Senin, 10 Maret 2014

Foto... (sebuah puisi?)

benda yang ini menyimpan pesan, kenangan, cinta, sejarah, informasi, sampai rasa sakit juga ada padanya.. yap, foto....
aku memang tidak bisa melupakan, walaupun aku udah bisa sampe menyerah... atau mungkin menerima realita yang menyakitiku tanpa peringatan, tanpa perencanaan, membuatku sakit... dan foto seolah benda yang memancing rasa sakit mendominasiku...
wajahnya tak jauh berbeda dari pertama jatuh cinta, karena, itu memang wajahnya.. lalu seketika sejumlah kalimat muncul diotak, hendak mendobrak karena sesak... secarik kertas ditolaknya, karena ia tau kertas takkan membawa ke si objek foto...

aku mencintainya sebelum ia pintar berdandan, tapi ia tidak bodoh... mataku melihat banyak wanita yang lebih cantik, tapi ia tak jelek... aku melihat hari esok yang gelap, tapi aku berlari membeli lampu walau tengah hujan, untuk kami... ternyata ditoko lampu tak kutemui yang lebih terang daripada dia...

aku mencintainya begitu saja, aku tidak berencana untuk jatuh cinta pada dia..
dia mencuri.. dan aku malah memberinya dalam harapan hal yang ia curi akan ia jaga...
tapi ternyata dia mungkin pura2 tidak tau, atau tidak sengaja... curigaku, ia memang mencuri, tapi ia mencuri hal yang tak terlalu ia butuh... kenapa? karena mungkin dia tak tau apa yang ia butuh.. bagaimana kalau ternyata ia tau? berarti ia mungkin maling ayam yang butuh nasi..

mungkin dia tak bertanya "bagaiman aku tidur dimalam hari..?" hanya jika tak kuminum kopi diatas jam 19, tapi kini aku terus sadar tanpa kopi... mungkin memang foto menyimpan padanya virus, virus insomnia... sebab kawah gunung api (yang tidak peduli pada warga yang terkena lahar) memang punya racunnya tersendiri, mungkin foto hanya memuat sedikit berupa insomnia....

-MarioWong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar