Jumat, 28 Agustus 2020

Chapter 3 - tidak nyata.

Kalo yang suka happy ending story, mungkin harusnya bacanya mundur dari chapter 3 ini dulu..


Imajinasi itu sesuatu yang berada dalam kendaliku. Serupa kertas kosong dilengkapi pensil warna-warni, aku bebas melukis apapun disitu..


Pensil warna hijau dan kuning yg akan kuambil pertama kali, untuk menggambar bunga2 matahari di ladang yang cukup luas. Karena setelah aku selesai menggambar bunga bermekaran itu, aku ingin menggambar diriku, sedang memegang tanganmu.


Kita tak bicara, soalnya aku bukan sedang menggambar komik. Hahaha

Kita sedang melihat matahari yang cahayanya membuat awan terlihat remang. Aku rasa lebih baik itu senja ketimbang subuh, karena di akhir harimu kamu bersamaku..

Aku rasa aku lebih suka kamu menjadi dirimu sendiri, apa adanya, seturut maumu, lalu setelah itu aku akan menemanimu, jika kamu bercerita apa yg kamu lewati sejak pagi, dengan senang hati aku mendengarnya. Aku suka mendengarmu..


Aku rasa aku punya bakat di musik, telingaku cukup tajam dan terlatih mencerna suara musik yg bagus. Tapi bagiku, mendengarmu bicara malah begitu menyenangkan... Melihatmu merupakan hiburan... Dan menemanimu, duduk bersamamu didekat bunga matahari sambil melihat awan adalah impian.


Impian..

Betul, saat ini itu adalah impian..


Bukan kenyataan


-MarioWong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar