Aku yakin masuk akalku ketika akhirnya dia pilih orang lain. Tp aku tetap mencari kabarnya, melihatnya dari jauh, dan yang terparah..... Aku gak rela dia berubah karena cowok itu. Dia Mulai memalu, jadi kemayu, lemah, dan menurutku hampir bodoh. Bahkan dia tak lagi bisa membedakan cinta (yg semacam kata benda/noun) mencinta (yg semacam kata kerja/verb) dan mengira dia memiliki kata kerja. Aneh gak sih "memiliki kata kerja?"
Aku yakin gara2 dia mengira dia memiliki kata kerja itulah aku mencintainya. Lho?
Maksudku dari tulisan dia yg aku baca, dia ga membedakan mana LOVE yang love=mencinta, dan mana love=cinta dan banyak love2 yg aneh lainnya juga di tulisan dia.
Bertahun aku mencintainya, mungkin tanpa dia mengerti, lalu tanpa dia peduli, tanpa terbalas manis, tanpa bertemu, dan bahkan dengan aku yang mengerti situasinya aku tetap melakukan tindakan mencintai.
Mencintai bukan tentang memiliki rasa di hati, mencintai itu kata kerja. Tindakan mencintaimu Masih terus kukerjakan. Tapi kini aku tak punya rasa cinta di hati. Aku takut terluka. Selama ini aku sendirian dalam hatiku, gelap kedap cahaya, terkunci karna takut dia datang melukai. Aku tak terluka, aku takut padamu.
Kau pasti pernah melihat orang (kebanyakan tua) yang mencintai, melakukan tindakan mencitai yang bisa dilakukan bahkan walau dengan banyak keterbatasan, padahal mereka ga memiliki rasa seperti saat jatuh cinta.
Rasa itu sudah beda. Yaa.. Mungkin yg dimiliki berubah rupa menjadi tanggung jawab, atau empati, atau mungkin cuma waktu rindu, atau hal lain, bahkan ada yang beban moral, tapi mereka tetap melakukannya. Mereka tetap mencintai.
Mereka yang mencintai uang saja belum tentu karena memiliki cinta terhadap uang, bisa jadi karna memiliki kerakusan, atau memiliki kebiasaan hemat, atau mungkin pekerja keras, dll.
Pada akhirnya aku tak bisa mencintai perempuan lain, aku masih disini, di masalah yang sama, di ketakutan untuk terluka.
Pada akhirnya pula, mencintai bukan tentang memiliki cinta maka mampu mencintai.
Pada akhirnya pula, aku tak tau apa yg kumiliki tentangmu selain ketakutan, mungkin ada yang lain. Dan aku terperangkap belum bisa berhenti mencintaimu.
Dalam hati aku menunggu sesuatu mendobrak pintu hatiku yg terkunci sehingga di kegelapan itu setitik cahaya saja terasa menggembirakan. Kuharap yang mendobrak menarik tanganku karna aku sekarang merasa tak berdaya untuk mengatasinya dgn kekuatanku sendiri.
-Mario Wong
Inilah aku saat ini, sejujur dan berusaha melihat sejelas mungkin mencoba menyembuhkan trauma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar