melihat sebuah status tanggal 16 february di facebook dosen yang keren itu, aku jadi tersadar bahwa aku terkena "post power syndrome" dan buat yang ga tau barang apa itu, salah satu artikel di kompas menyatakan :
"Secara umum, orang yang mengalami post power syndrome sebenarnya diliputi rasa kecewa, bingung, kesepian, ragu-ragu, khawatir, takut, putus asa, ketergantungan, kekosongan, dan kerinduan. Selain itu, harga dirinya juga menurun, merasa tidak lagi dihormati dan terpisah dari kelompok".
Gejala emosi, misalnya mudah tersinggung, pemurung, senang menarik diri dari pergaulan, atau sebaliknya cepat marah untuk hal-hal kecil, tak suka disaingi dan tak suka dibantah.
Gejala perilaku, misalnya menjadi pendiam, pemalu, atau justru senang berbicara mengenai kehebatan dirinya di masa lalu, senang menyerang pendapat orang, mencela, mengkritik, tak mau kalah, dan menunjukkan kemarahan baik di rumah maupun di tempat umum.
*lebih lengkap di http://kesehatan.kompas.com/read/2010/06/06/18500189/Post.Power.Syndrome
nah, sebenarnya status pak dosen bukan tentang definisi dsb, lebih kayak cerita pengalaman, ditambah dari baca2 kompas itu aku semakin terinspirasi untuk menulis karena dari segi gejala emosi, gejala prilaku, banyak hal yang aku rasa cocok dengan kenyataan di hari2ku..
memang sih biasanya yang mengalami sindrom ini adalah orang tua, yang udah pensiun, mungkin juga aku udah ketuaan di umurku (apaan sih... -_-") soalnyaaa, berikut penjelasannya..
jadi dari pengalamanku sejak kecil yang cukup menyakitkan itu, sebenarnya aku juga cukup berprestasi. faktor utama yang menyebabkan juga mungkin karena kenyataan bahwa aku gak lagi berprestasi, kinerjaku dan kreatifitas menurun dan tak lagi terasah, popularitas dan lingkungan udah beda.
kalo dulu sih karena berkat Tuhan banyak buatku sih ya juga bener, tapi aku juga terdorong oleh keterdesakan dari kreatifitasku (yang liar) dan uang juga bikin otak jadi terpaksa jalan + waktu disediakan + terus mengasah kemampuan.. alhasil, di jogja aku menjalani waktu2 yang udah cukup lama kujalani sebagai orang yang sedang sakit...
kalo dilihat gejala2 emosi dan prilaku, aku sih ga mau ngelak lagi... si penulis kompas kayak tau banget deh.. 5thumb buat penulisnya... ;) karena coba deh dilihat2 lagi, aku nulis ini aja bisa jadi karena aku memang post power syndrome jadi aku gak sadar aku nulis (menceritakan) terkait masa kejayaan saat ternyata aku udah gak lagi sama... maen gitar untuk direkam aja gak lagi persiapan, (dsb) kan udah termasuk gak lagi sama.. tapi aku tuh seolah merasa aku yang dulu itu juga masih aku yang sekarang, mungkin cuma merasa dalam hati, tapi itulah kenapa jadi mudah tersinggung, kadang juga sombong seolah-olah aku masih jago kayak dulu, padahal orang lain bisa jadi terus berkembang tanpa aku tau sampe2 tiba2 aku kaget karena waktu aku mencoba ternyata aku gabisa melakukan apa yang orang (terutama yang aku underestimate-kan) bisa lakukan... (ini nih contoh yang katanya merasa harga dirinya jatoh...)
ngomong2 soal sombong sih sebenarnya aku juga terjatuh dalam hal ini cukup dalam... mungkin di artikel selanjutnya.... sekarang lebih baik tidur atau browsing tempat terapi di intenet...
-MarioWong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar