aku rasa masih banyak pekerjaan yang tidak mampu memfasilitasi orang untuk bekerja sebagai bermain.. kerja dianggap tanggung jawab yang serius dan permainan dianggap hiburan diluar pekerjaan. padahal sih kalo maen game mau macem apa pun gamenya bahkan yang "enteng" banget kayak flappy bird juga bikin orang maen lebih lama daripada waktu dia kerja...
pandangan semacam ini juga membuat beberapa dari kita merasa kerja sebagai beban,sehingga orang berkata bukan hal yang mudah untuk mampu bekerja. aku sendiri juga tak luput dari hal yang sama, aku pernah membayangkan gimana kalo orang bekerja seperti ia dalam suatu simulasi game? kan sama aja, tinggal membuat game-nya itu yang perlu dipikirin gimana caranya...
tapi sebenarnya bukan game yang jadi poin utama, tapi apa yang ada didalam game itu sendiri.. pernah gak sih kita nanya, "kok game menarik banget ya?" sebenarnya kan ga semua game menarik buat semua orang, contohnya aja game sepak bola, banyak tapi ga semua orang suka.. intinya sih lebih ke variasi game yang menyentuh kebutuhan selera kita masing2...
berhubung aku baru balik dari gedono (desa di salatiga) yang cukup terpencil, aku mempelajari para suster yang bekerja disana sesuai dengan aturan yang diharuskan oleh gereja pada dirinya... mereka punya bagian pekerjaan masing2, beda2, dan saling melengkapi... masalahnya, mereka cukup terisolasi (atau mungkin menciptakan image yang demikian..) namun mereka merasa nyaman, harusnya sih bosan, tidak mudah, aktifitasnya terlalu monotone dan kurang improvisasi.. mereka lebih hidup berdasarkan "order" bahkan untuk hal yang mereka akan baca, akan tahu, akan lakukan, semua ditata oleh sang penata "pencipta dunia baru" bagi mereka yang telah memilih ini.. tapi semua mereka lakukan bukan sebai orang yang bodoh, tapi karena mereka memiliki latar belakang yang mendorong mereka untuk berkata bagi dirinya sendir bahwa "Tuhanlah segalanya" dan motivasi diri lainnya, serta pengalaman-pengalaman tertentu sehingga diri, tubuh, kinerja, apapun, semuannya ia serahkan bagi Tuhan lewat pengabdiannya disana... ia tak merasa rugi mungkin, walaupun harus banyak melakukan kegiatan yang ketat... serta kesadaran bahwa harus melawan diri setiap hari, memilih hal yang bai setiap hari, mempertahankan diri untuk tetap baik di hadapan Tuhan, dan Cinta terhadap sesama membuat mereka setia mereka tetap kokoh... dan ceria dalam kemenarikan tersendiri terkait gaya hidup petapa... hampir sama seperti orang yang bermain mengikuti rules of the game setiap hari sampai mati dengan menghayati kenikmatan permainannya sambil belajar terus...
pilihlah game dan terima rulesnya.... :)
-MarioWong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar