Kamis, 09 Agustus 2018

Living to the fullest

Aku baru saja membaca tulisan yang bagus tentang point of view (yg kuterjemahkan point of view itu adalah sudut pandang. Bukan genre film porno) dan blog tersebut mengusung tema living to the fullest.

Menariknya yg kupelajari sang penulis tidak melihat bahwa dirinya lengkap. Namun Tuhanlah yg melengkapi. Dirinya tidak mampu, Tuhanlah yg memampukan.

Aku menyukai tulisan itu. Bagiku itu benar. Lalu....

Aku hanya bertanya, bagaimana cara Tuhan melengkapi dan memampukanmu? Cobalah tebak. Tebak saja, tak harus tepat.

Dan mari kita hidup dalam kepenuhan. Hari penuh jika ada siang dan malam. Tahun penuh dan didalamnya ada hujan dan kemarau. Umur penuh dan didalamnya ada kebahagiaan dan kedukaan.

Begitu banyak gembira, hanya duka lebih tertanam di hatiku, mungkin juga hatimu. Mari hidup dalam kepenuhan

-MarioWong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar