back to the topic, banyak kata2 bijak tentang cinta yang oleh para ahli (menurutku) mengkotak-kotakkan cinta (dalam situasi sotoy si ahli) bahwa semua kejadian dalam hidup mengenai cinta bakal bisa pake kata2 bijak yang dia2 buat. padahal sih kalo menurutku enggakk gitu juga... yang parah, orang ada juga yang jadinya kolot bahwa kata2 itulah yang paling bener trus dipaksa2in buat cocok dalam hidupnya,trus di buat status di socmed....
mungkin lebih enak kalo aku kasi satu contoh sederhana... "Paling menggalaukan, kalau orang yang katanya mencintai Anda - merahasiakan isi dari HP-nya" ya kan itu menurut dia, memang ada sih betulnya, tapi kan juga gak selamanya yang paling menggalaukan adalah hal semacem begitu... mungkin aja kamu orang baik yang memang ga khawatir tentang sms2...? apa gak mungkin..? nah, maunya sih, jangan terlalu percaya juga bahwa semua kata2 bijak para ahli itu mutlak benar dsb, jalanilah hidup dengan how about your choise today lah mungkin lebih pas....
nah, masalahnya, hubungannya sama judul diatas adalah gara2 aku lagi banyak baca kata2 bijak gitu buat nge-rangsang rasa cintaku terhadap si cancer, trus semakin banyak aku baca, semakin aku ragu dgn cinta,dan semakin terasa rendang basi itu kata2 bijak... soalnya ya aku sih suka, tapi aku gak yakin bahwa si cancer ini nanti bakal bahagia forever n last gitu ama aku, soalnya buat tanggung jawab kan susah juga, aku harus bener2 yakin secara mental dan persiapan aku (minimal agenda) tentang hal yang bisa kami jalani bersama akan menghasilkan bahagia juga harus clear...
aku semakin ragu mungkin karena aku memang orang yang kurang spontan, aku orang yang harus tau apa yang ingin aku capai dan apa persiapan(rencana dan bahan) yang harus aku miliki demi terwujudnya tujuan.. jadi aku semakin ragu untuk mampu membuatnya bahagia dalam lanjutan perjalanan kami karena aku masih belum punya tujuan dan persiapan..
hal kedua adalah, aku belum siap kalo seandainya si cancer pengen aku untuk jadi best men-nya dia karena aku ga bisa berjanji tentang konsistensi, aku merasa jiwa seniman erat padaku dan sulit untuk disiplin... aku mencoba, aku masih sering gagal, tapi ada peningkatan sih, cuma aku gamau dia jadi bagian yang kecewa dalam proses gagal menuju berhasilku ini.. aku sih ngerasa aja bahwa dia juga pengen aku jadi lebih baik, mulai dari seindirannya yang mengandung perhatian (ceile..) sewaktu di angkringan, sampai (mungkin) alasan kenapa kami 1 kelompok bareng ngamen dalam rangka nyari dana....
aku mau kok jadi yang terbaik, tunggu aku kalau kamu bersedia...
intinya, aku masih ingin waktu membawa kami lebih siap lagi...
-MarioWong
mungkin lebih enak kalo aku kasi satu contoh sederhana... "Paling menggalaukan, kalau orang yang katanya mencintai Anda - merahasiakan isi dari HP-nya" ya kan itu menurut dia, memang ada sih betulnya, tapi kan juga gak selamanya yang paling menggalaukan adalah hal semacem begitu... mungkin aja kamu orang baik yang memang ga khawatir tentang sms2...? apa gak mungkin..? nah, maunya sih, jangan terlalu percaya juga bahwa semua kata2 bijak para ahli itu mutlak benar dsb, jalanilah hidup dengan how about your choise today lah mungkin lebih pas....
nah, masalahnya, hubungannya sama judul diatas adalah gara2 aku lagi banyak baca kata2 bijak gitu buat nge-rangsang rasa cintaku terhadap si cancer, trus semakin banyak aku baca, semakin aku ragu dgn cinta,dan semakin terasa rendang basi itu kata2 bijak... soalnya ya aku sih suka, tapi aku gak yakin bahwa si cancer ini nanti bakal bahagia forever n last gitu ama aku, soalnya buat tanggung jawab kan susah juga, aku harus bener2 yakin secara mental dan persiapan aku (minimal agenda) tentang hal yang bisa kami jalani bersama akan menghasilkan bahagia juga harus clear...
aku semakin ragu mungkin karena aku memang orang yang kurang spontan, aku orang yang harus tau apa yang ingin aku capai dan apa persiapan(rencana dan bahan) yang harus aku miliki demi terwujudnya tujuan.. jadi aku semakin ragu untuk mampu membuatnya bahagia dalam lanjutan perjalanan kami karena aku masih belum punya tujuan dan persiapan..
hal kedua adalah, aku belum siap kalo seandainya si cancer pengen aku untuk jadi best men-nya dia karena aku ga bisa berjanji tentang konsistensi, aku merasa jiwa seniman erat padaku dan sulit untuk disiplin... aku mencoba, aku masih sering gagal, tapi ada peningkatan sih, cuma aku gamau dia jadi bagian yang kecewa dalam proses gagal menuju berhasilku ini.. aku sih ngerasa aja bahwa dia juga pengen aku jadi lebih baik, mulai dari seindirannya yang mengandung perhatian (ceile..) sewaktu di angkringan, sampai (mungkin) alasan kenapa kami 1 kelompok bareng ngamen dalam rangka nyari dana....
aku mau kok jadi yang terbaik, tunggu aku kalau kamu bersedia...
intinya, aku masih ingin waktu membawa kami lebih siap lagi...
-MarioWong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar