Kamis, 06 Februari 2014

minggu pertama masuk kuliah (part 3 - bapak yang kejam)

kali ini aku membahas pembicaraan antara aku dan kolin yang usai kebetulan kamis pukul 3.33 pagi... banyak yang kami bicarakan, sejak jam 1.00an dan bahasannya mulai dari kehidupan asrama, kuliah, sampe ke isi kuliah sampe ke Tuhan.. omaygat....

kebetulan kamis ini kita memeng libur karena ga ada jam kuliah, jadi sbenarnya bisa nulis banyak, tapi karena aku masih sayang ama tangan jadi aku akan membahas bagian akhir dari cerita kami aja sih, ceritanya itu sampe di kolin bilang di kuliah TeoPL kemaren pak dosen ngasi pertanyaan:
"kalo ada bencana2 gini, sebenarnya Allah itu sanggup tapi TIDAK MAU, atau tidak sanggup tapi MAU?" itulah yang akan dibahas dalam kuliah tsb..
*kalo gak sanggup ya SHANGGUPIN... :D (iklan dari video acara di tv)

ya memang kalo dipikir2 sebenarnya itu tuh pertanyaan yang belum seharusnya dijawab karena harus diikuti dulu kuliahnya, dosen hanya fasilitator, mengarahkan untuk berfikir, membuka kekritisan, bukan menanamkan bahwa kebenaran adalah A karena bukan seperti itu gaya belajar di duta wacana... kebenarannya menurutku adalah bahwa ada tujuan yang dicari yaitu kita mau tumbuh berkembang ke arah yang seperti apa, dan memampukan kita berargumen yang bisa kita tanggung jawabkan argumennya... (tafsir men..)

cuma, karena aku gabisa ikut kuliah itu karena belum lulus persyaratan, jadi aku mau mencoba berargumen sebagai orang awam yang berusaha menggambarkan apa yang aku pikirkan sehingga aku bisa berargumen sedemikian rupa... jika memilih dari kedua opsi pada pertanyaan tersebut aku akan memilih opsi kedua yaitu gak sanggup, tapi mau...

(loh? apa sih yang Tuhan gak sanggup? Tuhan kan Mahakuasa bin sakti gitu.. eh kok bin? emangnya cowok..?)

*buat yang muslim (kalo baca) aku ga punya maksud negatif apa2, cuma cerita imanku aja nih, dan agamaku ya agamaku, Tuhanku bukan agama ini...

jadi, pilihanku dilandasi pada banyak pemikiran, antara lain peristiwa sodom, pemikiran yang menyatakan bahwa "kemauan lebih besar daripada keterbatasan" dan bentuk "kasih Allah" yang aku yakini..
memang aku gak melihat peristiwa sodom, tapi anggaplah aku nggak kayak Thomas murid Yesus.. (hehe) Tuhan sanggup memusnahkan sodom (dan sudah terbukti), namun pada saat Abraham bernegosiasi dengan Allah, ceritanya Abraham mampu merubah keMAUan Tuhan sehingga ia sempat tidak sanggup untuk memusnahkan sodom.. Allah sadar besar kasihNya Allah pada manusia membuatNya tidak mampu memusnahkan manusia jika mereka bertobat...

(kok Tuhan gak sanggup mengalahkan kemauanNya? padahal lagu aja bilang Tuhan pasti sanggup...!)

nah, ada kemungkinan sebagai "image of God" manusia mendapatkan pula skill Allah yang satu ini, bahwa manusia cenderung melakukan apa yang ia mau, atau mungkin juga manusia memang Allah ciptakan demikian karena sebenarnya Allah juga demikian. (it's like you're my mirror, staring back at me...ohh) atau kemungkinan lain bahwa Allah begitu mengasihi manusia sehingga Allah tidak sanggup memushnahkan karena keMAUan Allah mengasihi manusia...

(trus hubungannya sama judul "bapak yang kejam" apa? makin lama makin jauh aja gak jelasnya, dipertanyaan si pak dosen kan "bencananya ada")

karena bapak itu kejam kali kepintarannya membuat pertanyaan, jadi kepikiran gitu... hehehe...
jadi.. Allah aja sampe datang ke dunia untuk menebus dosa manusia di kayu salib, darahnya men-sucikan manusia dari dosa (katanya) dan kalo percaya trinitas nih, Allah dalam sosok Yesus itu juga punya kuasa banyak loh, Dia sanggup buat melakukan mujizat sakti yang membebaskan diri dari penyaliban, tapi apa yang terjadi? demi keMAUanNya untuk mengasihi manusia Ia menjadi tidak sanggup untuk lari dari peristiwa di golgota... (walaupun sebenarnya di Getsemani sih minta juga cawan berlalu)
bapak yang kejam itu karena Yesus itu kan katanya anakNya yang tunggal, anakNya ini sampe minta supaya jangan disalib gitu, kalo ternyata emang anak, trus Allah gak merasa sakitnya dicambuk dan dipaku, kejam juga ya.. hehe.. berduka katanya kan ya? kan katanya sangking berduka makanya bait Allah terbelah, cuma duka doang? hehe... ya kehilangan anak sih katanya juga berat.. ini katanya siapa ya? apa ada makhluk yang suka bisik2 gitu sampe banyak banget katanya2..? hahaha...

buat diambil pelajaran sih, kita gak perlu kuatir karena dari penjelasan diatas Allah sayang sama kita manusia, dan Allah MAU kita BELAJAR dari peristiwa yang ada.. sodom sudah hancur, bencana yang terjadi mungkin karena Allah gak pengen kita jadi tiang garam, mungkin Allah punya rencana/keMAUan yang belum kita mampu lihat... di sodom, tiang garam adalah konsekuensi kita ketika kita tidak menuruti apa yang Allah MAU dalam kehidupan kita, banyak hal positif yang bisa kita rekayasa ketika melihat karya Allah dalam setiap apapun yang kita lihat, baca, dengar, rasa, dst... menurutku Allah tidak sanggup untuk membatalkan bencana yang kita akan kita alami jika keMAUanNya untuk kita manusia BELAJAR menjadi tidak tercapai...
kata2 bijak... "orang bisa membuat keajaiban karena mau tetap dalam ketekunan yang mengalahkan keadaan.." (dikutip dari buku pesan untuk anakku)

(ini "masih" TeoPL..?)

iya deh.. aku awam, aku ngaku sekali lagi deh biar anti klimax...
-MarioWong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar