Selasa, 29 September 2020

Rumit

 Hidup itu serupa cerita yg rumit. Didalamnya ada beberapa cara pandang umum yg mungkin kalo rasanya benar, padahal ada cara pandang umum lainnya yg rasanya bener juga walaupun bertolak belakang dengan cara pandang umum yg sebelumnya. Misalnya...


manusia harus berjuang dalam hidup, ga bisa berharap pada orang lain, harus mandiri, dst


Manusia itu gabisa hidup tanpa orang lain, manusia makhluk sosial, jangan egois, kepentingan umum lebih penting, dst.


Agak bertolak belakang bukan? Waktu aku belajar cara membuat gitar, aku belajar yang namanya "kompromi" karena di membuat gitar pun hal yg mirip seperti itu terjadi. Contohnya..


Semakin konstruksi kayunya dibuat besar dan kuat, suara yg dihasilkan semakin kecil, padahal gitar yg bagus harusnya yg suaranya terdengar jelas, lantang, dan mungkin bervolume suara cukup keras.


Semakin konstruksi kayunya dibuat kecil, gitar semakin sulit menahan kerasnya tegangan tarikan senar dan konstruksinya lebih mudah hancur, rusak, dan terasa rapuh.


Para pembuat gitar berusaha berkompromi bagaimana cara mencari titik yg sedemikian seimbang supaya gitar tidak rapuh dan cukup untuk menahan tegangan tarikan senar, namun juga tidak besar sehingga bisa menghasilkan volume suara yg lebih keras, jelas, dan kadar rasa yg tepat untuk dimainkan.


Berdasarkan hasil kompromi itu, terciptalah  gitar yg memilik bentuk konstruksi seperti yg sekarang ada. Berdasarkan pengalaman, bentuk konstruksi ini tahan uji. seiring waktu bentuk konsrtuksi ini punya umur yg cukup panjang untuk menahan tegangan senar, tidak rapuh, menghasilkan suara yang baik, dan rasanya tepat (mungkin nyaman) untuk dimainkan.


Alat2 musik yg terkenal memiliki kualitas terbaik yg ada di bumi saat ini contohnya biola stradivari, gitar martin atau taylor, atau merk terkenal lainnya bisa sampai dikenal memiliki kualitas itu karena melewati berbagai macam proses kompromi itu. Namun tidak hanya kompromi itu saja, banyak proses lain yg kalo aku simpulkan nama proses itu adalah inovasi.


Inovasi dilakukan dengan harapan melahirkan kualitas yg lebih baik, namun pada prosesnya tidak semua inovasi berhasil baik dan mudah untuk dilakukan. Banyak dari mereka yg menghasilkan kualitas yg lebih baik setelah melakukan berbagai macam pembelajaran, membuat ekperimen, banyak pengorbanan, melewati banyak kegagalan, mengalami kerugian, merasa perjuangannya sia-sia, kesulitan mendapatkan pertolongan, bahkan ada yang  setelah berusaha sedemikian rupa hasilnya malah penolakan.


Waktu demi waktu berlalu, inovasi yang hasilnya baik membawa kehidupan ke keadaan yg lebih baik juga. Inovasi menjawab masalah, menjadi solusi, dan banyak kegagalan atau kesulitan yg tidak perlu untuk dialami lagi karena inovasi. Tapi ternyata inovasi belum tentu lahir dalam waktu singkat, butuh waktu lebih dari umur hidup manusia sampai inovasi melahirkan produk dengan kualitas sebaik sekarang ini. Hidup satu orang saja tidak cukup, inovasi yg diwariskan pun belum tentu cukup dan masih punya kemungkinan untuk dikembangkan lagi. Bahkan lebih parahnya lagi, kesulitan yang lain juga datang, kesulitan di level selanjutnya. Kesulitan yg mungkin disebabkan karena justru ada banyaknya inovasi yg hasilnya baik. 


Kesulitan yg seolah besar sekali karena biasanya hidup tidak harus se-sulit ini. Kesulitan yg datang karena harusnya manusia tidak boleh gagal lagi karena situasinya tidak seperti yg dialami oleh kaum primitif. Kesulitan yg datang karena banyak inovasi memampukan manusia untuk menghasilkan lebih banyak walaupun melakukannya sendiri, maka salah rasanya jika membutuhkan orang lain. Bahkan kesulitan yg datang karena pandangan orang lain yg membuat manusia malu dan harus berusaha memperahankan supaya harga dirinya bisa tinggi.


Banyak sekali kesulitan, bermacam ragam bentuknya, beberapa menghadirkan ketakutan, beberapa membunuh tekad, beberapa menghambat inovasi, beberapa butuh waktu yg sangat panjang sampai bisa lahir inovasi yg mampu menjadi solusinya. Beberapa menghasilkan kegagalan untuk orang yg mencoba mengatasi kesulitan itu.


Hidup itu serupa cerita yg rumit, yg bahkan sampai seseorang mati pun belum tentu kerumitannya berakhir.


-MarioWong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar