blog ini berisi curhat, pemikiran, moment, mungkin info, tentang apa yang kulihat, kurasa, dan pengalaman seputar orang lain yang mungkin menginspirasi.
Kamis, 11 September 2014
Teman vs sahabat (tiap kata sangat bermanfaat untuk dibaca karna punya makna)
selamat menyimak!
Sebelum menulis tentang ini, aku mengaku dulu nih.. mengaku bahwa setiap orang punya pendapatnya sendiri termasuk aku tentang apa itu teman, dan apa itu sahabat, beserta perbedaannnya. Tapi ya, mungkin tanpa disadari udah banyak beredar pendapat yang mengatakan bahwa sahabat itu lebih dari sekedar teman, pendapat itupun sepertinya dianut oleh banyak orang, termasuk aku juga sih. Biasanya tu beda kalo kita udah mandang kata sahabat. Rasanya sahabat itu spesial banget gitu.
Aku menyadari bahwa dalam menjalani hidup, secara sadar aku kenal banyak orang, tapi mungkin kemaren-kemaren secara kurang sadar aku memperlakukan orang yang aku kenal itu dengan CUKUP BERBEDA. Kok gitu ya? Menurutku karna aku akan berprilaku lebih baik pada orang yang berprilaku baik juga padaku, aku akan terbuka, percaya dan nyantai juga pada orang yang berlaku demikian padaku. Apa ini yang namanya SAHABAT???
Dari yang aku tulis diatas, diketahui aku berprilaku baik ke orang yang baik, berarti aku berprilaku lebih baik kepada yang lebih baik, dan berprilaku spesial buat orang yang spesial. Sahabat kan spesial tuh, jadi kalo mau jadi sahabat, berlaku dahulu lebih baik dahulu sampai tingkat “spesial” (ini yang selama ini aku anut/ opini pribadi/ asumsi/ my subjectivity of them)
Aku tiba2 merasa tertantang karena kata-kata sahabat bisa dipercaya, sehingga aku memilih 11 narasumber di angkatanku untuk aku wawancarai ttg sahabat ini. 11 orang yang kupilih adalah orang yang aku percaya, sebenarnya ada narasumber lain yang aku rasa layak. Syaratnya si narasumber adalah ANAK THEOLOGI JUGA, orang yang kami melewati banyak waktu bersama, dan yang aku mengangap masing2 adalah sahabat bagiku.
Lha terus buat apa aku wawancara? Karena aku setuju pada ungkapan “aku perlu mengenal fakta, bukan hanya terus mengandalkan opini pribadiku.” Fakta yang ingin aku ketahui saat ini adalah apa sih teman? Apa sahabat? Menurut kamu? Aku mungkin perlu koreksi eh upgrade deh yang lebih tepat ttg opini pribadiku, soalnya ada loh orang yang pernah kecewa ama sahabatnya, karena dia anggap orang itu sahabat tapi malah menipu, atau nusuk dari belakang, atau ngerebut pacar (pacarnya aja tuh yang mau-an) atau malah lupa kalo ada temen baru, dst.
Kalo dibilang tulisan ini iseng, aku ga setuju! Karena tulisan ini berperan banyak dalam memperbaiki diriku. Tapi waktu wawancara (entah karna ini pengalaman pertama) telak kayak orang isengaku disitu. Hahaha.. wawancara orang yang aku anggap sahabat sih ga terlalu susah, minimal aku ngomongnya lancar lah... tada! Hasilnya unik banget.. aku merasa melihat prespektif orang itu menarik banget loh..! aku banyak belajar dari mereka, pendapat mereka semua benar walaupun beda, dan mereka memberi aku banyak pertimbangan untuk mendefinisikan sahabat secara baru. Narasumber wawancaraku itu sepakat denganku bahwa mengetahui (atau paling tidak semakin dekat dengan) fakta itu penting, bukan hanya opini pribadi saja yang berperan (dalam menilai sesuatu) dan sebagian besar dari mereka juga berpendapat sepertinya aku orang yang bisa jaga rahasia (aku anggap itu sama seperti dapat dipercaya) tanpa basa-basi lagi, berikut hasil yang bisa kupetik dari mereka.
Teman.
setelah aku membaca hasil wawancaraku, hampir semua dari mereka menganggap orang yang mereka kenal adalah teman. Teman itu sebatas sapaan, orang yang bisa berbagi (hanya) suka bersama, tidak atau munkin belom punya keinginan untuk jadi “lebih dekat” (sepertinya memang ada titik batas kedekatan tertentu ssehingga seseorang bisa dianggap lebih dari teman) sehingga intensitas komunikasi menjadi salah satu faktor yang menaikkan status dari teman jadi lebih. Ada pula yang menambahkan kalo teman itu ga bisa diajak wkt sedih (ga bisa diandalkan) Cuma umum banget hubungannya, dst.
Sahabat.
(ini bakal lebih panjang, tapi simak aja) pada mulanya intinya tetap sahabat itu bukan sekedar teman! Sahabat itu lebih! Tapi juga ga ada yang bilang sahabat itu pake kata “always listening, always understanding” tapi, sahabat ya lebih dalem mengenal pribadi kita, lebih akrab, kita bakal menghabiskan lebih banyak waktu dengan dia juga karena dia itu emg dekat dan hadir di banyak saat dalam hidup kita baik saat suka maupun sedih sahabat itu emg hadir dalam hidup kita dan berjalan bersama. Dia ga lelah untuk peduli, dia ga menghilang kalo kita susah..! Sahabat itu bisa dipercaya, jadi kalo mau cerita apa aja bisa, bisa lebih terbuka, semua bisa kita bagi ke dia, dia juga negur kalok demi kebaikan kita, ngebantu kita jika kita butuh dan dia itu bisa diandalkan, dan yang pasti sahabat itu ngerti kita! Dalam persahabatan juga ada cintanya, kadang kita cemburu kalo sehabat kita pergi sama orang lain. Sahabat itu begitu khusus, SUSAH nyari sahabat! Dan satu hal yang memang ingin aku angkat dan udah disebutkan oleh salah satu narasumberku itu bahwa BEGITU PULA SEBALIKNYA. Yang aku tangkap maknanya adalah kita akan menganggap seseorang sahabat, memperlakukan ia spesial seperti orang yang melebihi batas kedalaman teman jika dia juga sama terhadap kita.
Saatnya berdialog dengan itu! Saksikan dialognya di part 2 (lanjutan)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar