pendahuluan : kemarin aku ingin menulis ini, tapi berhubung aku tertidur hampir 16 jam maka aku menuliskannya sekarang... tulisan ini sesuatu tentang perjalanan... perjalanan yang sebagian besar berisi penantian.... sebuah cerita dibalik ciptaan Tuhan, dan kehendakNya yang juga bisa menyenangkan, indah, dan patut disyukuri penuh sukacita....
sabtu pagi, tibalah waktu berkualitas bagi para anggota perwalian pak Budyanto (dosen fak.teologi UKDW) sebab kami sepakat untuk pergi rafting di sungai Ello - magelang hari itu... perjalanan terlihat baik2 saja, di mobil yang kunaiki bersama 3 teman dan pak dosen yang mengemudi kami berbicara sangat akrab dan tak sungkan, padahal sebelumnya ya nggak segitunya juga, antara kami ya ngobrolnya ga semua sampe level akrab tanpa sungkan.. dimana letak pagar yang tak kelihatan itu?
oiya, jadi kami menempuh perjalanan menggunakan 3 mobil, pesertanya 21 orang, dan ketika 2 mobil tiba kami berfoto bersama, sedikit menyanyikan lagu bersama, lalu ketika semuanya tiba kami diantar dari tempat pertemuan kesungainya, sebelum turun ke sungai kami berfoto bersama, setelah dari sungai kami makan bersama, sharing, dan dalam sharing terungkaplah indahnya acara kebersamaan ini... aku berfikir, sepertinya sebelumnya tak se-spesial ketika kami bersama... dimanakah letak pagar yang tak kelihatan itu?
ketika makan dan sharing hujan turun dan belum berhenti sampai kami memutuskan untuk pulang... untuk itu kami perlu payung, kami punya 3 payung dan aku menjadi salah satu orang berpayung yang mengantarkan teman2 kedalam mobil dan menjemput yang lain... diakhir penjemputanku, tersisa 2 orang dan salah satu dari mereka memegang gitar. aku tersenyum ketika mengetahui tinggal 2 orang tersisa, yang kulihat mereka ngobrol sambil menunggu dan ketika aku sampai aku agak terabaikan... lalu aku berkata "somebody, gue nge-jemput nih..!" aku merasa merasa aneh ketika orang yang memegang gitar memberikan gitarnya kepada yang tidak memegang dan mempersilahkan orang yang tadinya tidak memegang gitar itu untuk mendahuluinya.. beberapa detik aku berjalan aku mendengar nada berbentuk kata somebody dari arah orang yang tadi memegang gitar..
kenapa aku merasa aneh? karena saat itu aku melihat mikro ekspresinya, dan aku berasumsi.. namun disamping itu disaat itu aku berfikir sambil berjalan (skill pribadiku itu untuk memecah pikiran ketika sedang melakukan sesuatu.. hehe) kenapa ia mempersilahkan temannya yang tidak memegang gitar untuk lebih dulu? mungkin karena dia orang yang tidak terlalu ambisius untuk mendahulukan dirinya sendiri.. pertanyaan selanjutnya kenapa dia menyerahkan gitar kepada temannya..? padahal gitar itu penting untuk dilindungi dari basah..! mungkin karena ia percaya temannya lebih mampu melindungi gitar... tapi kan sebenarnya aku yang melindungi dengan payungku, apa dia tak percaya aku mampu melindungi dia berikut gitar yang ia pegang? aku akan melindungi dia kalau dia mau berjalan bersamaku..! dimana letak pagar yang tak terlihat antara aku dan si pemegang gitar itu?
kenapa pagar??? karena pagar membatasi, padahal ketika kami tak terbatasi menjadi bersama, kami bisa merasakan sesuatu yang lebih, bahkan lebih bahagia dari biasanya... aku ingin sekali mencabut pagar itu.. aku ingin terus merasakan kebahagiaan dari kebersamaan... tapi aku tidak tahu dimana, karena pagarnya tidak kelihatan, MATAKU RUSAK..
saat ini aku bertanya dimana, karena mungkin orang lain tahu, atau bisa melihatnya...
sekaligus mengundangnya untuk mencabutnya bersama jika aku tak mampu mencabutnya sendirian...
-MarioWong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar