkinan juga bahwa kita akan gagal ketika hendak mengangkat/menganggap seorang sebagai sahabat karena hidup cukup dinamis, manusia bisa mengecewakan, bisa terjatuh, bisa juga memang dari sononya busuk/penipu, atau memang ia terlahir untuk tidak menjadi sahabatmu, mungkin jadi musuh, atau bahkan kekasih. Ketika kamu dapat memilih untuk menganggap seseorang sebagai sahabatmu, waktu juga dapat mengubah statusnya ataupun tetap menyatakan bahwa dia tetap sahabatmu.
Kesimpulannya, aku bisa menganggap/mengangkat siapapun sebagai sahabatku. Aku dan siapapun punya kriteria dan tingkatan tertentu terhadap orang sehingga orang itu layak atau tidak menjadi sahabat. Sebagai sahabat ia juga teruji waktu, mungkin abadi tapi juga mungkin tak selalu. Yang pasti sahabat mengenal aku secara mendalam, relasi dan prilaku aku padanya tak sekedar seperti teman, ia mengerti aku dan aku percaya padanya. Kendati ia tak harus menganggapku sahabat, namun ia tetap berharga bagiku. Ia orang yang membantuku dengan rela dan berada bagiku. Aku mengasihimu sahabat, dan berusaha terus dengan tiada letih untuk peduli. Buat orang yang aku anggap sahabat, terimakasih karena telah membantuku mengerti apa itu sahabat.
-Mario Wong
Sori banget buat om Dicky (Edisson C. Bali) dan Dart Collin, kali ini maap kalian ga ikut aku wawancarai. Cuma kalian sahabat Teologiku yang ga ikutan. hehe
Teman vs sahabat (tiap kata sangat bermanfaat untuk dibaca karna punya makna)
selamat menyimak!
Sebelum menulis tentang ini, aku mengaku dulu nih.. mengaku bahwa setiap orang punya pendapatnya sendiri termasuk aku tentang apa itu teman, dan apa itu sahabat, beserta perbedaannnya. Tapi ya, mungkin tanpa disadari udah banyak beredar pendapat yang mengatakan bahwa sahabat itu lebih dari sekedar teman, pendapat itupun sepertinya dianut oleh banyak orang, termasuk aku juga sih. Biasanya tu beda kalo kita udah mandang kata sahabat. Rasanya sahabat itu spesial banget gitu.
Aku menyadari bahwa dalam menjalani hidup, secara sadar aku kenal banyak orang, tapi mungkin kemaren-kemaren secara kurang sadar aku memperlakukan orang yang aku kenal itu dengan CUKUP BERBEDA. Kok gitu ya? Menurutku karna aku akan berprilaku lebih baik pada orang yang berprilaku baik juga padaku, aku akan terbuka, percaya dan nyantai juga pada orang yang berlaku demikian padaku. Apa ini yang namanya SAHABAT???
Dari yang aku tulis diatas, diketahui aku berprilaku baik ke orang yang baik, berarti aku berprilaku lebih baik kepada yang lebih baik, dan berprilaku spesial buat orang yang spesial. Sahabat kan spesial tuh, jadi kalo mau jadi sahabat, berlaku dahulu lebih baik dahulu sampai tingkat “spesial” (ini yang selama ini aku anut/ opini pribadi/ asumsi/ my subjectivity of them)
Aku tiba2 merasa tertantang karena kata-kata sahabat bisa dipercaya, sehingga aku memilih 11 narasumber di angkatanku untuk aku wawancarai ttg sahabat ini. 11 orang yang kupilih adalah orang yang aku percaya, sebenarnya ada narasumber lain yang aku rasa layak. Syaratnya si narasumber adalah ANAK THEOLOGI JUGA, orang yang kami melewati banyak waktu bersama, dan yang aku mengangap masing2 adalah sahabat bagiku.
Lha terus buat apa aku wawancara? Karena aku setuju pada ungkapan “aku perlu mengenal fakta, bukan hanya terus mengandalkan opini pribadiku.” Fakta yang ingin aku ketahui saat ini adalah apa sih teman? Apa sahabat? Menurut kamu? Aku mungkin perlu koreksi eh upgrade deh yang lebih tepat ttg opini pribadiku, soalnya ada loh orang yang pernah kecewa ama sahabatnya, karena dia anggap orang itu sahabat tapi malah menipu, atau nusuk dari belakang, atau ngerebut pacar (pacarnya aja tuh yang mau-an) atau malah lupa kalo ada temen baru, dst.
Kalo dibilang tulisan ini iseng, aku ga setuju! Karena tulisan ini berperan banyak dalam memperbaiki diriku. Tapi waktu wawancara (entah karna ini pengalaman pertama) telak kayak orang isengaku disitu. Hahaha.. wawancara orang yang aku anggap sahabat sih ga terlalu susah, minimal aku ngomongnya lancar lah... tada! Hasilnya unik banget.. aku merasa melihat prespektif orang itu menarik banget loh..! aku banyak belajar dari mereka, pendapat mereka semua benar walaupun beda, dan mereka memberi aku banyak pertimbangan untuk mendefinisikan sahabat secara baru. Narasumber wawancaraku itu sepakat denganku bahwa mengetahui (atau paling tidak semakin dekat dengan) fakta itu penting, bukan hanya opini pribadi saja yang berperan (dalam menilai sesuatu) dan sebagian besar dari mereka juga berpendapat sepertinya aku orang yang bisa jaga rahasia (aku anggap itu sama seperti dapat dipercaya) tanpa basa-basi lagi, berikut hasil yang bisa kupetik dari mereka.
Teman.
setelah aku membaca hasil wawancaraku, hampir semua dari mereka menganggap orang yang mereka kenal adalah teman. Teman itu sebatas sapaan, orang yang bisa berbagi (hanya) suka bersama, tidak atau munkin belom punya keinginan untuk jadi “lebih dekat” (sepertinya memang ada titik batas kedekatan tertentu ssehingga seseorang bisa dianggap lebih dari teman) sehingga intensitas komunikasi menjadi salah satu faktor yang menaikkan status dari teman jadi lebih. Ada pula yang menambahkan kalo teman itu ga bisa diajak wkt sedih (ga bisa diandalkan) Cuma umum banget hubungannya, dst.
Sahabat.
(ini bakal lebih panjang, tapi simak aja) pada mulanya intinya tetap sahabat itu bukan sekedar teman! Sahabat itu lebih! Tapi juga ga ada yang bilang sahabat itu pake kata “always listening, always understanding” tapi, sahabat ya lebih dalem mengenal pribadi kita, lebih akrab, kita bakal menghabiskan lebih banyak waktu dengan dia juga karena dia itu emg dekat dan hadir di banyak saat dalam hidup kita baik saat suka maupun sedih sahabat itu emg hadir dalam hidup kita dan berjalan bersama. Dia ga lelah untuk peduli, dia ga menghilang kalo kita susah..! Sahabat itu bisa dipercaya, jadi kalo mau cerita apa aja bisa, bisa lebih terbuka, semua bisa kita bagi ke dia, dia juga negur kalok demi kebaikan kita, ngebantu kita jika kita butuh dan dia itu bisa diandalkan, dan yang pasti sahabat itu ngerti kita! Dalam persahabatan juga ada cintanya, kadang kita cemburu kalo sehabat kita pergi sama orang lain. Sahabat itu begitu khusus, SUSAH nyari sahabat! Dan satu hal yang memang ingin aku angkat dan udah disebutkan oleh salah satu narasumberku itu bahwa BEGITU PULA SEBALIKNYA. Yang aku tangkap maknanya adalah kita akan menganggap seseorang sahabat, memperlakukan ia spesial seperti orang yang melebihi batas kedalaman teman jika dia juga sama terhadap kita.
Saatnya berdialog dengan itu! Saksikan dialognya di part 2 (lanjutan)
Selasa, 09 September 2014
Survei kecil
Mungkin menurut kamu, hanya kamu dan Tuhan yg kenal dirimu.. Tapi ingatkah kamu bahwa banyak org disekitarmu yg juga kenal sama kamu..?
Nah, aku akan mengadakan survei kecil2an utk bisa tau, "mnurut org gimana sih aku ini? Dlm katagori bersahabat"
Keuntungannya selain bisa nambah kenal diri sendiri, kita juga bisa belajar ttg perspektif, sampai pada apa yg bisa kita koreksi dari diri kita untuk semakin dekat dengan idealnya seorang sahabat....
To be continue...
-MarioWong
Rabu, 03 September 2014
Matahari dan bulan
Aku pernah (beberapa kali) menggunakan matahari dan bulan untuk menasehati orang. Kubilang, ketika kamu mengalami masalah dalam hidup, lihatlah matahari dan bulan. Kamu memang terlahir dengan keduanya dan kamu tidak bisa menerima yg satu (misalnya matahari karna hangat) dan menolak yg satunya (bulan) dlm hidupmu. Bagaimanapun juga, justru ketika kelengkapannya ada mengisi, barulah itu namanya hidup. Kalau kamu gak siap menerima salah satunya, berarti kamu gak siap utk hidup...
Mungkin aku kena batunya gara2 menasehati org, kini hidup mengajakku untuk menerima kelengkapan itu. Aku mengalami sulit, kecewa, sakit, kurang, bagai tidak hangatnya ketika bulan yang menghiasi..
Namun seketika aku melihat bahwa
Sakit, sulit dan tmen2nya itu harus aku pelihara. Lho?
Iya.. Karena ketika keduanya ada aku berarti sedang hidup.. Aku layak mati jika tidak mau sakit, dan efek positifnya aku jadi bisa mensyukuri segala keadaan, yang kini terjadi tidaklah membuatku berkeluh dalam pikiran..
Dan yang menurutku perlu aku lakukan adalah mengusahakan agar yang satu tidak mendominasi yg lain..
-MarioWong
Senin, 25 Agustus 2014
sotoy katanya
katanya, kita emg punya kemampuan khusus yang dipercaya bahwa datangnya dari Tuhan.. salah satu dari kemampuan itu adalah kemampuan untuk membaca/mengerti bahasa tubuh (body language)
katanya lagi, org belajar yg tau rumus pun bisa salah, bahkan ada pula di muka bumi ini insan2 yang sotoy yang arti kotornya adalah sang insan otaknya kopong, tp dia merasa tau dan yakin berlebihan terhadap apa yg dia tau itu..
katanya lagi (kali ini terakhir) ga ada
cewek yg bangun pagi dan berharap ga ada cowok yg nge-deketin dia..
kalau aku, aku lg naksir... tapi aku ga bisa bicara banyak ke dia. bukan karna gaada pulsa, kami sering bertemu kok, cuma mau ngomong tu susah bgt rasanya..
makanya aku pake bahasa tubuh.. menurutku ia menjawabku dgn bahasa tubuh juga..
aku mencoba memahami, mengartikan, aku rasa sih ga salah2 bgt juga kalo ternyata kita memang udh dari sononya/paketnya bisa ngartiin bahasa tubuh..
namanya juga bicara, ya walau bahasa tubuh tp kan yg mengartikan jadi ngerti apa yg di bilang dari si narasumber.. cuma, karena ga ada kepastian mutlak ttg arti atau kamus bahasa tubuh juga aku ga punya, maka ada kemungkinan arti dari yg aku pahami bahasa tubuh si narasumber adalah arti yg sotoy.. bahkan jgn2 org yg bilang ttg katanya (yg di awal pertama bgt tadi) sotoy.. duh.
yang sungguh disayangkan adalah, aku ini cenderung bukan penakut loh (gatau deh itu sotoy apa bukan)
tapi yang terjadi malah ngomong aja aku ga punya cukup keberanian utk ngomong banyak ama dy... padahal mungkin dia ga berharap aku menjauh, atau mungkin aja dia malah sebenarnya pengen deket juga...
kacau... mending usaha tapi gagal sih daripada ga usaha (katanya)
-MarioWong
Rabu, 23 Juli 2014
Zona Backup - Isi Perahu Kertas buatanku yang menunggu ombak besar mengantarnya
Rasa Malu. ditengah begitu banyak rasa dalam hidup, ia muncul mendapati bahwa seluruh manusia pernah merasakannya dalam hidup. Aku orang yang juga sedang malu, kenapa ya? aku sulit menjelaskannya. aku malu pada seseorang yang aku mampu menatap kedua bola matanya ketika aku ingin. namun matanya begitu terang tampaknya. aku pernah membaca bahwa "ketika mata melihat sesuatu yang terang maka pupil mata akan terlihat membesar, jika terlalu terangdan menyebabkan silau, mata harus memalingkan pandangannya dari yang terang itu ke objek yang lain yang tidak menyilaukan.
begitu pedulinya aku pada orang yang "terang" itu sampai-sampai akuturut mengamati bagaimana ia dalam peristiwa ketika dia yang memandangku. ternyata setelah mengamati aku merasa dia mengalami hal yang sama. apa dia juga malu padaku? hmmm... sepertinya tidak juga. karena ia telah berani mengatakan ia malu padaku namun mengatakannya tepat di depanku.
"wahai malu, apakah kau datang dari cinta?" rasanya aku ingin bertanya seperti itu pada malu ketika malu mampu menjawabnya.
lalu untuk apa aku menulis? apa yang akan aku lakukan?
aku menulis agar apa yang aku sembunyikan di dalam otak dapat memiliki tempat di dunia nyata.
kini yang akan aku lakukan adalah melipat kertas bertulisan ini menjadi perahu. aku pernah membuat perahu kertas dulu. aku akan berikan ia perahu sebagai lambang ajakanku padanya untuk melintasi "samudera hidup bersama, berdua (perahunya kecil)
aku malu. bagaimana aku memberinya perahu itu? harusnya ketika nanti ia membaca ia tau bahwa dia adalah ombak hatiku yang mengantarkan pula perahu ini padanya. (eh, apa dia peduli kalo aku dihatiku berombak karenanya?)
-MarioWong
naik perahu juga butuh banyak persiapan loh..!!
Kamis, 17 Juli 2014
Apresiasi
hari ini pertanyaanku adalah "dimana letak batas yang memisahkan antara sesuatu yang dapat dieri penghargaan dan yag tidak layak mendapat penghargaan?" hmmm...
kemungkinan pertama letak batas itu ada di mata orang yang berperan sebagai "penilai" bukan di hal yang dinilai dulu. kenapa? karena penilaian itu terkait juga dengan selera, sehingga ketika menilai sesuatu yang sama, lain orang yang menilai bisa menghasilkan hasil penilaian yang berbeda pula.
yang kedua sih mungkin batasnya ada di budaya, soalnya sadar ga sadar ya, tapi orang jadi beda gara2 budaya juga.. cuma budaya sih buat diterima, kita ga selayaknya memaksa singa dengan cara hidupnya sejak kecil itu untuk harus mendadak hidup seperti ikan atau sapi deh yang hidupnya di darat.. jika yang yang dihargai adalah sapi, maka singa tidak dapat dihargai bukan?
bak(%&A*+ow9129u!!%ak...... (skip)
yang terakhir yang (sebenarnya) ga kalah utama sebenarja juga rasa peka kita untuk rela berkorban, dengan dedikasi tinggi, melakukan karya yang baik, dst. menurutku, kualitas dan kesetiaan (loyalitas) itu adalah sesuatu yang dihargai, upayakanlah itu, jaman sekarang sih lumayan langka orang yang berusaha memberi kualitas dan kesetiaan, diantara yang langka itu, yang paling tentu akan mendapat paling....
keep on rockin' in the free road... hihi
-MarioWong
Sabtu, 14 Juni 2014
Selasa, 10 Juni 2014
Nasehat..
Tapi yg aku pelajari banyak loh di jogja, salah satunya ini...
Kita tau hidup itu ga selalu mendapat, kadang juga melepas.. Ga selalu siang, ada malam gelap.. Kalo kedua bagian itu emang harus ada, kenapa kita ga terima? Kalo itu kelengkapannya, bukankah ikhas menerima kedua sisinya = mencapai kesempurnaannya?
Kalo kita ga siap dgn salah satunya padahal kita memang harus dapet dua-duanya dalam hidup, berarti kita belum siap untuk hidup...
Dan 1 lagi, coba bayangin bener apa enggaknya...
Hidup itu ga selalu mendapat, tapi menurutku harusnya selalu bersyukur... Bener ga?? ;)
-MarioWong
Rabu, 04 Juni 2014
Mengembalikan harga diri?
Ditengah masa-masa sedih kerna kuliah bakalan ancur, dalam kadwal konser yang mulai ada dan bikin capek (tapi ngasilin duit sih) dan badan yang makin hancur gara2 begadang berlebihan.. Aku jadi bisa melihat bahwa diriku nol...
Apalagi dengan pemandangan mesra cinta yang tak dapat kumiliki.. Haha
Itu menyebabkan aku bertekad untuk mengembalikan harga diri.. Dengan cara? Memilih lagi... Pilihan terlalu banyak (harusnya) dalam hidupku.. This mistake was gold cause i know that without you is something that i could never do, by this mistake, i will find a way without you...
Now i only push a way off to fight you, i'm sorry...
Harusnya aku bersyukur karna kalo aku ga punya kesalahan ini, maka aku cuma terjebak di ruang sempit bersama sedikit benda dan minim pilihan kegiatan di dalamnya...
Aku akan jadi orang besar (baca: bukan buncit) dan aku siap untuk menjalani hidupku yg sesungguhnya sendirian....
Rabu, 14 Mei 2014
Pilihanku..
Semua orang dalam hidupnya akan terus membuat pilihan baik kecil maupun pilihan yang besar, lalu ketika membuat pilihan tentu akan berangkat dari apa yang ia yakini sebagai kebenaran seperti sedang mengisi jawaban UN..
Tapi ternyata aku dalam hidupku disadarkan bahwa pilihan dalam hidup bukan hanya tentang kebenaran (rasio) tapi juga rasa, waktu, dan aku hari ini akan membuat sebuah gambar kabur di kanvas blog...
Tak terelakkan korban menentukan pilihan tentang apa yang akan ia lakukan dalam waktu kininya yang langka. Lalu korban dari korban terluka oleh pilihan yang dibuat oleh korban, sedangkan korban yang lain dari pilihan korban memilih menghibur diri yang menelan duri.. Korban lain dari korban itu memilih juga tentang cara yang ingin ia gunakan untuk menghibur diri.. Sayangnya, ketika pilihan sudah diambil, kecenderungannya adalah tidak beraninya seseorang untuk memilih lagi, melainkan menghidupi pilihannya yang telah dipilih.. (Kendati pilihan itu salah sekalipun)
Dan tersangka tersenyum merendahkan...
Begitu nyata dan gila dunia ini...
-MarioWong
Minggu, 04 Mei 2014
Now playing : two way street
Sempat menyadari harus menerima kenyataan, lirik2 dan nada miring menemaniku...
Here' the lyric...
I feel the 4 become 5
And I'm waiting, waiting, waiting
For you to walk down the boulevard
And to take me, take me, take me
.
But the moment you appear
You wake me, wake me, wake me
Out of the slumbers of my head
From the slums of loneliness.
And there's no conspiracy
Behind the way two hearts meet
When love is a two way,
(Love is a two way street.)
And I think I'm ready
To let you get under my skin
I can't make you fall for me,
(Love is a two way street.)
We're coming close to our fame
They'll put a star beside our names
But I couldn't care for the history
When I've got you in front of me.
And the cars could all collide
The shards of glass
won't catch my eye
Because you're almost by my side
We're counting down at the green light.
And there's no conspiracy
Behind the way two hearts meet
When love is a two way,
(Love is a two way street.)
And I think I'm ready
To let you get under my skin
I can't make you fall for me,
(Love is a two way street.)
Dalam dilema cintaku beberapa waktu lalu, lagu ini begitu kental terasa menusuk sukma yg terluka dgn narasi yang sama..
Aku begitu menyukai lagu ini, sebuah karya dari pupusnya hati...
-MarioWong
Rabu, 30 April 2014
Kurang lebih pilihanku...
Menang atau kalah? Bukan hanya dua pilihan dalam pertandingan, yang lain yamg juga populer adalah MENGALAH..
Inilah yang sedang aku pilih untuk jalani, karena aku saat ini sedang ada dalam pertarungan melawan seorang yang sangat cerdas...
Awalnya aku mengira aku mampu menang dan mendapat rewardku.. Setelah waktu berjalan, aku masih dalam pertandingan namun aku merasa pertandingan itu terlalu tinggi levelnya, dan aku masih bocah yang belajar menggunakan baju dan ngompol..
Kendati demikian aku bukan tak punya daya juang, hanya saja pesaingku mengumpulkan poin juga dengan sangat baik.. Kami memang beda, dia bukan bocah, layaklah ia menang...
Di babak pertengahan aku memilih untuk mendewasakan diri dahulu, aku terlihat seperti gladiator yang lari dari stadium..
Tapi pernahkan orang bertanya kenapa aku melakukannya?? Bukan tentang apa yamg aku lakukan, pahamilah aku punya alasan...
Kini aku ingin menasehatkan bagi banyak orang bahwa waktu sekarang, dan waktu kedepan, semua itu sulit, tetapi semuanya itu lewat...
Kita bisa melewati waktu-waktu sesulit apapun, namun dalam menjalaninya pilihlah pilihan tindakanmu dengan maksimal...
Setelah semuanya lewat tidak untuk disesali, kenanglah bila perlu, pelajarannya penting dan agar kau tidak mudah lupa siapa dirimu..
Ada waktu yang belum tiba yang masih bisa diupayakan...
Selasa, 29 April 2014
Badan ngambek
Hari2 terakhir ini aku merasa bahagia, menikmati fun-nya dunia gelap (malam) yang membuat badanku serasa ngambek..
Kenapa kubilang dy ngambek, karena tubuh ini ga menolak untuk melakukan apa yang kehendakku ingin lakukan... Tapi skrg tubuh ini malah melakukan sambil memberi rasa sakit (ya, sejenis ga enak gitu deh, ntah pegel, ngantuk, batuk, atau temen2nya) yang berusaha menuntun aku untuk tidak melakukan apa2...
Padahal sih, pengennya kluar lagi...
Menurut analisa aku, sperti inilah sahabat yang setia, kenapa? Karena dia tidak menolak untuk melakukan kehendak sahabatnya namun ia tetap memberi tahukan jika ia tidak mampu...
Terimakasih tubuhku, engkau mengajarkan padaku contoh lain dari kesetiaan yang teramat mendalam...
-MarioWong
Minggu, 06 April 2014
pergumulan?
kurang lebih sih, kalo kita mengalami pergumulan lalu membiarkan waktu membuat pergumulan menjadi berlalu dengan begitu saja, yang terjadi malah masalah makin berlarut-larut, bahkan menimbulkan dampak baru...
harusnya sih dihadapi, kalo ga tau gimana hadapinya ya nanya, kalo udah dapet jawaban ya dicoba jawabannya, kalo gagal tanya lagi kalo tetep aja ga tau, kalo mungkin punya jawaban silahkan dicoba "my way"-nya.. kalo gagal ya lebih baik daripada ga berbuat apa2, se-tidaknya bisa dapat pengalaman, pengalaman itu katanya guru yang terbaik...
tapi yang harus kamu tahu, tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya...! dan tak ada yang "tak ber-akhir" (abadi) katanya... pegang pula sebagai keyakinan dalam berjalan menyelesaikan masalah....
tugas orang tua layaknya mengambilkan air ketika kamu tidak mampu mengambilnya sendiri... air itu sumber kehidupan, baik untuk percaya pada orang tua karena mereka sebagian besar memiliki kemampuan itu... dan Tuhan yang mengatur sisanya... apa yang tak mampu manusia lakukan untuk apa manusia paksakan? minta pertolongan dari Tuhan agar kemampuan dan kelancaran diberikan...
dimana letak pagar yang tak kelihatan itu?
sabtu pagi, tibalah waktu berkualitas bagi para anggota perwalian pak Budyanto (dosen fak.teologi UKDW) sebab kami sepakat untuk pergi rafting di sungai Ello - magelang hari itu... perjalanan terlihat baik2 saja, di mobil yang kunaiki bersama 3 teman dan pak dosen yang mengemudi kami berbicara sangat akrab dan tak sungkan, padahal sebelumnya ya nggak segitunya juga, antara kami ya ngobrolnya ga semua sampe level akrab tanpa sungkan.. dimana letak pagar yang tak kelihatan itu?
oiya, jadi kami menempuh perjalanan menggunakan 3 mobil, pesertanya 21 orang, dan ketika 2 mobil tiba kami berfoto bersama, sedikit menyanyikan lagu bersama, lalu ketika semuanya tiba kami diantar dari tempat pertemuan kesungainya, sebelum turun ke sungai kami berfoto bersama, setelah dari sungai kami makan bersama, sharing, dan dalam sharing terungkaplah indahnya acara kebersamaan ini... aku berfikir, sepertinya sebelumnya tak se-spesial ketika kami bersama... dimanakah letak pagar yang tak kelihatan itu?
ketika makan dan sharing hujan turun dan belum berhenti sampai kami memutuskan untuk pulang... untuk itu kami perlu payung, kami punya 3 payung dan aku menjadi salah satu orang berpayung yang mengantarkan teman2 kedalam mobil dan menjemput yang lain... diakhir penjemputanku, tersisa 2 orang dan salah satu dari mereka memegang gitar. aku tersenyum ketika mengetahui tinggal 2 orang tersisa, yang kulihat mereka ngobrol sambil menunggu dan ketika aku sampai aku agak terabaikan... lalu aku berkata "somebody, gue nge-jemput nih..!" aku merasa merasa aneh ketika orang yang memegang gitar memberikan gitarnya kepada yang tidak memegang dan mempersilahkan orang yang tadinya tidak memegang gitar itu untuk mendahuluinya.. beberapa detik aku berjalan aku mendengar nada berbentuk kata somebody dari arah orang yang tadi memegang gitar..
kenapa aku merasa aneh? karena saat itu aku melihat mikro ekspresinya, dan aku berasumsi.. namun disamping itu disaat itu aku berfikir sambil berjalan (skill pribadiku itu untuk memecah pikiran ketika sedang melakukan sesuatu.. hehe) kenapa ia mempersilahkan temannya yang tidak memegang gitar untuk lebih dulu? mungkin karena dia orang yang tidak terlalu ambisius untuk mendahulukan dirinya sendiri.. pertanyaan selanjutnya kenapa dia menyerahkan gitar kepada temannya..? padahal gitar itu penting untuk dilindungi dari basah..! mungkin karena ia percaya temannya lebih mampu melindungi gitar... tapi kan sebenarnya aku yang melindungi dengan payungku, apa dia tak percaya aku mampu melindungi dia berikut gitar yang ia pegang? aku akan melindungi dia kalau dia mau berjalan bersamaku..! dimana letak pagar yang tak terlihat antara aku dan si pemegang gitar itu?
kenapa pagar??? karena pagar membatasi, padahal ketika kami tak terbatasi menjadi bersama, kami bisa merasakan sesuatu yang lebih, bahkan lebih bahagia dari biasanya... aku ingin sekali mencabut pagar itu.. aku ingin terus merasakan kebahagiaan dari kebersamaan... tapi aku tidak tahu dimana, karena pagarnya tidak kelihatan, MATAKU RUSAK..
saat ini aku bertanya dimana, karena mungkin orang lain tahu, atau bisa melihatnya...
sekaligus mengundangnya untuk mencabutnya bersama jika aku tak mampu mencabutnya sendirian...
-MarioWong.
Rabu, 02 April 2014
Now Playing : jika surga dan neraka
bersyukur gara2 mendengar radio dan aku diperdengarkan karya Ahmad Dhani ini kembali... kali ini ia bersama chrisye sang legenda musik indonesia membawakan sebuah lagu bertema religius yang begitu menyentuh hatiku...
dari segi balutan musik, aku tak mampu mengelak bahwa lagu ini begitu berat. dimulai dari beat yang tetap, naik dengan tambahan instrumen lain serta tambahan sisipan instrumen di sela-sela yang begitu tak wajar namun mengena di hati...
kata-kata, sebenarnya banyak pengulangan, namun itu menegaskan inti maksud dari sang penulis lagu terhadap pesan apa yang ia ingin sampaikan pada pendengarnya... berikut cuplikan liriknya...
Apakah kita semua
Benar-benar tulus
Menyembah pada-Nya
Atau mungkin kita hanya
Takut pada neraka
Dan inginkan surga
Reff:
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkan kau bersujud kepada-Nya
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau menyebut nama-Nya
(**)
Bisakah kita semua
Benar-benar sujud sepenuh hati
Kar`na sungguh memang Dia
Memang pantas disembah
Memang pantas dipuja
Minggu, 30 Maret 2014
kerja sebagai permainan
pandangan semacam ini juga membuat beberapa dari kita merasa kerja sebagai beban,sehingga orang berkata bukan hal yang mudah untuk mampu bekerja. aku sendiri juga tak luput dari hal yang sama, aku pernah membayangkan gimana kalo orang bekerja seperti ia dalam suatu simulasi game? kan sama aja, tinggal membuat game-nya itu yang perlu dipikirin gimana caranya...
tapi sebenarnya bukan game yang jadi poin utama, tapi apa yang ada didalam game itu sendiri.. pernah gak sih kita nanya, "kok game menarik banget ya?" sebenarnya kan ga semua game menarik buat semua orang, contohnya aja game sepak bola, banyak tapi ga semua orang suka.. intinya sih lebih ke variasi game yang menyentuh kebutuhan selera kita masing2...
berhubung aku baru balik dari gedono (desa di salatiga) yang cukup terpencil, aku mempelajari para suster yang bekerja disana sesuai dengan aturan yang diharuskan oleh gereja pada dirinya... mereka punya bagian pekerjaan masing2, beda2, dan saling melengkapi... masalahnya, mereka cukup terisolasi (atau mungkin menciptakan image yang demikian..) namun mereka merasa nyaman, harusnya sih bosan, tidak mudah, aktifitasnya terlalu monotone dan kurang improvisasi.. mereka lebih hidup berdasarkan "order" bahkan untuk hal yang mereka akan baca, akan tahu, akan lakukan, semua ditata oleh sang penata "pencipta dunia baru" bagi mereka yang telah memilih ini.. tapi semua mereka lakukan bukan sebai orang yang bodoh, tapi karena mereka memiliki latar belakang yang mendorong mereka untuk berkata bagi dirinya sendir bahwa "Tuhanlah segalanya" dan motivasi diri lainnya, serta pengalaman-pengalaman tertentu sehingga diri, tubuh, kinerja, apapun, semuannya ia serahkan bagi Tuhan lewat pengabdiannya disana... ia tak merasa rugi mungkin, walaupun harus banyak melakukan kegiatan yang ketat... serta kesadaran bahwa harus melawan diri setiap hari, memilih hal yang bai setiap hari, mempertahankan diri untuk tetap baik di hadapan Tuhan, dan Cinta terhadap sesama membuat mereka setia mereka tetap kokoh... dan ceria dalam kemenarikan tersendiri terkait gaya hidup petapa... hampir sama seperti orang yang bermain mengikuti rules of the game setiap hari sampai mati dengan menghayati kenikmatan permainannya sambil belajar terus...
pilihlah game dan terima rulesnya.... :)
-MarioWong
Rabu, 19 Maret 2014
banyak meneliti -> banyak informasi -> bisa mengerti -> tidak ngasal binti semena-mena
kemungkinan selalu ada beserta resiko, seperti 2 sisi koin, hidup ini real dan kenapa kita menolak realistis terhadap ketidak-mampuan? bukan untuk ditutupi, tapi untuk dilatih... bukankah itu isyarat bahwa dibutuhkan waktu untuk berlatih?
Victory Loves Preparation.
hati bukan untuk menyimpan rasa curiga...
kenapa kita takut? kenapa kita tidak melihat hidup sebagai pembelajaran yang dicatat? (kalo gak dicatat ya lupa) catatan rasa sakit di hati bisa jadi sangat banyak, "level diri" yang lebih tinggi logikanya memiliki pula hati yang lebih besar dan catatannya lebih banyak... kenapa kita curiga terhadap pertimbangan yang dilandaskan pada catatan pribadi? kenapa kita mencegah jika kegagalan akan menambah catatan untuk dipelajari?
Life is the most potential things to be somethings....
optimisme bukan alasan menutup mata dari pertimbangan...
coba lihat pertimbangan yang baik, waktu tak lupa untuk ditempatkan dalam porsinya yang tepat...
contoh yang kelihatannya simpel bisa kita dapat dari strategi pelatih sepak bola, dimana ada reserve team demi kematangan pemain cadangan, lalu ada pemain cadangan untuk siapa pemain yang tepat dalam kondisi2nya untuk digantikan demi staminanya di pertandingan selanjutnya, lalu ada skema atau taktik permainan yang mempertimbangkan waktu + cara pembuatan peluang + jumlah cukup modal...
apalagi jika melihat balapan formula 1, waktu menjadi sangat penting, sehingga rencana yang matang meletakkan waktu pada porsi yang tepat...
kemenangan tidak bisa tanpa proses pertimbangan, perencanaan, membuat peluang, dan menunggu...
please know, "when the rains come, it's not a thing that you Must through...."
why always MUST..?
Minggu, 16 Maret 2014
ayam potong yang disuntik biar cepet gede
aku kini orang yang menanggung banyak dilema dan kecewa...
aku ini bukan yang keinginannya didengarkan dan dipertimbangkan untuk dituruti hanya karena harapan...
aku kini bingung dalam usia yang belum mencapai level yang kujalani, namun merasa bersalah terhadap tuntutan harapan yang tidak ingin mengerti...
aku diberi pilihan yang tidak aku inginkan, tapi aku memilihnya dalam alasan cintaku yang kuat pada si pemberi pilihan...
aku bodoh, dan pengecut yang tidak berani mempertahankan diri dari siksa orang yang menindasku dengan harapan2nya...
aku ini tidak ingin merasa terpaksa, seperti ayam potong yang disuntik atau sapi gelondongan...
aku ingin bisa merasakan nikmatnya hidup tanpa beban mental, aku kini tak mampu berjalan dibawah awan gelap bersama hantu-hantu...
tapi aku memaksakannya, aku selama ini terus berjalan walau menabrak,,,
aku berusaha, orang yang tidak meneliti tentang apa yang terjadi, hanya menyalahkan aku ketika sampai kabar bahwa aku merusak benda-benda yang kutabrak ketika berjalan..
tak lebih dari kebaikan dan kebahagiaan si pengharap yang aku perjuangkan, lalu aku dikecawakan oleh cinta...
dewasa juga masalah usia, kematangan, dan aku dibandingkan dengan buah manis yang sudah tua ketika aku masih kelat...
aku kini tak berguna jika bersedih, orang lain juga tidak tahu itu dan apa penyebabnya...
larangan hanya akan menambah luka, biar hujan kini melarutkannya bersama debbu vulkanik dijogja....
dan aku nanti adalah hasil dari prjuanganku melawan hidup yang orang tak mengerti...
yang mungkin hasilnya nanti untuk dikasihani, bukan dimaknai...
rasa sesal tak mengobati, air mata dan simpul tali yang bergantung dipohon tinggi dapat kubayangkan ada padaku.... atau mungin jurang terjal untuk tak ditemui....
terimakasih untuk semua yang telah diberi... Tuhan mendidik kita melalui tekanan...
selamat menikmati level ini, atau mungkin level selanjutnya untuk kita semua masing-masing...
-MarioWong
Senin, 10 Maret 2014
Foto... (sebuah puisi?)
aku memang tidak bisa melupakan, walaupun aku udah bisa sampe menyerah... atau mungkin menerima realita yang menyakitiku tanpa peringatan, tanpa perencanaan, membuatku sakit... dan foto seolah benda yang memancing rasa sakit mendominasiku...
wajahnya tak jauh berbeda dari pertama jatuh cinta, karena, itu memang wajahnya.. lalu seketika sejumlah kalimat muncul diotak, hendak mendobrak karena sesak... secarik kertas ditolaknya, karena ia tau kertas takkan membawa ke si objek foto...
aku mencintainya sebelum ia pintar berdandan, tapi ia tidak bodoh... mataku melihat banyak wanita yang lebih cantik, tapi ia tak jelek... aku melihat hari esok yang gelap, tapi aku berlari membeli lampu walau tengah hujan, untuk kami... ternyata ditoko lampu tak kutemui yang lebih terang daripada dia...
aku mencintainya begitu saja, aku tidak berencana untuk jatuh cinta pada dia..
dia mencuri.. dan aku malah memberinya dalam harapan hal yang ia curi akan ia jaga...
tapi ternyata dia mungkin pura2 tidak tau, atau tidak sengaja... curigaku, ia memang mencuri, tapi ia mencuri hal yang tak terlalu ia butuh... kenapa? karena mungkin dia tak tau apa yang ia butuh.. bagaimana kalau ternyata ia tau? berarti ia mungkin maling ayam yang butuh nasi..
mungkin dia tak bertanya "bagaiman aku tidur dimalam hari..?" hanya jika tak kuminum kopi diatas jam 19, tapi kini aku terus sadar tanpa kopi... mungkin memang foto menyimpan padanya virus, virus insomnia... sebab kawah gunung api (yang tidak peduli pada warga yang terkena lahar) memang punya racunnya tersendiri, mungkin foto hanya memuat sedikit berupa insomnia....
-MarioWong
Sabtu, 08 Maret 2014
Dilema (Teologi dan etika)
Jadi, Waktu itu usai presentasi euthanasia dan dilanjutkan oleh dosen untuk membahas masalah rekayasa genetika yang masih berkembang dan terus diteliti untuk bisa merekayasa lahirnya anak sehat, pintar, cakep,dst. Penemuan terkait hal tersebut contohnya saja kloning, dsb.
Hari itu yang kutanyakan adalah : ketika aku mempelajari rekayasa genetika dan mengerti dilemanya lalu ditanyakan hal terkait rekayasa genetic dengan pemahaman bahwa manusia adalah gambar dan rupa Allah, bagaimana JIKA aku menjawab “itu sebenarnya bagian dari proses bahwa sebenarnya kita (manusia) ini belum sampai (sepadan) dengan gambar dan rupa Allah, sebab jika rupa Allah sempurna, berarti akan tiba masa dimana manusia akan mampu menggenapinya dengan membuat manusia itu akan lahir sebagai manusia sehat, pintar, cakep.” Poin utamanya yang kutanyakan untuk menutup argumenku, (sebenarnya disini aku meminta tanggapan dosen untuk menerangkan apakah aku misleading?
pak dosen menjawab “apa menurut kamu gambar dan rupa Allah yang bisa kamu temui kalimatnya di kitab kejadian itu maksudnya adalah menunjuk fisik?”
langsung ku sambung dengan menegaskan poin utamanya. “jadi itu misleading pak?”
ia menjawab dengan “sudah bisa tafsir kan? Banyak2 baca buku tafsir lagi..”
Rabu, 05 Maret 2014
refleksi film : Inside Llewyn Davis
bahkan sangking aku menyukainya, aku meng-upload film ini ke google drive pribadiku agar dapat didownload dengan mudah oleh orang yang berminat.. tapi, film apasih ini sampe2 aku begitu merekomendasikan film ini sedemikian rupa...? berikut sinopsis yang aku buat untuk film ini...
film ini menceritakan tentang seorang seniman, namanya Llewyn Davis... saat menulis ini, aku sih belum tau dia ini kehidupannya yang difilmkan ini terinspirasi dari kisah nyata atau fiksi, tapi sih kalo kamu nonton bakal kerasa banget nyatanya... hal keren apa yang terjadi dalam hidupnya...? untuk itu kamu perlu nonton film ini dan rasakan sensasinya... aku baru nonton film ini 1x dan aku langsung terasa kok sensasi educating-nya si davis ini... amazing film that i've rate five stars on it...
dan aku sebenarnya semakin berasa tersentuh karena memang hidupku disentuh abis... mungkin hidupmu juga kalo kamu udah nonton...
-MarioWong
Selasa, 04 Maret 2014
apa yang salah dengan si cancer?
mungkin lebih enak kalo aku kasi satu contoh sederhana... "Paling menggalaukan, kalau orang yang katanya mencintai Anda - merahasiakan isi dari HP-nya" ya kan itu menurut dia, memang ada sih betulnya, tapi kan juga gak selamanya yang paling menggalaukan adalah hal semacem begitu... mungkin aja kamu orang baik yang memang ga khawatir tentang sms2...? apa gak mungkin..? nah, maunya sih, jangan terlalu percaya juga bahwa semua kata2 bijak para ahli itu mutlak benar dsb, jalanilah hidup dengan how about your choise today lah mungkin lebih pas....
nah, masalahnya, hubungannya sama judul diatas adalah gara2 aku lagi banyak baca kata2 bijak gitu buat nge-rangsang rasa cintaku terhadap si cancer, trus semakin banyak aku baca, semakin aku ragu dgn cinta,dan semakin terasa rendang basi itu kata2 bijak... soalnya ya aku sih suka, tapi aku gak yakin bahwa si cancer ini nanti bakal bahagia forever n last gitu ama aku, soalnya buat tanggung jawab kan susah juga, aku harus bener2 yakin secara mental dan persiapan aku (minimal agenda) tentang hal yang bisa kami jalani bersama akan menghasilkan bahagia juga harus clear...
aku semakin ragu mungkin karena aku memang orang yang kurang spontan, aku orang yang harus tau apa yang ingin aku capai dan apa persiapan(rencana dan bahan) yang harus aku miliki demi terwujudnya tujuan.. jadi aku semakin ragu untuk mampu membuatnya bahagia dalam lanjutan perjalanan kami karena aku masih belum punya tujuan dan persiapan..
hal kedua adalah, aku belum siap kalo seandainya si cancer pengen aku untuk jadi best men-nya dia karena aku ga bisa berjanji tentang konsistensi, aku merasa jiwa seniman erat padaku dan sulit untuk disiplin... aku mencoba, aku masih sering gagal, tapi ada peningkatan sih, cuma aku gamau dia jadi bagian yang kecewa dalam proses gagal menuju berhasilku ini.. aku sih ngerasa aja bahwa dia juga pengen aku jadi lebih baik, mulai dari seindirannya yang mengandung perhatian (ceile..) sewaktu di angkringan, sampai (mungkin) alasan kenapa kami 1 kelompok bareng ngamen dalam rangka nyari dana....
aku mau kok jadi yang terbaik, tunggu aku kalau kamu bersedia...
intinya, aku masih ingin waktu membawa kami lebih siap lagi...
-MarioWong
Minggu, 02 Maret 2014
Now Playing : Happy
seperti judulnya "Happy" aku bener2 jadi happy denger lagu ini karena beatnya dan lagu ini emang dikemas juga bertepatan menyudahi era galau kali yak, makanya kedengerannya se-enak kemaren aku ngedengerin lagu2nya raisa gitu... :D
nih link buat buffer... :)
http://www.youtube.com/watch?v=y6Sxv-sUYtM
-MarioWong
Jumat, 28 Februari 2014
Game/Permainan
1) kamu ada untuk dipermainkan oleh orang2 penjual.
kenapa demikian? alasan simplenya kamu itu oleh si pembuat game adalah mainan yang akan membeli permainan yang ia sajikan, kemarin ada tuh permainan yang nge-hits banget yaitu flappy bird (yang sekarang oleh si pencipta game udah ditarik dari penjualan) yang bikin orang sampe kesel tapi tetep terus pengen main. ketika orang download game itu, sebenarnya kita udah merelakan diri menjadi mainan si pencipta games di pasar games. itu juga yang dialami oleh orang yang menciptakan alat2 teknologi yang membuat kamu masuk dalam permainan pasar mereka, demi keuntungan mereka kamu dikendalikan sampe2 kamu bisa merasa kamu ketinggalan jaman-lah, atau kesulitan-lah, dsb kalo kamu gak pake teknologi yang mereka sajikan.. padahal sih orang jaman dulu ya hepi2 aja sebelum ada android, iphone, BB, dsb...
2) kamu mainan untuk orang yang posisinya diatasmu.
bos kamu, dosen, kepala suku, mafia atau siapapun yang mungkin posisinya diatas kamu juga sebenarnya mempermainkan hidupmu loh.. dengan alasan2 yang beragam mereka mengendalikanmu, membuat kamu melakukan sesuatu yang sebenarnya kalo dinilai2 lebih besar untungnya buat mereka, atau mungkin hanya karena alesan bahwa dia juga karena dulu mereka merasa dipermainkan, soalnya aku udah mendengar cukup banyak kasus tentang itu.. contohnya skripsi yang dipersulit, program kerja yang hanya menaikkan rating kantor/kampus/dsb.. atau kamu disuruh kerjain sesuatu yang sebenarnya bikin bos itu ga perlu capek2 buat nge-dapetin duit, blom lagi kasus ospek*, tapi kamu kok rela gitu ya...?
3) kamu mainannya dokter.
gosipnya sih dokter2 yang canggih malah menciptakan penyakit, makanya jaman sekarang jenis penyakit udah banyak banget. mereka mengendalikan orang2 untuk memberikan uang kepada mereka dengan alasan bahwa kamu sakit dan dokter2 ini dengan berbagai macam penemuan dan obat bisa membuat kamu sembuh, padahal mungkin kamu gak tau kalo setiap obat punya efek samping dan mungkin kamu juga ga ngerti kalo ternyata kamu ditipu dengan obat yang mungkin kamu gak paham nama dan kegunaannya.
sialnya kalo kamu orang kaya, duit kau bakalan abis cuma karena penyakit yang membuat kamu harus diopname, dioperasi, dsb.. padahal biaya kesehatan sekarang sangatlah tidak murah.. buat kamu yang miskin mah selow wae, orang tabrakan di jalan kalo gak ada yang berani tanggung jawab untuk biaya pengobatannya juga dibiarin mati tanpa penanganan. itu sih yang aku denger2 dari issue yang beredar, dan itu juga katanya penyebab kenapa kamu harus bayar mahal banget untuk masuk di fakultas kedokteran. tapi ga semua dokter begitu sih, ada juga kok dokter2 yang melayani dan tidak meminta bayaran pada masyarakatnya (salut) jadi, buat para dokter yang kurang berkenan aku minta maaf..
4) kamu mainannya politisi.
aku tidak bermaksud mempersempit arti dari kata politisi, mungkin kalo kedengeran kata politisi sih yang kebayang memang caleg, atau capres yang ngasi dana buat kamu milih dia itu di pemilu. tapi sebenarnya politisi itu maknanya luas banget loh. permainannya juga luas banget, tapi yang keliatan banget sih ya yang calon-calon itu. mereka dengan banyak ragam cara entah kampanye(pake dana), iklan, masuk tipi, janji2, dsb membuat kamu terkendali untuk memilih mereka dalam pemilu. padahal sih ketika dia diatas dia cuma ngambil duit lah, menggunakan kekuasaan dengan semena-mena, trus janjinya ketauan palsu lah, atau harga BBM jadi naek terus, yang rugi kan kamu, dia mah banyak makin banyak duitnya. kasian yah jadi kamu... :D
5) ini nih yang terakhir... Kamu itu mainannya Tuhan.
katanya Tuhan yang mengatur hidupmu, dan disisi lain kamu juga mungkin sering meminta Tuhan untuk mengatur hari depanmu.. apalagi ada kesamaan juga dengan mainan bagi anak kecil yaitu "lebih suka mainan yang baru, yang lama dibuang" hehehe...
sekian dari aku, pesan moral yang ingin aku smapaikan bahwa semua dari kita adalah bagian dari permainan, ga perlu sedih sih kalo kamu merasa hidupmu dipermainkan, karena orang lain juga.. dan sebaiknya kita mampu memiliki kendali diri juga untuk mampu membatasi diri dari hanya sekedar main game, mungkin ada kegiatan lain yang bisa kamu lakukan dan lebih bermanfaat pula jika dilakukan ketimbang main game.. bukan berarti kamu gak boleh main atau main itu ga ada manfaatnya sih, kamu juga perlu main untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, bahasa inggris, ilmu pengetahuan, ilangin bosen, skill, dsb..
sekian menurutku...
-MarioWong
Rabu, 26 Februari 2014
Now Playing : mata hati telinga
disini aku membahas lagu yang lagi Now Playing di playlist pribadiku, dan ga usah khawatir lagunya bakal ga enak buat didengerin, soalnya ini udah melewati beberapa proses filtrasi (yang sudah diakui) sehingga aman dan nikmat untuk dikonsumsi...
lagu hari ini datangnya dari salah satu grup musik favoritku di indonesia raya yaitu, Maliq n d'essential... kebetulan mereka menggunakkan judul lagu ini juga untuk judul album mereka dan di dalam Album "mata, hati, telinga" banyak banget lagu yang enak2 lho, bukan sekedar promosi tapi mereka bawain warna musik yang asik banget dan didukung dengan lirik yang mengena banget buat kisah2 dalam realita kehidupan.. contohnya aja lagu ini, nih baca aja liriknya....
Satu cerita tentang manusia
Coba ‘tuk memahami arti cinta
Benarkah cinta diatas segalanya
Hanyakah itu satu-satunya
Yang menjadi alasan untuk menutup mata
Tak melihat dunia yang sesungguhnya
Dan menjadi jawaban atas semua tanya
Yang kita harap mampu mewujudkan sebuah akhir bahagia
Reff:
Buka mata hati telinga
Sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta ooo..
Yang kau inginkan tak selalu
Yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
Cobalah untuk membuka mata hati telinga
Adakah kau rasakan kadang hati dan fikiran
Tak selalu sejalan seperti yang kau harapkan
Tuhan tolong tunjukkan apa yang ‘kan datang
Hikmah dari semua misteri yang tak terpecahkan
Back to Reff: 2x
Buka mata hati telinga
Buka mata hati telinga
Coba kau buka mata hati telinga
Mata hati telinga
bahkan dia kepikiran buat bikin lagu yang isinya ga cinta2 romantis doang, dan kerennya kata2 dan tema yang dia pilih tuh smart loh...!
kalo musik sih warna musik mereka sebenarnya udah khas banget dan keunikan vokalisnya juga ada sih, ciri khas vokalnya juga ada.. bahwa kalo kita tuh punyanya cuma radio, kita tetep bisa tau kalo lagu enak yang diputer di radio itu adalah lagunya maliq n d'essential.
yang pasti lagu ini selain enak buat didengerin (inget ya, episode2 Now Playing itu recomended banget loh buat didengerin..) juga penuh pesan moral yang bisa menyadarkan, realita gak selalu seperti sinetron yang mungkin cuma beberapa (ratus) episode, masih ada yang lebih penting... tapi juga aku tangkap bahwa praktek dalam cinta lebih luas, objek untuk dicinta juga luas, orang tua, kekasih, lingkungan, banyak banget deh...
dan episode2 hidupmu banyak, banyak2 deh dapet hal yang berguna ya, jangan tertutup dari perkembangan.. bukalah mata, hati, dan telinga..
-MarioWong
Selasa, 25 Februari 2014
Now Playing : saat kau pergi
nah, lagu ini enak banget sampe masuk Now Playing bukan hanya karena faktor kecantikan penyanyinya sih, penulis ga bandot2 amat 8-|, tapi karena makna dalam ceritanya juga keren... sebanarnya menurutku kalo diiringi pake gitar akustik doang sentuhan calm lagu ini bakalan jadi lebih enak lagi untuk didengar, tapi mungkin waktu itu memang lagi musimnya penyanyi indonesia sibuk recording pake alat musik yang lumayan berkelas dan cukup rame...
enjoy the lyric.. (eh BTW lagu ini jadi lagu dengan lirik bahasa indonesia pertama yang aku tampilin di Now Playing lho..! selamat ya BCL...! hehe)
Entah mengapa hatiku terus gelisah
apa yang kan terjadi
air mata pun jatuh tak tertahan
melihatmu terdiam
ternyata kau pergi tuk selamanya
tinggalkan diriku dan cintaku
reff:
apa kau melihat dan mendengar
tangis kehilangan dariku
baru saja ku ingin kau tahu
perasaanku padamu
mungkin Tuhan tak izinkan sekarang
kau dan aku bahagia
ternyata kau pergi tuk selamanya
tinggalkan diriku dan cintaku
Now Playing : Blue Day
lagu ini punyanya salah satu grup musik indie indonesia (yang juga terkenal) yaitu Endah n Rhesa. sebuah grup musik romantis yang terdiri dari suami-istri yang bla bla bla... lihat wiki aja deh...
Monday, Was a blue day
Because he left me and kept some secret
i tried to find him, and followed the rainbow
i met his family and the story flowed
i don’t realize that he never tell lies
but hiding something, pain inside his heart
he stared at my eyes, and he let me know everything
i was so surprised, the news wasn’t so nice
how do i know the truth if you didn’t say so
i would understand if you trust and believe in me
how do i know the truth if you didn’t say so
but you have to know that my love would last forever
he’s laying in bed, i’ll never forget
he smiled and ask forgiveness without tears fell from his eyes
you’re the reasons i live you’re the reasons i die
i tried to survive until i met goodbye… goodbye…
i would understand if you trust and believe in me
how do i know the truth if you didn’t say so
but you have to know that my love would last forever
Now Playing : moon river
lagu dari andy william, seorang penyanyi jadul, lagu ini juga sempet populer pada masa lalu dan dinyanyikan penyanyi2 besar seperti frank sinatra, Elton john, (paling enak sih yang andrea ross nyanyiin) dst.. info lengkap tanya ahmad dhani aja...
ini liriknya...
Moon river, wider than a mile
I'm crossing you in style some day
Oh, dream maker, you heart breaker
Wherever you're going, I'm going your way
Two drifters, off to see the world
There's such a lot of world to see
We're after the same rainbow's end, waiting, round the bend
My Huckleberry Friend, Moon River, and me
-Mario Wong, prefer to mister potato. haha
Sabtu, 22 Februari 2014
post power syndrome
"Secara umum, orang yang mengalami post power syndrome sebenarnya diliputi rasa kecewa, bingung, kesepian, ragu-ragu, khawatir, takut, putus asa, ketergantungan, kekosongan, dan kerinduan. Selain itu, harga dirinya juga menurun, merasa tidak lagi dihormati dan terpisah dari kelompok".
Gejala emosi, misalnya mudah tersinggung, pemurung, senang menarik diri dari pergaulan, atau sebaliknya cepat marah untuk hal-hal kecil, tak suka disaingi dan tak suka dibantah.
Gejala perilaku, misalnya menjadi pendiam, pemalu, atau justru senang berbicara mengenai kehebatan dirinya di masa lalu, senang menyerang pendapat orang, mencela, mengkritik, tak mau kalah, dan menunjukkan kemarahan baik di rumah maupun di tempat umum.
*lebih lengkap di http://kesehatan.kompas.com/read/2010/06/06/18500189/Post.Power.Syndrome
nah, sebenarnya status pak dosen bukan tentang definisi dsb, lebih kayak cerita pengalaman, ditambah dari baca2 kompas itu aku semakin terinspirasi untuk menulis karena dari segi gejala emosi, gejala prilaku, banyak hal yang aku rasa cocok dengan kenyataan di hari2ku..
memang sih biasanya yang mengalami sindrom ini adalah orang tua, yang udah pensiun, mungkin juga aku udah ketuaan di umurku (apaan sih... -_-") soalnyaaa, berikut penjelasannya..
jadi dari pengalamanku sejak kecil yang cukup menyakitkan itu, sebenarnya aku juga cukup berprestasi. faktor utama yang menyebabkan juga mungkin karena kenyataan bahwa aku gak lagi berprestasi, kinerjaku dan kreatifitas menurun dan tak lagi terasah, popularitas dan lingkungan udah beda.
kalo dulu sih karena berkat Tuhan banyak buatku sih ya juga bener, tapi aku juga terdorong oleh keterdesakan dari kreatifitasku (yang liar) dan uang juga bikin otak jadi terpaksa jalan + waktu disediakan + terus mengasah kemampuan.. alhasil, di jogja aku menjalani waktu2 yang udah cukup lama kujalani sebagai orang yang sedang sakit...
kalo dilihat gejala2 emosi dan prilaku, aku sih ga mau ngelak lagi... si penulis kompas kayak tau banget deh.. 5thumb buat penulisnya... ;) karena coba deh dilihat2 lagi, aku nulis ini aja bisa jadi karena aku memang post power syndrome jadi aku gak sadar aku nulis (menceritakan) terkait masa kejayaan saat ternyata aku udah gak lagi sama... maen gitar untuk direkam aja gak lagi persiapan, (dsb) kan udah termasuk gak lagi sama.. tapi aku tuh seolah merasa aku yang dulu itu juga masih aku yang sekarang, mungkin cuma merasa dalam hati, tapi itulah kenapa jadi mudah tersinggung, kadang juga sombong seolah-olah aku masih jago kayak dulu, padahal orang lain bisa jadi terus berkembang tanpa aku tau sampe2 tiba2 aku kaget karena waktu aku mencoba ternyata aku gabisa melakukan apa yang orang (terutama yang aku underestimate-kan) bisa lakukan... (ini nih contoh yang katanya merasa harga dirinya jatoh...)
ngomong2 soal sombong sih sebenarnya aku juga terjatuh dalam hal ini cukup dalam... mungkin di artikel selanjutnya.... sekarang lebih baik tidur atau browsing tempat terapi di intenet...
-MarioWong
Kamis, 20 Februari 2014
hidup....
dalam hidup apa kamu cukup bebas?
agama itu seperti sesuatu yang membantu mengarahkan kamu di berbagai hal, misalnya perilaku, mungkin juga aturan yang harusnya kamu taati dalam hidup, mungkin sejarah, dsb.
masalahnya ada di kamu karena kamu bebas untuk memilih mengikuti arah apapun...
salah satu kelemahannya adalah adanya pola di otak kamu yang terus menyusun sedari kamu kecil... dan hasil karya mutakhir orang lampau dimasanya yang hanya menjadi prototype (mungkin lebih tepatnya hal yang terus dikembangkan) di masa depan.
kelemahan yang lain adalah jika kamu tidak punya tujuan sehingga kamu tidak tau persiapan apa yang harus kamu miliki dan arah mana yang akan kamu tempuh...
maka apa tujuanmu? ke arah mana kamu akan bertumbuh? jika kamu cukup bebas, apa yang ingin kau bina bagi diri dalam hidupmu? seperti macam apa kamu ingin dikenang setelah mati? apa kamu tercipta untuk menjadi bagian besar dari prototype? atau apa kamu terencana dan kamu juga berencana bagi hari depan bumi ini?
kenapa kamu bernafas dan makan mungkin bisa menyadarkan bahwa kamu sangat membutuhkan hal dari luar dirimu dan bahwa dirimu bukan seorang yang benar2 berdaya. jika ini terakhir kalinya kamu lihat matahari dan merasakan hangatnya, lalu apa yang akan kamu lihat dan rasakan setelah itu? jika ternyata setelah itu tiada kesempatan, harusnya sesal lahir dari tidak adanya keseriusan tujuan dan kurang tepatnya arah bertumbuh. sesal lahir dari kurangnya pembinaan bagi diri dan kecilnya peran bagi terciptanya hari yang cerah di bumi...
*jika memang kamu merasa itu penting....
Selasa, 18 Februari 2014
cintaku bertepuk sebelah tangan?
mungkin ini masalah besar yang selama ini udah mengendap di alam bawah sadarku dan aku akhirnya terbentuk, ga bisa lari, melemah (mungkin tak berdaya), terjebak, dst... masalahnya adalah cintaku bertepuk sebelah tangan...
hal ini membebani fikiran malam ini ditengah kondisi fisik yang juga cenderung buruk, sebenarnya hal ini sangat menyakitkan, tapi terfikir untuk menulisnya biar aku sendiri lega...
dilatarbelakangi oleh kisah semasa aku kecil, waktu itu adalah kehancuran hati pertamaku dan yang terparah mungkin, itu saat aku masih SD kelas 2(kalo gak salah, yang pasti aku masih kecil banget) dan hari menyakitkan itu adalah ulang tahunku.. ayahku sih kan rumahnya beda, jadi aku datang kerumahnya, kalo gak salah waktu itu aku jalan kaki dan jarak rumah nenek ke sana cukup jauh.. demi apa? demi minta mainan di hari ulang tahunku.. aku ingat aku datang cukup siang dan ayahku itu akan istirahat siang. aku menyingkirkan rasa kecewaku tentang hari ulang tahunku yang mungkin ia lupa, lalu aku datang kesana dengan senyum dan harapan.. ternyata dia memang lupa.. aku meminta mainan power rangers dengan nada rendah, dia tanya berapa harganya, tapi aku minta ditemani membeli bersama.. dia tidak mau.. aku semakin sedih... aku katakan aku tidak tau harganya, lalu dia memberiku uang 20rb dan berkata "untuk apa beli mainan mahal2...?"
aku mau menangis, aku memang melankolis.. ayahku pelit, semua anggota keluarga tau itu, tapi aku tidak mau tau hari itu karena itu hari ulang tahunku... aku terdiam, lalu dia berkata "mau gak? kalo mau ambilah uangnya.." aku ambil uang itu, aku lari tanpa pamit, aku menangis sambil berjalan kaki mencari penjual mainan kaki lima yang menjual mainan power rangers dengan harga segitu.. aku takkan pernah lupa cerita hari itu, dan ayahku tidak mengingat untuk meminta maaf tentang peristiwa itu sejak dulu sampai saat ini..
ulang tahun berikutnya, sudah ada ibu tiri dirumah ayahku, aku datang untuk meminta mainan beyblade yang lagi musim banget waktu itu... sore itu ayahku tidak dirumah, seingatku kakek yang mengantarku, lalu kakek kebaktian kaum bapak dan ayah juga harusnya ibadah, yaa.. bukan itu inti ceritanya...
intinya adalah rumah sepi, aku meminta mainan itu kepada ibu tiriku, namun ia menyarankan untuk minta ke ayah karena ayah yang pegang uang... namun tiba2 aku melihat tumpukan uang di kamar, ketika tidak ada yang melihat, aku ambil uang tersebut, aku lari ke toko mainan dan aku membeli mainanku... aksiku ketahuan oleh nenek karena nenek tidak tau dari mana aku dapatkan mainan baru itu, alhasil.. ayahku marah besar dan mengatakan aku pencuri... (pecuri di rumah ayahnya?) itu sangat buruk dan sejak hari itu aku bertekad untuk tidak meminta hadiah kepada ayahku lagi... di otakku, sedikit yang ia beri, dan aku tak mau banyak luka lagi...!
kelas 4 SD aku sudah cukup ternama di sabang dalam kontes nyanyi, bahkan sempat mendapat harapan 1 di tingkat provinsi disaat lawan2ku lebih dewasa dan teruji.. aku dapat banyak uang, aku habiskan semuanya di depan mata semua orang dengan membeli mainan... kelas 5 aku juara catur tingkat provinsi (itu juga termasuk juara di tingkat kota terlebih dahulu) dan apa yang kulakukan? begitu banyak uang, aku gunakan itu untuk membeli playstation beserta mainan2 lainnya... memang gak bodoh2 amat kalo disekolah, cuma rangking2 bontot, tapi setidaknya aku tau apa yang aku inginkan sudah cukup berhasil kuraih... apa yang ayahku pikirkan saat itu? yang pasti aku menyombongkan diriku dihadapannya saat itu dan tidak memikirkan apa yang ia pikirkan...
famous, disegani, dikenal oleh walikota+gubernur sampe anak2 seusiaku yang terinspirasi olehku membuat aku semakin mantap di SMP sampai SMA, banyak sekali pencapaian yang menakjubkan bagi banyak orang... untuk anak seusiaku, aku dianggap langka, bahkan saat aku pulang dari jakarta membawa nama aceh sebagai utusan yang menyanyi di istana negara dalam rangka hut RI di tahun 2011, aku dengan bangga mengajak keluarga makan bersama... aku beli HP, laptop, seeeeeeemuanya dengan usahaku sendiri, tapi....
aku sangat mencintai ayahku, lebih besar daripada cintaku ke nenek yang sudah merawat aku dari kecil semenjak aku ditinggal ibuku ke khayangan saat aku baru berumur 11 bulan...
aku bisa melawan sama nenek, aku bisa gak dengar nasehat nenek, tapi aku selalu mengalah pada ayahku.. aku ga pernah dipukul tapi aku takut pada ayah, aku berkelahi disekolah dengan jantan, tapi aku mengangis sebelum ada yang memarahiku ketika ayah dipanggil ke kantor kepsek... aku membantu ayahku mengangkati barang dagangan, banyak hal... aku cinta ayahku, yang aku tahu cintaku bertepuk sebelah tangan, tapi aku tulus mencintainya....
alam bawah sadarku tanpa kusadari terkontaminasi dengan sikap ayahku yang tidak mencintai aku (setidaknya tidak melakukan apa yang aku harapakan dan ia mampu lakukuan) ketika aku sangat mencintainya... buktinya,
nenek sangat sayang padaku, tapi aku tak terlalu menyayanginya, aku membantah, dan dia sering jadi marah, kerumah sakit karena darah tinggi, itu gara2 aku..
beberapa wanita menyukai aku, semakin ia menunjukkan cintanya, aku menolaknya... semakin ia tulus, semakin aku tidak mau padanya...
aku malah mengejar wanita yang belum mencintai aku seperti ayahku pada uangnya, bukan padaku yang tulus mencintainya... bahkan yang parah adalah, aku suka wanita cerdas, supaya nyambung dan asik, aku bahkan pernah membuat wanita tercantik di sekolah mencintaiku, ia sangat cerdas, cocok jadi miss indonesia, tapi aku meninggalkannya dengan rasa cintanya yang tulus padaku... wanita itu raisya yang di artikel kisah cintaku, tapi banyak juga wanita yang lain yang pacaran tuh cuma beberapa minggu doang, ( ada yang gak nyampe seminggu..)
waktu itu aku seperti menghipnotis wanita, padalah aku yang butuh hipnoterapi.... aku ingin minta maaf padanya untuk itu, tapi aku takut aku akan membuatnya kecewa lagi..
masalahnya kenapa aku harus jadi cerminan ayahku pada sisi yang tidak baik? dan kenapa orang lain harus terluka?
waktu berjalan lagi, aku kini bersama kuliahku... ayahku dan aku kini berjarak jauh, aku masih punya rasa sentimen terhadap uang, aku belum terlalu banyak berubah, di semester 2 kuliahku cukup hancur karena aku dihantui rasa bahwa kuliah hanya menghabiskan uang, sejak awal aku juga gak pengen kuliah, tapi aku memilih masuk teologi demi ayahku, agar aku gak nakal lagi, agar aku bisa membuatnya senang karena anaknya mau bertobat dan tidak hidup jahat, tapi di semester 2 aku jadi lebih kenal jogja, aku banyak bolos, aku punya banyak uang dari pekerajaanku di luar asrama, aku hepi, tapi ternyata ini melaterbelakangi mengapa aku menulis tulisan ini pagi ini...
ia berubah, ia mencintaiku, tulus, seperti cerminan diriku yang mencintainya dulu... IPsemesterku 1,5 tapi dia tidak marah, dan itu membuat rasa bersalah dalam hatiku, ia mencari uang yang ia cintai itu dan kini ia menghabiskan banyak uang itu untukku, rasa bersalahku makin sulit lunas.. ia berlelah padahal usianya menua... demi aku, demi biaya kuliahku... ini tanggung jawab? aku berani bilang bukan.. aku ingat ia pernah bilang di telpon "kamu belajar aja, papa dukung.. kalo kamu sakit perlu uang kamu kasi tau aja biar papa kirim"
aku takut melukainya, tanpa sadar aku semakin larut untuk main2 dan bukan studi, tapi aku memaksakan diriku, mengeluarkan cost lebih untuk membuat diriku bisa tahan membaca, membuat tugas, banyak usaha yang kupaksakan, aku terus berusaha ketika diriku tanpa sengaja malah ingin berlaku untuk tidak mencintainya seperti aku tidak mencintai wanita yang mencintaiku.... aku tak mudah menyerah, IPsemester naik jadi 1,9 dan bolos sudah sangat berkurang... dan ayahku senang.. dan aku rasa ini udah agak gila.. padahal aku siap untuk berhenti kuliah ketika melihat usahaku melawan kepribadian gandaku hanya berbuah 1,9 saja... ia langsung mengirimkan uang untuk registrasi semester 4 dan aku seudah bayar... saat ini, aku malas kuliah, aku terjatuh....
trauma juga tidak membebaskanku dari urusan wanita, malam ini pun aku dalam kasus yang mirip dimana aku tidak berani bertindak lebih, padahal aku ingin wanita itu menjadi milikku, aku takut aku akan melukainya seperti yang lain... lumayan lama aku mendekatinya, tapi aku ga berani karena aku gak ingin dia kecewa.. aku memberinya kado valentine, ia berterimakasih lalu aku sengaja tak mengambil langkah yang mendekatkan.. aku ragu aku mampu serius dan menjaganya terus sampe mimpi2 indah jadi nyata...
disisi lain aku masih belum bisa membalas ketika ada wanita mencintaiku, itu sebabnya aku tidak ingin ia dan wanita lainnya sampai mencintaiku... mungkin tidak lebih baik seperti ini, tapi aku cukup takut untuk tidak seperti ini... maaf
aku sakit, aku sebenarnya juga gak mau seperti ini, aku gak mau hidupku "gagal", Tuhan, tolong aku...
-MarioWong
Sabtu, 15 Februari 2014
valentine coklat...
agak kaget ketika 14 februari aku terbangun dan baru sadar kalo langit warnanya coklat pagi itu...
jadi, 13 feb 2014 malam aku sempet bilang turut buerduka cita buat temanku yang rumahnya di kediri.. kenapa? karena gunung kelud meletus....
jadi langit itu coklat karena hujan debu vulkanik yang menurutku cukup tebal melanda jogja, debunya kan agak coklat gitu, trus ada sinar matahari jadi coklat muda...
katanya no pict is not good right? iya aku udah poto2 sih, tapi aku susah upload jadi aku nyolong dari facebook temen2 jogja aja...
ini foto di jemuran asrama...
ini kesannya kayak foto yang diedit gitu ya...? sebenarnya karena ini masih subuh gitu...
kalo yang ini nyolong dari temen juga, ini kondisi di kampus... hari ini kampus libur...
![]() |
| depan kampus duta wacana |
Jumat, 07 Februari 2014
minggu pertama masuk kuliah (part 4 - liburan?)
hari ke empat ini adalah hari yang menyenangkan karena libur men... seharusnya sih ada kuliah sore, tapi dosennya lagi ada acara lain, jadi kuliah dimulai minggu depan...
jadi aku menghalalkan untuk begadang, nulis2 di blog ini dan nonton video2... alhasil aku gak tidur sampe kusadari jam 6.30an tiba dan coba apa yang aku lakukan?! aku nyuci baju men..! :D
kenapa demikian? jadi aku berdoa lalu Tuhan pun berkarya sampe2 yang harusnya musim ujan ini bisa cerah... ini aku lakukan dengan senang hati, ditemani (prambors) radio dan untuk informasi aja nih ya, aku punya rencana buat nyuci bajuku sejak awal januari, cuma musim hujan terus menghalangi keMAUanku... kebayang gak baju yang udah terpendam sebulan itu buwanyaaaknya kayak gimana? trus bauknya gimana? satu kata, PECAH...!
aku mencuci 2 kloter gara2 ember gede itu gak muat.. capeknya sih gila banget... sampe2 abis jemur kloter pertama dan merendam kloter kedua aku nyempetin sarapan dulu sekalian istirahat...
jam 9 sih semua pakaian selesai terjemur, dan aku langsung tidur... ketika aku bangun jam 13.30 jemuranku hilang dan lantai pada basah... hah? bajuku jadi aer..?
ternyata tadi hujan, temenku baik gitu, trus baju2nya di taruh di ember dan aku lanjutkan untuk menyetrika (masih ditemani radio juga) dan kurasa ada sejam aku nyetrika, pegel, lalu dilanjutkan tidur juga...
pesan moralnya sih kita tuh juga perlu untuk keluar dari zona nyaman, juga mencoba hal baru, biar ga bete juga kalo aktifitas yang sama melulu tiap hari,, belom lagi kalo kita nyobain sesuatu yang baru itu ternyata malah membuat kita mendapat pengalaman yang amazing kayak nyertika tadi... kan lumayan... ;)
keep your life spirit well...
-MarioWong

