Jumat, 24 Agustus 2018

Begin with the END in mind (part 1)

Tulisanku kali ini ternyata terlalu panjang, makanya aku upload terpisah menjadi 2 bagian. (makin jago nulis aja aku ya... Hahaha)

Ini sebuah tulisan tentang apa yg kubaca dari buku "7 habit for highly effective teen" karya sean covey. Tulisan ini hanya semacam buah perenungan, atau mungkin khayalan yang mungkin bisa memberikan ide tentang apa yg akan aku lakukan kedepan sebelum aku mati.

"Lusa aku mati." Ahh, sepertinya walau kita nggak memohon supaya kita besok masih hidup, alam bawah sadar kita menyimpan harapan untuk tetap hidup besok, jadi kalo matinya lusa mungkin alam sadar kita merasa oke. Walau demikian, ungkapan "lusa aku mati" menyiratkan bahwa masih ada besok untuk melakukan yang ingin dilakukan.

2 hari terlalu sedikitkah untuk sisa hidupmu? Bagaimana jika setahun? Mari berkhayal untuk punya 1 tahun (walaupun mungkin 2 hari lagi ternyata kamu mati beneran. Hahaha) maka apa yg akan kamu lakukan dalam setahun itu?

Apa akan bersenang-senang lalu mati? Atau ber-amal lalu mati? Atau mencari uang sebelum mati untuk orang ditinggalkan? Apa kamu berkarya? Apa kamu menikah sebelum mati jika belum? Atau kamu bertapa?

Kalo aku, dalam khayalku aku rasa yang paling ideal untukku adalah menjual barang2ku, menyisakan gitar, buku kosong dan alat tulis, beberapa benda tajam untuk bertahan hidup, dan bersama seekor anjing dan tinggal di pegunungan.

Kenapa?
Pertama, Aku ingin meninggalkan orang sebelum aku mati. Jadi waktu aku mati gaada beban karna meninggalkan orang yang aku sayangi.

Kedua, aku suka kesunyian itu. Dalam khayalku aku mungkin lebih banyak menjalani hidup vegetarian yang sehat, membangun tempat perlindungan kecil atau mungkin mencari goa supaya ga basah.

Ketiga, disanalah aku punya banyak waktu untuk berinteraksi kepada Tuhan. Kok kepada? Katanya sih interaksi dengan tuhan itu seperti satu arah, ketika kita menuju dia kita tidak merasakan dia menuju ke kita pada saat yang sama, begitu juga sebaliknya kita mensyukuri interaksiNya setelah interaksi dariNya terjadi.
Digunung itu aku kurang terdistraksi oleh hasrat untuk melakukan hal selain berinteraksi kepada Tuhan.

Ternyata....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar