Minggu, 30 Agustus 2020

What is my purpose (bagian 2 - winter)

Bagiku, mungkin Waktu terbaik adalah ketika aku tidak mengkhawatirkan apapun.


Mungkin gaada yg menyangka aku akan menggeluti profesi sebagai pembuat gitar, karena memang sejak kecil sampai berhenti kuliah pun aku hampir tak punya pengalaman "bertukang" terutama yang bahan dasarnya kayu.

Betul, aku suka gitar, aku belajar gitar sejak SMP tapi bukan belajar proses pembuatannya. Keterampilan tangan yg dibutuhkan untuk bermain gitar cukup jauh berbeda dibanding keterampilan untuk membuat gitar. Untungnya, aku bertemu profesi ini disaat aku punya banyak kekhawatiran dan sangat sedikit harapan.


Nilai jelek, putus cinta, berhenti kuliah, memilih untuk bermain musik, omongan orang tua dan keluarga, lingkungan pertemanan, skill pembuatan gitar yg kurang, kesulitan ekonomi, tidak dipercaya oleh orang tua, kangen rumah, apa yg akan terjadi kalo aku dirumah, pekerjaan membuat gitar yang makin lama makin sulit dan membutuhkan keterampilan dan ketelitian yang makin tinggi, desakan deadline order, job musik yg hilang karena pandemi, dan masa depan.

Mungkin masih banyak hal lain yg belum aku masukkan ke urutan diatas. Tapi berdasarkan "timeline" hidupku, hal2 diatas yg memberiku rasa khawatir.


Hari ini aku masih bikin gitar, tadi sore aku mengecat gitarku. Proses painting hampir selalu membuatku khawatir, karena di proses inilah gitar akan terlihat cantik dan bernilai tinggi, atau malah sebaliknya.. Aku khawatir. Tapi tetap kulakukan, karena sementara ini aku tetap harus melakukannya.


Sulit sekali rasanya harus melakukan apa yang tidak disukai, tersiksa oleh rasa cemas, apalagi jika hasil kerja tidak memuaskan..


Kadang2 ada waktunya aku membenci waktu yang sedang kujalani. Terutama di saat tidak ada jalan untuk kembali memutar waktu.


Bagiku, mungkin waktu terburuk adalah seperti saat ini. Saat aku tak bisa tidur dan gelisah karena otak dipusingkan kekhawatiran.


-MarioWong

Aku tak ingat kapan terakhir kali aku tidur sebelum tengah malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar