Selasa, 18 Februari 2014

cintaku bertepuk sebelah tangan?

aku stress full malam ini... kenapa?
mungkin ini masalah besar yang selama ini udah mengendap di alam bawah sadarku dan aku akhirnya terbentuk, ga bisa lari, melemah (mungkin tak berdaya), terjebak, dst... masalahnya adalah cintaku bertepuk sebelah tangan...
hal ini membebani fikiran malam ini ditengah kondisi fisik yang juga cenderung buruk, sebenarnya hal ini sangat menyakitkan, tapi terfikir untuk menulisnya biar aku sendiri lega...

dilatarbelakangi oleh kisah semasa aku kecil, waktu itu adalah kehancuran hati pertamaku dan yang terparah mungkin, itu saat aku masih SD kelas 2(kalo gak salah, yang pasti aku masih kecil banget) dan hari menyakitkan itu adalah ulang tahunku.. ayahku sih kan rumahnya beda, jadi aku datang kerumahnya, kalo gak salah waktu itu aku jalan kaki dan jarak rumah nenek ke sana cukup jauh.. demi apa? demi minta mainan di hari ulang tahunku.. aku ingat aku datang cukup siang dan ayahku itu akan istirahat siang. aku menyingkirkan rasa kecewaku tentang hari ulang tahunku yang mungkin ia lupa, lalu aku datang kesana dengan senyum dan harapan.. ternyata dia memang lupa.. aku meminta mainan power rangers dengan nada rendah, dia tanya berapa harganya, tapi aku minta ditemani membeli bersama.. dia tidak mau.. aku semakin sedih... aku katakan aku tidak tau harganya, lalu dia memberiku uang 20rb dan berkata "untuk apa beli mainan mahal2...?"
aku mau menangis, aku memang melankolis.. ayahku pelit, semua anggota keluarga tau itu, tapi aku tidak mau tau hari itu karena itu hari ulang tahunku... aku terdiam, lalu dia berkata "mau gak? kalo mau ambilah uangnya.." aku ambil uang itu, aku lari tanpa pamit, aku menangis sambil berjalan kaki mencari penjual mainan kaki lima yang menjual mainan power rangers dengan harga segitu.. aku takkan pernah lupa cerita hari itu, dan ayahku tidak mengingat untuk meminta maaf tentang peristiwa itu sejak dulu sampai saat ini..

ulang tahun berikutnya, sudah ada ibu tiri dirumah ayahku, aku datang untuk meminta mainan beyblade yang lagi musim banget waktu itu... sore itu ayahku tidak dirumah, seingatku kakek yang mengantarku, lalu kakek kebaktian kaum bapak dan ayah juga harusnya ibadah, yaa.. bukan itu inti ceritanya...
intinya adalah rumah sepi, aku meminta mainan itu kepada ibu tiriku, namun ia menyarankan untuk minta ke ayah karena ayah yang pegang uang... namun tiba2 aku melihat tumpukan uang di kamar, ketika tidak ada yang melihat, aku ambil uang tersebut, aku lari ke toko mainan dan aku membeli mainanku... aksiku ketahuan oleh nenek karena nenek tidak tau dari mana aku dapatkan mainan baru itu, alhasil.. ayahku marah besar dan mengatakan aku pencuri... (pecuri di rumah ayahnya?) itu sangat buruk dan sejak hari itu aku bertekad untuk tidak meminta hadiah kepada ayahku lagi... di otakku, sedikit yang ia beri, dan aku tak mau banyak luka lagi...!

kelas 4 SD aku sudah cukup ternama di sabang dalam kontes nyanyi, bahkan sempat mendapat harapan 1 di tingkat provinsi disaat lawan2ku lebih dewasa dan teruji.. aku dapat banyak uang, aku habiskan semuanya di depan mata semua orang dengan membeli mainan... kelas 5 aku juara catur tingkat provinsi (itu juga termasuk juara di tingkat kota terlebih dahulu) dan apa yang kulakukan? begitu banyak uang, aku gunakan itu untuk membeli playstation beserta mainan2 lainnya... memang gak bodoh2 amat kalo disekolah, cuma rangking2 bontot, tapi setidaknya aku tau apa yang aku inginkan sudah cukup berhasil kuraih... apa yang ayahku pikirkan saat itu? yang pasti aku menyombongkan diriku dihadapannya saat itu dan tidak memikirkan apa yang ia pikirkan...

famous, disegani, dikenal oleh walikota+gubernur sampe anak2 seusiaku yang terinspirasi olehku membuat aku semakin mantap di SMP sampai SMA, banyak sekali pencapaian yang menakjubkan bagi banyak orang... untuk anak seusiaku, aku dianggap langka, bahkan saat aku pulang dari jakarta membawa nama aceh sebagai utusan yang menyanyi di istana negara dalam rangka hut RI di tahun 2011, aku dengan bangga mengajak keluarga makan bersama... aku beli HP, laptop, seeeeeeemuanya dengan usahaku sendiri, tapi....
aku sangat mencintai ayahku, lebih besar daripada cintaku ke nenek yang sudah merawat aku dari kecil semenjak aku ditinggal ibuku ke khayangan saat aku baru berumur 11 bulan...
aku bisa melawan sama nenek, aku bisa gak dengar nasehat nenek, tapi aku selalu mengalah pada ayahku.. aku ga pernah dipukul tapi aku takut pada ayah, aku berkelahi disekolah dengan jantan, tapi aku mengangis sebelum ada yang memarahiku ketika ayah dipanggil ke kantor kepsek... aku membantu ayahku mengangkati barang dagangan, banyak hal... aku cinta ayahku, yang aku tahu cintaku bertepuk sebelah tangan, tapi aku tulus mencintainya....

alam bawah sadarku tanpa kusadari terkontaminasi dengan sikap ayahku yang tidak mencintai aku (setidaknya tidak melakukan apa yang aku harapakan dan ia mampu lakukuan) ketika aku sangat mencintainya... buktinya,
nenek sangat sayang padaku, tapi aku tak terlalu menyayanginya, aku membantah, dan dia sering jadi marah, kerumah sakit karena darah tinggi, itu gara2 aku..
beberapa wanita menyukai aku, semakin ia menunjukkan cintanya, aku menolaknya... semakin ia tulus, semakin aku tidak mau padanya...
aku malah mengejar wanita yang belum mencintai aku seperti ayahku pada uangnya, bukan padaku yang tulus mencintainya... bahkan yang parah adalah, aku suka wanita cerdas, supaya nyambung dan asik, aku bahkan pernah membuat wanita tercantik di sekolah mencintaiku, ia sangat cerdas, cocok jadi miss indonesia, tapi aku meninggalkannya dengan rasa cintanya yang tulus padaku... wanita itu raisya yang di artikel kisah cintaku, tapi banyak juga wanita yang lain yang pacaran tuh cuma beberapa minggu doang, ( ada yang gak nyampe seminggu..)
waktu itu aku seperti menghipnotis wanita, padalah aku yang butuh hipnoterapi.... aku ingin minta maaf padanya untuk itu, tapi aku takut aku akan membuatnya kecewa lagi..

masalahnya kenapa aku harus jadi cerminan ayahku pada sisi yang tidak baik? dan kenapa orang lain harus terluka?

waktu berjalan lagi, aku kini bersama kuliahku... ayahku dan aku kini berjarak jauh, aku masih punya rasa sentimen terhadap uang, aku belum terlalu banyak berubah, di semester 2 kuliahku cukup hancur karena aku dihantui rasa bahwa kuliah hanya menghabiskan uang, sejak awal aku juga gak pengen kuliah, tapi aku memilih masuk teologi demi ayahku, agar aku gak nakal lagi, agar aku bisa membuatnya senang karena anaknya mau bertobat dan tidak hidup jahat, tapi di semester 2 aku jadi lebih kenal jogja, aku banyak bolos, aku punya banyak uang dari pekerajaanku di luar asrama, aku hepi, tapi ternyata ini melaterbelakangi mengapa aku menulis tulisan ini pagi ini...
ia berubah, ia mencintaiku, tulus, seperti cerminan diriku yang mencintainya dulu... IPsemesterku 1,5 tapi dia tidak marah, dan itu membuat rasa bersalah dalam hatiku, ia mencari uang yang ia cintai itu dan kini ia menghabiskan banyak uang itu untukku, rasa bersalahku makin sulit lunas.. ia berlelah padahal usianya menua... demi aku, demi biaya kuliahku... ini tanggung jawab? aku berani bilang bukan.. aku ingat ia pernah bilang di telpon "kamu belajar aja, papa dukung.. kalo kamu sakit perlu uang kamu kasi tau aja biar papa kirim"

aku takut melukainya, tanpa sadar aku semakin larut untuk main2 dan bukan studi, tapi aku memaksakan diriku, mengeluarkan cost lebih untuk membuat diriku bisa tahan membaca, membuat tugas, banyak usaha yang kupaksakan, aku terus berusaha ketika diriku tanpa sengaja malah ingin berlaku untuk tidak mencintainya seperti aku tidak mencintai wanita yang mencintaiku.... aku tak mudah menyerah, IPsemester naik jadi 1,9 dan bolos sudah sangat berkurang... dan ayahku senang.. dan aku rasa ini udah agak gila.. padahal aku siap untuk berhenti kuliah ketika melihat usahaku melawan kepribadian gandaku hanya berbuah 1,9 saja... ia langsung mengirimkan uang untuk registrasi semester 4 dan aku seudah bayar... saat ini, aku malas kuliah, aku terjatuh....

trauma juga tidak membebaskanku dari urusan wanita, malam ini pun aku dalam kasus yang mirip dimana aku tidak berani bertindak lebih, padahal aku ingin wanita itu menjadi milikku, aku takut aku akan melukainya seperti yang lain... lumayan lama aku mendekatinya, tapi aku ga berani karena aku gak ingin dia kecewa.. aku memberinya kado valentine, ia berterimakasih lalu aku sengaja tak mengambil langkah yang mendekatkan.. aku ragu aku mampu serius dan menjaganya terus sampe mimpi2 indah jadi nyata...
disisi lain aku masih belum bisa membalas ketika ada wanita mencintaiku, itu sebabnya aku tidak ingin ia dan wanita lainnya sampai mencintaiku... mungkin tidak lebih baik seperti ini, tapi aku cukup takut untuk tidak seperti ini... maaf

aku sakit, aku sebenarnya juga gak mau seperti ini, aku gak mau hidupku "gagal", Tuhan, tolong aku...
-MarioWong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar