Minggu, 06 September 2020

Apa orang sepertiku ini pantas dicintai seseorang?

Kalo aku ingat2 diriku, yang lebih teringat hal negatifnya. Belum tentu karena aku ini kurang optimis, tp mungkin karena hal negatif yg ada padaku membungkus pengalaman, kekecewaan dan kesan yang lebih mendalam dan jauh banyak bertumpuk di hati dibanding banyaknya bungkusan gembira.


Judul di atas mulai terpikirkan untuk ku tulisan mungkin gara2 tulisanku "trilogi sebelum tidur" ku terbitkan. Terpikikannya baru2 ini, tapi terasanya mungkin sudah sejak lama. Perasaan ini sangat terasa pada pengalaman aku ngga berani mengungkapkan perasaanku ke perempuan yang aku sukai, dan pada saat aku menulis tentang "petualangan dalam pasar kembang" karena jujur saja, sebelum tiba di jogja keperjakaanku pun sudah lepas ke tangan penjual "jasa pengalaman berhubungan badan" waktu itu. Aku akan tuliskan tentang pengalaman ngga berani menungkapkan perasaanku ke perempuan yang aku sukai dulu.


Blog ini berisi tentang pemikiranku kan, kebetulan salah satu hal yang paling sering kupikirkan saat menulis adalah "hubunganku dengan perempuan itu" yang potongan2 detilnya banyak yang sudah aku publikasikan di blog ini. Sepertinya, aku merasa aku tidak pantas dicintai oleh orang terutama oleh perempuan itu. Mungkin karena untuk mataku dia terlihat seperti sesuatu yg begitu spesial.

...

Bayangkan dalam hujan yang deras, airnya terasa menyerangku yg sedang tersesat di dinginnya hutan dan hanya memiliki payung kecil. Lebih mudah mana? Merasa harus bertahan atau merasa tak berdaya?

...

Dialah hujan deras itu, walau butuh akan nikmatnya air tapi juga bisa malah terasa menyerang kalau airnya terlalu banyak. Sedang tempat kami bertemu adalah hutan dimana aku merasa tersesat. Disana, aku kehilangan arah. Walau aku tak dibutakan total olehnya, namun jarak pandangku sangat berkurang, bahkan disetiap aku meihat, di hutan itu aku tidak melihat harapan yang terang. Beruntung aku masih punya payung kecil.

...

Ditengah situasi itu, disaat mungkin lebih mudah untuk merasa tak berdaya, bagaimana mungkin aku berfikir mendapat cinta dari hujan? Bahkan kalau setelah dia berubah menjadi cuaca cerah yang mampu menuntunku menemukan harapan, bisa jadi aku tetap terdampak hujan itu. Lemah dan tetap tertutup payung kecil seperti saat hujan itu masih belum reda. Dampak "damage" nya mungkin meresap menembus kulitku dan mentalku. Membuatku demam dan berfikir aku tak berdaya. Jarak pandangku tetap rendah.

...

Bahkan setelah dia berubah menjadi cuaca cerah, aku mungkin bisa tetap tak menyadari bahwa dia sudah berubah. Bukan itu saja. Bagiku Sejatinya dia memang hujan deras. Jika aku dicintainya dan dia berusaha berubah menjadi mereda bahkan sampai jadi cuaca cerah, bisa jadi dia mencintai orang yg salah ketika aku tidak menyadarinya.


Sungguh tulisan yang berupa penggambaran yg dramatis, tapi jujur mungkin memang se-dramatis itu yang aku rasakan. Rasa pedas sambal yg sama bisa terasa sangat pedas di orang tertentu kan?


Mungkin bagi banyak orang, sambal yg mirip ini atau bahkan sambal yg sama dengan yg kucicip rasanya tidak se-pedas itu. Tergantung orangnya. Lanjut kenapa aku bertanya "apa orang sepertiku pantas dicintai seseorang?" di bagian kedua yaa.. Bahasannya tentang bungkusan2 hal negatif lainnya yang mudah2an ada manfaatnya. Hahaha... Ciao!


-MarioWong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar