fanatisme terhadap keyakinan tertentu bukan menjadi alasan yang tepat untuk menutup telinga terhadap hal yang mempertanyakan...
kemungkinan selalu ada beserta resiko, seperti 2 sisi koin, hidup ini real dan kenapa kita menolak realistis terhadap ketidak-mampuan? bukan untuk ditutupi, tapi untuk dilatih... bukankah itu isyarat bahwa dibutuhkan waktu untuk berlatih?
Victory Loves Preparation.
hati bukan untuk menyimpan rasa curiga...
kenapa kita takut? kenapa kita tidak melihat hidup sebagai pembelajaran yang dicatat? (kalo gak dicatat ya lupa) catatan rasa sakit di hati bisa jadi sangat banyak, "level diri" yang lebih tinggi logikanya memiliki pula hati yang lebih besar dan catatannya lebih banyak... kenapa kita curiga terhadap pertimbangan yang dilandaskan pada catatan pribadi? kenapa kita mencegah jika kegagalan akan menambah catatan untuk dipelajari?
Life is the most potential things to be somethings....
optimisme bukan alasan menutup mata dari pertimbangan...
coba lihat pertimbangan yang baik, waktu tak lupa untuk ditempatkan dalam porsinya yang tepat...
contoh yang kelihatannya simpel bisa kita dapat dari strategi pelatih sepak bola, dimana ada reserve team demi kematangan pemain cadangan, lalu ada pemain cadangan untuk siapa pemain yang tepat dalam kondisi2nya untuk digantikan demi staminanya di pertandingan selanjutnya, lalu ada skema atau taktik permainan yang mempertimbangkan waktu + cara pembuatan peluang + jumlah cukup modal...
apalagi jika melihat balapan formula 1, waktu menjadi sangat penting, sehingga rencana yang matang meletakkan waktu pada porsi yang tepat...
kemenangan tidak bisa tanpa proses pertimbangan, perencanaan, membuat peluang, dan menunggu...
please know, "when the rains come, it's not a thing that you Must through...."
why always MUST..?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar