aku ini orang yang dipaksakan oleh harapan....
aku kini orang yang menanggung banyak dilema dan kecewa...
aku ini bukan yang keinginannya didengarkan dan dipertimbangkan untuk dituruti hanya karena harapan...
aku kini bingung dalam usia yang belum mencapai level yang kujalani, namun merasa bersalah terhadap tuntutan harapan yang tidak ingin mengerti...
aku diberi pilihan yang tidak aku inginkan, tapi aku memilihnya dalam alasan cintaku yang kuat pada si pemberi pilihan...
aku bodoh, dan pengecut yang tidak berani mempertahankan diri dari siksa orang yang menindasku dengan harapan2nya...
aku ini tidak ingin merasa terpaksa, seperti ayam potong yang disuntik atau sapi gelondongan...
aku ingin bisa merasakan nikmatnya hidup tanpa beban mental, aku kini tak mampu berjalan dibawah awan gelap bersama hantu-hantu...
tapi aku memaksakannya, aku selama ini terus berjalan walau menabrak,,,
aku berusaha, orang yang tidak meneliti tentang apa yang terjadi, hanya menyalahkan aku ketika sampai kabar bahwa aku merusak benda-benda yang kutabrak ketika berjalan..
tak lebih dari kebaikan dan kebahagiaan si pengharap yang aku perjuangkan, lalu aku dikecawakan oleh cinta...
dewasa juga masalah usia, kematangan, dan aku dibandingkan dengan buah manis yang sudah tua ketika aku masih kelat...
aku kini tak berguna jika bersedih, orang lain juga tidak tahu itu dan apa penyebabnya...
larangan hanya akan menambah luka, biar hujan kini melarutkannya bersama debbu vulkanik dijogja....
dan aku nanti adalah hasil dari prjuanganku melawan hidup yang orang tak mengerti...
yang mungkin hasilnya nanti untuk dikasihani, bukan dimaknai...
rasa sesal tak mengobati, air mata dan simpul tali yang bergantung dipohon tinggi dapat kubayangkan ada padaku.... atau mungin jurang terjal untuk tak ditemui....
terimakasih untuk semua yang telah diberi... Tuhan mendidik kita melalui tekanan...
selamat menikmati level ini, atau mungkin level selanjutnya untuk kita semua masing-masing...
-MarioWong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar