aku rasa masih banyak pekerjaan yang tidak mampu memfasilitasi orang untuk bekerja sebagai bermain.. kerja dianggap tanggung jawab yang serius dan permainan dianggap hiburan diluar pekerjaan. padahal sih kalo maen game mau macem apa pun gamenya bahkan yang "enteng" banget kayak flappy bird juga bikin orang maen lebih lama daripada waktu dia kerja...
pandangan semacam ini juga membuat beberapa dari kita merasa kerja sebagai beban,sehingga orang berkata bukan hal yang mudah untuk mampu bekerja. aku sendiri juga tak luput dari hal yang sama, aku pernah membayangkan gimana kalo orang bekerja seperti ia dalam suatu simulasi game? kan sama aja, tinggal membuat game-nya itu yang perlu dipikirin gimana caranya...
tapi sebenarnya bukan game yang jadi poin utama, tapi apa yang ada didalam game itu sendiri.. pernah gak sih kita nanya, "kok game menarik banget ya?" sebenarnya kan ga semua game menarik buat semua orang, contohnya aja game sepak bola, banyak tapi ga semua orang suka.. intinya sih lebih ke variasi game yang menyentuh kebutuhan selera kita masing2...
berhubung aku baru balik dari gedono (desa di salatiga) yang cukup terpencil, aku mempelajari para suster yang bekerja disana sesuai dengan aturan yang diharuskan oleh gereja pada dirinya... mereka punya bagian pekerjaan masing2, beda2, dan saling melengkapi... masalahnya, mereka cukup terisolasi (atau mungkin menciptakan image yang demikian..) namun mereka merasa nyaman, harusnya sih bosan, tidak mudah, aktifitasnya terlalu monotone dan kurang improvisasi.. mereka lebih hidup berdasarkan "order" bahkan untuk hal yang mereka akan baca, akan tahu, akan lakukan, semua ditata oleh sang penata "pencipta dunia baru" bagi mereka yang telah memilih ini.. tapi semua mereka lakukan bukan sebai orang yang bodoh, tapi karena mereka memiliki latar belakang yang mendorong mereka untuk berkata bagi dirinya sendir bahwa "Tuhanlah segalanya" dan motivasi diri lainnya, serta pengalaman-pengalaman tertentu sehingga diri, tubuh, kinerja, apapun, semuannya ia serahkan bagi Tuhan lewat pengabdiannya disana... ia tak merasa rugi mungkin, walaupun harus banyak melakukan kegiatan yang ketat... serta kesadaran bahwa harus melawan diri setiap hari, memilih hal yang bai setiap hari, mempertahankan diri untuk tetap baik di hadapan Tuhan, dan Cinta terhadap sesama membuat mereka setia mereka tetap kokoh... dan ceria dalam kemenarikan tersendiri terkait gaya hidup petapa... hampir sama seperti orang yang bermain mengikuti rules of the game setiap hari sampai mati dengan menghayati kenikmatan permainannya sambil belajar terus...
pilihlah game dan terima rulesnya.... :)
-MarioWong
blog ini berisi curhat, pemikiran, moment, mungkin info, tentang apa yang kulihat, kurasa, dan pengalaman seputar orang lain yang mungkin menginspirasi.
Minggu, 30 Maret 2014
Rabu, 19 Maret 2014
banyak meneliti -> banyak informasi -> bisa mengerti -> tidak ngasal binti semena-mena
fanatisme terhadap keyakinan tertentu bukan menjadi alasan yang tepat untuk menutup telinga terhadap hal yang mempertanyakan...
kemungkinan selalu ada beserta resiko, seperti 2 sisi koin, hidup ini real dan kenapa kita menolak realistis terhadap ketidak-mampuan? bukan untuk ditutupi, tapi untuk dilatih... bukankah itu isyarat bahwa dibutuhkan waktu untuk berlatih?
Victory Loves Preparation.
hati bukan untuk menyimpan rasa curiga...
kenapa kita takut? kenapa kita tidak melihat hidup sebagai pembelajaran yang dicatat? (kalo gak dicatat ya lupa) catatan rasa sakit di hati bisa jadi sangat banyak, "level diri" yang lebih tinggi logikanya memiliki pula hati yang lebih besar dan catatannya lebih banyak... kenapa kita curiga terhadap pertimbangan yang dilandaskan pada catatan pribadi? kenapa kita mencegah jika kegagalan akan menambah catatan untuk dipelajari?
Life is the most potential things to be somethings....
optimisme bukan alasan menutup mata dari pertimbangan...
coba lihat pertimbangan yang baik, waktu tak lupa untuk ditempatkan dalam porsinya yang tepat...
contoh yang kelihatannya simpel bisa kita dapat dari strategi pelatih sepak bola, dimana ada reserve team demi kematangan pemain cadangan, lalu ada pemain cadangan untuk siapa pemain yang tepat dalam kondisi2nya untuk digantikan demi staminanya di pertandingan selanjutnya, lalu ada skema atau taktik permainan yang mempertimbangkan waktu + cara pembuatan peluang + jumlah cukup modal...
apalagi jika melihat balapan formula 1, waktu menjadi sangat penting, sehingga rencana yang matang meletakkan waktu pada porsi yang tepat...
kemenangan tidak bisa tanpa proses pertimbangan, perencanaan, membuat peluang, dan menunggu...
please know, "when the rains come, it's not a thing that you Must through...."
why always MUST..?
kemungkinan selalu ada beserta resiko, seperti 2 sisi koin, hidup ini real dan kenapa kita menolak realistis terhadap ketidak-mampuan? bukan untuk ditutupi, tapi untuk dilatih... bukankah itu isyarat bahwa dibutuhkan waktu untuk berlatih?
Victory Loves Preparation.
hati bukan untuk menyimpan rasa curiga...
kenapa kita takut? kenapa kita tidak melihat hidup sebagai pembelajaran yang dicatat? (kalo gak dicatat ya lupa) catatan rasa sakit di hati bisa jadi sangat banyak, "level diri" yang lebih tinggi logikanya memiliki pula hati yang lebih besar dan catatannya lebih banyak... kenapa kita curiga terhadap pertimbangan yang dilandaskan pada catatan pribadi? kenapa kita mencegah jika kegagalan akan menambah catatan untuk dipelajari?
Life is the most potential things to be somethings....
optimisme bukan alasan menutup mata dari pertimbangan...
coba lihat pertimbangan yang baik, waktu tak lupa untuk ditempatkan dalam porsinya yang tepat...
contoh yang kelihatannya simpel bisa kita dapat dari strategi pelatih sepak bola, dimana ada reserve team demi kematangan pemain cadangan, lalu ada pemain cadangan untuk siapa pemain yang tepat dalam kondisi2nya untuk digantikan demi staminanya di pertandingan selanjutnya, lalu ada skema atau taktik permainan yang mempertimbangkan waktu + cara pembuatan peluang + jumlah cukup modal...
apalagi jika melihat balapan formula 1, waktu menjadi sangat penting, sehingga rencana yang matang meletakkan waktu pada porsi yang tepat...
kemenangan tidak bisa tanpa proses pertimbangan, perencanaan, membuat peluang, dan menunggu...
please know, "when the rains come, it's not a thing that you Must through...."
why always MUST..?
Minggu, 16 Maret 2014
ayam potong yang disuntik biar cepet gede
aku ini orang yang dipaksakan oleh harapan....
aku kini orang yang menanggung banyak dilema dan kecewa...
aku ini bukan yang keinginannya didengarkan dan dipertimbangkan untuk dituruti hanya karena harapan...
aku kini bingung dalam usia yang belum mencapai level yang kujalani, namun merasa bersalah terhadap tuntutan harapan yang tidak ingin mengerti...
aku diberi pilihan yang tidak aku inginkan, tapi aku memilihnya dalam alasan cintaku yang kuat pada si pemberi pilihan...
aku bodoh, dan pengecut yang tidak berani mempertahankan diri dari siksa orang yang menindasku dengan harapan2nya...
aku ini tidak ingin merasa terpaksa, seperti ayam potong yang disuntik atau sapi gelondongan...
aku ingin bisa merasakan nikmatnya hidup tanpa beban mental, aku kini tak mampu berjalan dibawah awan gelap bersama hantu-hantu...
tapi aku memaksakannya, aku selama ini terus berjalan walau menabrak,,,
aku berusaha, orang yang tidak meneliti tentang apa yang terjadi, hanya menyalahkan aku ketika sampai kabar bahwa aku merusak benda-benda yang kutabrak ketika berjalan..
tak lebih dari kebaikan dan kebahagiaan si pengharap yang aku perjuangkan, lalu aku dikecawakan oleh cinta...
dewasa juga masalah usia, kematangan, dan aku dibandingkan dengan buah manis yang sudah tua ketika aku masih kelat...
aku kini tak berguna jika bersedih, orang lain juga tidak tahu itu dan apa penyebabnya...
larangan hanya akan menambah luka, biar hujan kini melarutkannya bersama debbu vulkanik dijogja....
dan aku nanti adalah hasil dari prjuanganku melawan hidup yang orang tak mengerti...
yang mungkin hasilnya nanti untuk dikasihani, bukan dimaknai...
rasa sesal tak mengobati, air mata dan simpul tali yang bergantung dipohon tinggi dapat kubayangkan ada padaku.... atau mungin jurang terjal untuk tak ditemui....
terimakasih untuk semua yang telah diberi... Tuhan mendidik kita melalui tekanan...
selamat menikmati level ini, atau mungkin level selanjutnya untuk kita semua masing-masing...
-MarioWong
aku kini orang yang menanggung banyak dilema dan kecewa...
aku ini bukan yang keinginannya didengarkan dan dipertimbangkan untuk dituruti hanya karena harapan...
aku kini bingung dalam usia yang belum mencapai level yang kujalani, namun merasa bersalah terhadap tuntutan harapan yang tidak ingin mengerti...
aku diberi pilihan yang tidak aku inginkan, tapi aku memilihnya dalam alasan cintaku yang kuat pada si pemberi pilihan...
aku bodoh, dan pengecut yang tidak berani mempertahankan diri dari siksa orang yang menindasku dengan harapan2nya...
aku ini tidak ingin merasa terpaksa, seperti ayam potong yang disuntik atau sapi gelondongan...
aku ingin bisa merasakan nikmatnya hidup tanpa beban mental, aku kini tak mampu berjalan dibawah awan gelap bersama hantu-hantu...
tapi aku memaksakannya, aku selama ini terus berjalan walau menabrak,,,
aku berusaha, orang yang tidak meneliti tentang apa yang terjadi, hanya menyalahkan aku ketika sampai kabar bahwa aku merusak benda-benda yang kutabrak ketika berjalan..
tak lebih dari kebaikan dan kebahagiaan si pengharap yang aku perjuangkan, lalu aku dikecawakan oleh cinta...
dewasa juga masalah usia, kematangan, dan aku dibandingkan dengan buah manis yang sudah tua ketika aku masih kelat...
aku kini tak berguna jika bersedih, orang lain juga tidak tahu itu dan apa penyebabnya...
larangan hanya akan menambah luka, biar hujan kini melarutkannya bersama debbu vulkanik dijogja....
dan aku nanti adalah hasil dari prjuanganku melawan hidup yang orang tak mengerti...
yang mungkin hasilnya nanti untuk dikasihani, bukan dimaknai...
rasa sesal tak mengobati, air mata dan simpul tali yang bergantung dipohon tinggi dapat kubayangkan ada padaku.... atau mungin jurang terjal untuk tak ditemui....
terimakasih untuk semua yang telah diberi... Tuhan mendidik kita melalui tekanan...
selamat menikmati level ini, atau mungkin level selanjutnya untuk kita semua masing-masing...
-MarioWong
Senin, 10 Maret 2014
Foto... (sebuah puisi?)
benda yang ini menyimpan pesan, kenangan, cinta, sejarah, informasi, sampai rasa sakit juga ada padanya.. yap, foto....
aku memang tidak bisa melupakan, walaupun aku udah bisa sampe menyerah... atau mungkin menerima realita yang menyakitiku tanpa peringatan, tanpa perencanaan, membuatku sakit... dan foto seolah benda yang memancing rasa sakit mendominasiku...
wajahnya tak jauh berbeda dari pertama jatuh cinta, karena, itu memang wajahnya.. lalu seketika sejumlah kalimat muncul diotak, hendak mendobrak karena sesak... secarik kertas ditolaknya, karena ia tau kertas takkan membawa ke si objek foto...
aku mencintainya sebelum ia pintar berdandan, tapi ia tidak bodoh... mataku melihat banyak wanita yang lebih cantik, tapi ia tak jelek... aku melihat hari esok yang gelap, tapi aku berlari membeli lampu walau tengah hujan, untuk kami... ternyata ditoko lampu tak kutemui yang lebih terang daripada dia...
aku mencintainya begitu saja, aku tidak berencana untuk jatuh cinta pada dia..
dia mencuri.. dan aku malah memberinya dalam harapan hal yang ia curi akan ia jaga...
tapi ternyata dia mungkin pura2 tidak tau, atau tidak sengaja... curigaku, ia memang mencuri, tapi ia mencuri hal yang tak terlalu ia butuh... kenapa? karena mungkin dia tak tau apa yang ia butuh.. bagaimana kalau ternyata ia tau? berarti ia mungkin maling ayam yang butuh nasi..
mungkin dia tak bertanya "bagaiman aku tidur dimalam hari..?" hanya jika tak kuminum kopi diatas jam 19, tapi kini aku terus sadar tanpa kopi... mungkin memang foto menyimpan padanya virus, virus insomnia... sebab kawah gunung api (yang tidak peduli pada warga yang terkena lahar) memang punya racunnya tersendiri, mungkin foto hanya memuat sedikit berupa insomnia....
-MarioWong
aku memang tidak bisa melupakan, walaupun aku udah bisa sampe menyerah... atau mungkin menerima realita yang menyakitiku tanpa peringatan, tanpa perencanaan, membuatku sakit... dan foto seolah benda yang memancing rasa sakit mendominasiku...
wajahnya tak jauh berbeda dari pertama jatuh cinta, karena, itu memang wajahnya.. lalu seketika sejumlah kalimat muncul diotak, hendak mendobrak karena sesak... secarik kertas ditolaknya, karena ia tau kertas takkan membawa ke si objek foto...
aku mencintainya sebelum ia pintar berdandan, tapi ia tidak bodoh... mataku melihat banyak wanita yang lebih cantik, tapi ia tak jelek... aku melihat hari esok yang gelap, tapi aku berlari membeli lampu walau tengah hujan, untuk kami... ternyata ditoko lampu tak kutemui yang lebih terang daripada dia...
aku mencintainya begitu saja, aku tidak berencana untuk jatuh cinta pada dia..
dia mencuri.. dan aku malah memberinya dalam harapan hal yang ia curi akan ia jaga...
tapi ternyata dia mungkin pura2 tidak tau, atau tidak sengaja... curigaku, ia memang mencuri, tapi ia mencuri hal yang tak terlalu ia butuh... kenapa? karena mungkin dia tak tau apa yang ia butuh.. bagaimana kalau ternyata ia tau? berarti ia mungkin maling ayam yang butuh nasi..
mungkin dia tak bertanya "bagaiman aku tidur dimalam hari..?" hanya jika tak kuminum kopi diatas jam 19, tapi kini aku terus sadar tanpa kopi... mungkin memang foto menyimpan padanya virus, virus insomnia... sebab kawah gunung api (yang tidak peduli pada warga yang terkena lahar) memang punya racunnya tersendiri, mungkin foto hanya memuat sedikit berupa insomnia....
-MarioWong
Sabtu, 08 Maret 2014
Dilema (Teologi dan etika)
Nah, hari ini
aku menulis hal yang menurutku lebih berisis daripada curhat masalah cinta pribadi
dan nge-share (lirik) lagu yang berkesan bagiku. Hari ini aku membahas masalah Dilema.
Hal ini berkaitan erat dengan kuliah etika2 yang membuat aku bertanya dan ingin
memberikan lagi follow up question
terkait pertanyaan yang aku lontarkan kepada dosen. Hari itu kami membahas
masalah euthanasia, dan di kelas sebelumnya kami membahas masalah aborsi. Dikatakan
olah pak dosen etika bahwa masalah yang dibahas memang belum menemukan titik
jawaban final, semua masalah memiliki kompleksitasnya tersendiri, melalui
membahas masalah tersebut kita jadi mengerti bahwa ada Dilema dibalik peristiwa
yang kita harus ketahui dilemanya seperti apa, dan kita ini bukan menjadi
penentu kebenaran.
aku persembahkan.. inilah Dilemaku…
Ada baiknya kalo
aku ceritakan situasi rabu itu disaat aku bertanya kepada dosen pada kuliah
etika, dan perlu diingat, cerita ini sudut pandangku banget..
Jadi, Waktu itu usai presentasi euthanasia dan dilanjutkan oleh dosen untuk membahas masalah rekayasa genetika yang masih berkembang dan terus diteliti untuk bisa merekayasa lahirnya anak sehat, pintar, cakep,dst. Penemuan terkait hal tersebut contohnya saja kloning, dsb.
Hari itu yang kutanyakan adalah : ketika aku mempelajari rekayasa genetika dan mengerti dilemanya lalu ditanyakan hal terkait rekayasa genetic dengan pemahaman bahwa manusia adalah gambar dan rupa Allah, bagaimana JIKA aku menjawab “itu sebenarnya bagian dari proses bahwa sebenarnya kita (manusia) ini belum sampai (sepadan) dengan gambar dan rupa Allah, sebab jika rupa Allah sempurna, berarti akan tiba masa dimana manusia akan mampu menggenapinya dengan membuat manusia itu akan lahir sebagai manusia sehat, pintar, cakep.” Poin utamanya yang kutanyakan untuk menutup argumenku, (sebenarnya disini aku meminta tanggapan dosen untuk menerangkan apakah aku misleading?
pak dosen menjawab “apa menurut kamu gambar dan rupa Allah yang bisa kamu temui kalimatnya di kitab kejadian itu maksudnya adalah menunjuk fisik?”
langsung ku sambung dengan menegaskan poin utamanya. “jadi itu misleading pak?”
ia menjawab dengan “sudah bisa tafsir kan? Banyak2 baca buku tafsir lagi..”
Jadi, Waktu itu usai presentasi euthanasia dan dilanjutkan oleh dosen untuk membahas masalah rekayasa genetika yang masih berkembang dan terus diteliti untuk bisa merekayasa lahirnya anak sehat, pintar, cakep,dst. Penemuan terkait hal tersebut contohnya saja kloning, dsb.
Hari itu yang kutanyakan adalah : ketika aku mempelajari rekayasa genetika dan mengerti dilemanya lalu ditanyakan hal terkait rekayasa genetic dengan pemahaman bahwa manusia adalah gambar dan rupa Allah, bagaimana JIKA aku menjawab “itu sebenarnya bagian dari proses bahwa sebenarnya kita (manusia) ini belum sampai (sepadan) dengan gambar dan rupa Allah, sebab jika rupa Allah sempurna, berarti akan tiba masa dimana manusia akan mampu menggenapinya dengan membuat manusia itu akan lahir sebagai manusia sehat, pintar, cakep.” Poin utamanya yang kutanyakan untuk menutup argumenku, (sebenarnya disini aku meminta tanggapan dosen untuk menerangkan apakah aku misleading?
pak dosen menjawab “apa menurut kamu gambar dan rupa Allah yang bisa kamu temui kalimatnya di kitab kejadian itu maksudnya adalah menunjuk fisik?”
langsung ku sambung dengan menegaskan poin utamanya. “jadi itu misleading pak?”
ia menjawab dengan “sudah bisa tafsir kan? Banyak2 baca buku tafsir lagi..”
Aku jadikan
anjurannya untuk membaca buku tafsir sebagai PR, walaupun aku memang belum
lulus bahkan matakuliah Ibrani Dasar. Alasanku untuk ingin follow up question lagi adalah karena aku mendapati dilemanya, yaitu
“bagaimana jika aku salah tafsir?”
Tafsir ini
identik dengan gereja2 arus utama, yang kayak teologi duta wacana ini. Pengennya
kontekstual, tapi ngambil teks yang udah berabad lalu dengan konteksnya yang juga
udah diketahui beda banget. Akhirnya dengan melahirkan banyak metode yang aku
sendiri sih juga gak paham betul tapi menurutku memaksakan melalui metode agar
kutipan ayat yang diambil menjadi bisa ditarik maknanya untuk sesuai dengan masalah
dengan konteks yang terjadi dimasa kini. Tanpa bermaksud merendahkan agama dan
pendahulu2 didalamnya, aku melihat dari sudut pandang penjelasan bu rere tentang apocrypha bahwa teks kitab yang masih bertahan juga karena dikutip
ulang dan dikatakan bukan menggunakan kata ditafsir ulang ya, dikutip ulang. Dengan
alasan untuk mengungkapkan hal baik yang jamannya juga ga jauh2 banget berbeda
sehingga masih bisa sesuai juga, maka pengutip menduga hal dalam teks kitab
menunjukkan argumen yang ingin ia sampaikan dan teks kitab sbg penguat argument
tersebut karena ini juga argument yang sesuai dengan keinginan Allah. padahal
menurutku di era yang jauh kini, manusia telah memiliki bahasa yang ia ciptakan
dan gunakan.
Ini menarik
karena aku juga tidak bermaksud underestimate
pada gereja kharismatik, malah dengan menggunakan ayat sepotong dan “menduga”
(kebanyakan issue yang aku dengar mengatakan demikian) maksud dari teks kitab
maka dugaan itu menjadi lebih kontekstual. Mengapa? Karena dibantu oleh
keyakinan dan pengalaman masa kini sehingga melahirkan dugaan yang sedemikian, menyentuh
juga karena dugaannya gak terkait dengan masa lalu tapi bertujuan untuk
menerangi langkah dalam permasalahan yang dialami masa kini bahkan yang dialami
oleh “si yang menduga” dan narasi2 disekitarnya.
Lahir lagi Dilema
dari masalah tujuan. Demi langkah yang lebih baik dalam menjalani hidup (tujuan),
orang bisa dituntun lewat 2 metode/cara untuk menemukan langkah terbaiknya
yaitu dengan cara “dibidani” dan “diberi versi Jawaban” yang keduanya juga
masih berdampak pertimbangan bagi orang yang dituntun untuk menemukan. Seperti yang
dilakukan dosen tidak salah bagiku (karena ia memang salah satu cara), ia
membidani agar aku yang melahirkan jawabanku (dalam hal ini keuntungannya
adalah ia tidak bertanggung jawab atas anak yang lahir dan perkembangannya)
metode yang digunakan filsuf ini (kebanyakan kuliah filsafat tidak lupa mengatakan
membidani sebagai metode filsuf) baik tapi juga bisa menjerumuskan jika
pendampingan dalam membidaninya kurang (bisa jadi larinya kearah yang salah)
sedangkan metode yang satunya adalah dengan memberikan versi jawaban. (dalam
hal ini malah akan menjadi kontroversi, tapi versi itu juga untuk dipertimbangkan
karena bukan berupa penghakiman) menurutku yang Yesus lakukan dalam
kisah-kisahnya (yang kubaca) adalah memberikan jawaban versi Yesus. Ia bisa
diyakini benar karena dipertimbangkan versinya Yesus adalah terbaik, walaupun sebenarnya
Yesus juga ga ngutip teks kitab secara rinci beserta konteksnya (Yesus bilang “ada
tertulis” trus dia ngucapin sepotong ayat.. ya mirip2 kharismatik gitu sih) dan
aku mau pesimis bahwa bukan hanya karena benar saja, namun ada kemungkinan Yesus
dibenarkan/didalilkan karena sudah terlajur diakui sebagai “yang diikuti” dan
bagiku ini tepat untuk diterapkan karena jika mampu mempertimbangkan lebih jauh
dari orang lain tentang Dilema perkara seperti yang Yesus lakukan, maka baiknya
kita memberi versi jawaban dari sudut pertimbangan kita untuk membuka juga perluasan
pertimbangan tindakan bagi korban Dilema.
Aku jadi ingin
curhat masalah Dilema yang kualami tentang sakit. Ini juga terkait sekali
dengan membidani atau versi jawaban.
pernah aku masuk angin, lalu aku buang air ga ada hasil, malah jadi nyeri,
pokoknya tersiksa banget deh di tongkrongan itu. Sisi yang membidani adalah
pengetahuan tentang masuk angin bahwa alasannya perut kosong dan butuh hangat. Aku
tidak menemukan apa yang harus aku lakukan tapi aku menduga aku harus isi perut
dan cari balsam. Setelah bergelut dalam rasa sakit perut untuk mencari makanan
dan balsam, aku tidak menemukannya. #derita banget. Aku pake baju tebal dan
minum cukup banyak air namun hasilnya jadi gerah dan aku berhenti minum sebelum
muntah kembung air. Disini ada sisi mencoba hal yang diduga tapi abstrak.
nongkrong lagi karena masih sakit aku malah memikirkan kata2 yang kubaca dari
tulisan seorang budhist bahwa sakit adalah tanda kewajaran. Hidup bukan hanya
senang tapi juga sakit, kesimbangan antara keduanya adalah kesempurnaannya. Dan
ia menganjurkan pada supporting detail
pada tulisannya bahwa rasa sakit bukan untuk dihindari tapi diterima. Berusaha
bagaimana mampu menerima (mungkin pasrah) untuk hidup juga bersama rasa sakit,
dan rasa sakit bukan ditekan-hilang namun diajak hidup diterima untuk naik
sampai pada posisi yang seimbang dengan rasa senang (seperti pengobatan jadul
yang mementingkan pola pikir yin-yang). Jika merasakan sakit mendominasi,
naikkan pula penerimaan diri terhadap rasa senang untuk mengimbangi. Makanya waktu
itu aku merasakannya, menerimanya, ketika sakit mendominasi aku menulis di blog
untuk menaikkan sisi bahagiaku. Aku nyaman saat itu. Inilah versi jawaban,
lahir dari pertimbangan yang lebih luas dari yang mungkin aku punya,
kupertimbangkan untuk layak atau tidak kulakukan, lalu aku melakukannya dengan
arah rinci yang lebih pasti. Singguh Dilema masuk angin yang mendidik jika
dihayati dengan sungguh.
Akhir kata, tak
semua yang kita hadapi dalam hidup ini tidak awam, tapi se-awam orang juga
diberi Tuhan kemampuan mempertimbangkan sesuatu, metode apa yang akan kita pilih,
persiapan apa yang akan kita siapkan, dan banyak hal lain adalah Dilema yang
kita alami dan besar-kecil pengaruhnya tergantung tentang bagaimana kita
menyikapi. Apa yang penting dan tidak penting bisa jadi karena kita terbentuk
dan terus membentuk, tetap banyak belajar untuk mampu membuat perluasan pertimbangan,
dan Dilema bukan kata untuk tidak melakukan-melaksanakan pilihan.
-MarioWong
Rabu, 05 Maret 2014
refleksi film : Inside Llewyn Davis
ini film yang sangat keren yang aku temukan dari hasil browsing kemaren... ya boleh dikata aku merekomendasikan untuk menonton film ini...
bahkan sangking aku menyukainya, aku meng-upload film ini ke google drive pribadiku agar dapat didownload dengan mudah oleh orang yang berminat.. tapi, film apasih ini sampe2 aku begitu merekomendasikan film ini sedemikian rupa...? berikut sinopsis yang aku buat untuk film ini...
film ini menceritakan tentang seorang seniman, namanya Llewyn Davis... saat menulis ini, aku sih belum tau dia ini kehidupannya yang difilmkan ini terinspirasi dari kisah nyata atau fiksi, tapi sih kalo kamu nonton bakal kerasa banget nyatanya... hal keren apa yang terjadi dalam hidupnya...? untuk itu kamu perlu nonton film ini dan rasakan sensasinya... aku baru nonton film ini 1x dan aku langsung terasa kok sensasi educating-nya si davis ini... amazing film that i've rate five stars on it...
dan aku sebenarnya semakin berasa tersentuh karena memang hidupku disentuh abis... mungkin hidupmu juga kalo kamu udah nonton...
-MarioWong
bahkan sangking aku menyukainya, aku meng-upload film ini ke google drive pribadiku agar dapat didownload dengan mudah oleh orang yang berminat.. tapi, film apasih ini sampe2 aku begitu merekomendasikan film ini sedemikian rupa...? berikut sinopsis yang aku buat untuk film ini...
film ini menceritakan tentang seorang seniman, namanya Llewyn Davis... saat menulis ini, aku sih belum tau dia ini kehidupannya yang difilmkan ini terinspirasi dari kisah nyata atau fiksi, tapi sih kalo kamu nonton bakal kerasa banget nyatanya... hal keren apa yang terjadi dalam hidupnya...? untuk itu kamu perlu nonton film ini dan rasakan sensasinya... aku baru nonton film ini 1x dan aku langsung terasa kok sensasi educating-nya si davis ini... amazing film that i've rate five stars on it...
dan aku sebenarnya semakin berasa tersentuh karena memang hidupku disentuh abis... mungkin hidupmu juga kalo kamu udah nonton...
-MarioWong
Selasa, 04 Maret 2014
apa yang salah dengan si cancer?
banyak kata2 bijak tentang cinta yang oleh para ahli, eeh... sori aku ga mulai dari deskripsi judul. jadi, aku ni kan terus menerus meneruskan (apaan sih?) perjalanan cintaku dan permainan yang terus berlajut membuat aku bertanya, apa yang salah dengan si cancer? (baru nemu judul kerennya ini setelah nulis)
back to the topic, banyak kata2 bijak tentang cinta yang oleh para ahli (menurutku) mengkotak-kotakkan cinta (dalam situasi sotoy si ahli) bahwa semua kejadian dalam hidup mengenai cinta bakal bisa pake kata2 bijak yang dia2 buat. padahal sih kalo menurutku enggakk gitu juga... yang parah, orang ada juga yang jadinya kolot bahwa kata2 itulah yang paling bener trus dipaksa2in buat cocok dalam hidupnya,trus di buat status di socmed....
mungkin lebih enak kalo aku kasi satu contoh sederhana... "Paling menggalaukan, kalau orang yang katanya mencintai Anda - merahasiakan isi dari HP-nya" ya kan itu menurut dia, memang ada sih betulnya, tapi kan juga gak selamanya yang paling menggalaukan adalah hal semacem begitu... mungkin aja kamu orang baik yang memang ga khawatir tentang sms2...? apa gak mungkin..? nah, maunya sih, jangan terlalu percaya juga bahwa semua kata2 bijak para ahli itu mutlak benar dsb, jalanilah hidup dengan how about your choise today lah mungkin lebih pas....
nah, masalahnya, hubungannya sama judul diatas adalah gara2 aku lagi banyak baca kata2 bijak gitu buat nge-rangsang rasa cintaku terhadap si cancer, trus semakin banyak aku baca, semakin aku ragu dgn cinta,dan semakin terasa rendang basi itu kata2 bijak... soalnya ya aku sih suka, tapi aku gak yakin bahwa si cancer ini nanti bakal bahagia forever n last gitu ama aku, soalnya buat tanggung jawab kan susah juga, aku harus bener2 yakin secara mental dan persiapan aku (minimal agenda) tentang hal yang bisa kami jalani bersama akan menghasilkan bahagia juga harus clear...
aku semakin ragu mungkin karena aku memang orang yang kurang spontan, aku orang yang harus tau apa yang ingin aku capai dan apa persiapan(rencana dan bahan) yang harus aku miliki demi terwujudnya tujuan.. jadi aku semakin ragu untuk mampu membuatnya bahagia dalam lanjutan perjalanan kami karena aku masih belum punya tujuan dan persiapan..
hal kedua adalah, aku belum siap kalo seandainya si cancer pengen aku untuk jadi best men-nya dia karena aku ga bisa berjanji tentang konsistensi, aku merasa jiwa seniman erat padaku dan sulit untuk disiplin... aku mencoba, aku masih sering gagal, tapi ada peningkatan sih, cuma aku gamau dia jadi bagian yang kecewa dalam proses gagal menuju berhasilku ini.. aku sih ngerasa aja bahwa dia juga pengen aku jadi lebih baik, mulai dari seindirannya yang mengandung perhatian (ceile..) sewaktu di angkringan, sampai (mungkin) alasan kenapa kami 1 kelompok bareng ngamen dalam rangka nyari dana....
aku mau kok jadi yang terbaik, tunggu aku kalau kamu bersedia...
intinya, aku masih ingin waktu membawa kami lebih siap lagi...
-MarioWong
mungkin lebih enak kalo aku kasi satu contoh sederhana... "Paling menggalaukan, kalau orang yang katanya mencintai Anda - merahasiakan isi dari HP-nya" ya kan itu menurut dia, memang ada sih betulnya, tapi kan juga gak selamanya yang paling menggalaukan adalah hal semacem begitu... mungkin aja kamu orang baik yang memang ga khawatir tentang sms2...? apa gak mungkin..? nah, maunya sih, jangan terlalu percaya juga bahwa semua kata2 bijak para ahli itu mutlak benar dsb, jalanilah hidup dengan how about your choise today lah mungkin lebih pas....
nah, masalahnya, hubungannya sama judul diatas adalah gara2 aku lagi banyak baca kata2 bijak gitu buat nge-rangsang rasa cintaku terhadap si cancer, trus semakin banyak aku baca, semakin aku ragu dgn cinta,dan semakin terasa rendang basi itu kata2 bijak... soalnya ya aku sih suka, tapi aku gak yakin bahwa si cancer ini nanti bakal bahagia forever n last gitu ama aku, soalnya buat tanggung jawab kan susah juga, aku harus bener2 yakin secara mental dan persiapan aku (minimal agenda) tentang hal yang bisa kami jalani bersama akan menghasilkan bahagia juga harus clear...
aku semakin ragu mungkin karena aku memang orang yang kurang spontan, aku orang yang harus tau apa yang ingin aku capai dan apa persiapan(rencana dan bahan) yang harus aku miliki demi terwujudnya tujuan.. jadi aku semakin ragu untuk mampu membuatnya bahagia dalam lanjutan perjalanan kami karena aku masih belum punya tujuan dan persiapan..
hal kedua adalah, aku belum siap kalo seandainya si cancer pengen aku untuk jadi best men-nya dia karena aku ga bisa berjanji tentang konsistensi, aku merasa jiwa seniman erat padaku dan sulit untuk disiplin... aku mencoba, aku masih sering gagal, tapi ada peningkatan sih, cuma aku gamau dia jadi bagian yang kecewa dalam proses gagal menuju berhasilku ini.. aku sih ngerasa aja bahwa dia juga pengen aku jadi lebih baik, mulai dari seindirannya yang mengandung perhatian (ceile..) sewaktu di angkringan, sampai (mungkin) alasan kenapa kami 1 kelompok bareng ngamen dalam rangka nyari dana....
aku mau kok jadi yang terbaik, tunggu aku kalau kamu bersedia...
intinya, aku masih ingin waktu membawa kami lebih siap lagi...
-MarioWong
Minggu, 02 Maret 2014
Now Playing : Happy
untuk pertama kalinya ada lagu baru yang aku masukin episode Now Playing.. lagunya sih pertama kali aku denger di radio beberapa waktu lalu, trus akhirnya aku tau itu lagunya Pharrell William adalah karena dia masuk chart billboard...
seperti judulnya "Happy" aku bener2 jadi happy denger lagu ini karena beatnya dan lagu ini emang dikemas juga bertepatan menyudahi era galau kali yak, makanya kedengerannya se-enak kemaren aku ngedengerin lagu2nya raisa gitu... :D
nih link buat buffer... :)
http://www.youtube.com/watch?v=y6Sxv-sUYtM
-MarioWong
seperti judulnya "Happy" aku bener2 jadi happy denger lagu ini karena beatnya dan lagu ini emang dikemas juga bertepatan menyudahi era galau kali yak, makanya kedengerannya se-enak kemaren aku ngedengerin lagu2nya raisa gitu... :D
nih link buat buffer... :)
http://www.youtube.com/watch?v=y6Sxv-sUYtM
-MarioWong
Langganan:
Komentar (Atom)