Jumat, 28 Agustus 2020

Chapter 2 - imajinasi

Entah apa genre tulisanku sebelumnya tentang kenyataan itu, tp yang jelas malah aku melanjutkannya dengan tulisan ini..

Tulisanku kali ini ingin memperkenalkan bentuk imajinasiku saat ini..

Selamat mengenal..


Aku sedang berbaring sendiri, memikirkan tentang dirimu..

Tentu kamu takkan kuhubungi, karena aku merasa aku termasuk orang yg mudah trauma..

Bagiku, mengajakmu bicara adalah hal yg memalukan, meski kadang kutahan.. Supaya kata2 yg muncratnya terbata-bata itu bisa terucap.

Tapi jangan salah paham, jika yang ingin aku ungkapkan padamu kutelan lagi, rasanya sungguh pahit. Sungguh.. Aku tau jelas rasa pahitnya itu seperti apa..


Mungkin, mungkin saja cara yg paling ideal, atau setidaknya yg paling aku inginkan adalah duduk berdua denganmu. Kalo bisa meminta lebih tentu saja dibawah pohon yg rindang, didekat kolam ikan atau bersama hewan peliharaan..

Aku rasa akan sedikit lebih sulit duduk berhadapan denganmu karena seperti ada yg menyilaukan.. Mungkin lebih baik kita bersebelahan dan menghadap ke arah yg sama..


Apa yg akan kubicarakan? Mungkin tentang apa yg sedang kita lihat itu.. Atau, mungkin juga tentang perasaanku..

Aku pun sulit menjelaskannya, mungkin durasi kita duduk bicara berdua ini akan jadi lama gara2 aku berusaha membentuk perasaan itu dulu, supaya tidak se-acak2an ini. Tp aku berharap kamu segera menyadarinya..

Bukan.. Aku berharap kamu mengerti bentuknya bahkan sebelum aku menjelaskannya..


Imajinasi ini indah bukan? Karena menurutku, bersamamu bukan sesuatu yang biasa saja...


-MarioWong

Untuk dia yang masih tetap berupa imajinasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar