kreatifnya, game ini bisa menarik orang untuk kecanduan, lupa waktu, menyita fokus, bahkan membawa efek malas, padahal disisi lain video game sudah menjadi guru bahasa inggris terbaik bagi anak2. nah, diantara pandangan2 terhadap game, aku mau berpendapat bahwa "Hidupmulah Gamenya" (lho?) memang sih, ketika kamu bermain kamu mengendalikan sesuatu di game itu, entah karakter, bahkan mungkin mengendalikan dunia di games untuk reward2 tertentu. jika dilihat dari aspek bahwa game itu isinya mengendalikan, menurut aku sih, simpelnya ada 5 alasan untuk berkata demikian..!
1) kamu ada untuk dipermainkan oleh orang2 penjual.
kenapa demikian? alasan simplenya kamu itu oleh si pembuat game adalah mainan yang akan membeli permainan yang ia sajikan, kemarin ada tuh permainan yang nge-hits banget yaitu flappy bird (yang sekarang oleh si pencipta game udah ditarik dari penjualan) yang bikin orang sampe kesel tapi tetep terus pengen main. ketika orang download game itu, sebenarnya kita udah merelakan diri menjadi mainan si pencipta games di pasar games. itu juga yang dialami oleh orang yang menciptakan alat2 teknologi yang membuat kamu masuk dalam permainan pasar mereka, demi keuntungan mereka kamu dikendalikan sampe2 kamu bisa merasa kamu ketinggalan jaman-lah, atau kesulitan-lah, dsb kalo kamu gak pake teknologi yang mereka sajikan.. padahal sih orang jaman dulu ya hepi2 aja sebelum ada android, iphone, BB, dsb...
2) kamu mainan untuk orang yang posisinya diatasmu.
bos kamu, dosen, kepala suku, mafia atau siapapun yang mungkin posisinya diatas kamu juga sebenarnya mempermainkan hidupmu loh.. dengan alasan2 yang beragam mereka mengendalikanmu, membuat kamu melakukan sesuatu yang sebenarnya kalo dinilai2 lebih besar untungnya buat mereka, atau mungkin hanya karena alesan bahwa dia juga karena dulu mereka merasa dipermainkan, soalnya aku udah mendengar cukup banyak kasus tentang itu.. contohnya skripsi yang dipersulit, program kerja yang hanya menaikkan rating kantor/kampus/dsb.. atau kamu disuruh kerjain sesuatu yang sebenarnya bikin bos itu ga perlu capek2 buat nge-dapetin duit, blom lagi kasus ospek*, tapi kamu kok rela gitu ya...?
3) kamu mainannya dokter.
gosipnya sih dokter2 yang canggih malah menciptakan penyakit, makanya jaman sekarang jenis penyakit udah banyak banget. mereka mengendalikan orang2 untuk memberikan uang kepada mereka dengan alasan bahwa kamu sakit dan dokter2 ini dengan berbagai macam penemuan dan obat bisa membuat kamu sembuh, padahal mungkin kamu gak tau kalo setiap obat punya efek samping dan mungkin kamu juga ga ngerti kalo ternyata kamu ditipu dengan obat yang mungkin kamu gak paham nama dan kegunaannya.
sialnya kalo kamu orang kaya, duit kau bakalan abis cuma karena penyakit yang membuat kamu harus diopname, dioperasi, dsb.. padahal biaya kesehatan sekarang sangatlah tidak murah.. buat kamu yang miskin mah selow wae, orang tabrakan di jalan kalo gak ada yang berani tanggung jawab untuk biaya pengobatannya juga dibiarin mati tanpa penanganan. itu sih yang aku denger2 dari issue yang beredar, dan itu juga katanya penyebab kenapa kamu harus bayar mahal banget untuk masuk di fakultas kedokteran. tapi ga semua dokter begitu sih, ada juga kok dokter2 yang melayani dan tidak meminta bayaran pada masyarakatnya (salut) jadi, buat para dokter yang kurang berkenan aku minta maaf..
4) kamu mainannya politisi.
aku tidak bermaksud mempersempit arti dari kata politisi, mungkin kalo kedengeran kata politisi sih yang kebayang memang caleg, atau capres yang ngasi dana buat kamu milih dia itu di pemilu. tapi sebenarnya politisi itu maknanya luas banget loh. permainannya juga luas banget, tapi yang keliatan banget sih ya yang calon-calon itu. mereka dengan banyak ragam cara entah kampanye(pake dana), iklan, masuk tipi, janji2, dsb membuat kamu terkendali untuk memilih mereka dalam pemilu. padahal sih ketika dia diatas dia cuma ngambil duit lah, menggunakan kekuasaan dengan semena-mena, trus janjinya ketauan palsu lah, atau harga BBM jadi naek terus, yang rugi kan kamu, dia mah banyak makin banyak duitnya. kasian yah jadi kamu... :D
5) ini nih yang terakhir... Kamu itu mainannya Tuhan.
katanya Tuhan yang mengatur hidupmu, dan disisi lain kamu juga mungkin sering meminta Tuhan untuk mengatur hari depanmu.. apalagi ada kesamaan juga dengan mainan bagi anak kecil yaitu "lebih suka mainan yang baru, yang lama dibuang" hehehe...
sekian dari aku, pesan moral yang ingin aku smapaikan bahwa semua dari kita adalah bagian dari permainan, ga perlu sedih sih kalo kamu merasa hidupmu dipermainkan, karena orang lain juga.. dan sebaiknya kita mampu memiliki kendali diri juga untuk mampu membatasi diri dari hanya sekedar main game, mungkin ada kegiatan lain yang bisa kamu lakukan dan lebih bermanfaat pula jika dilakukan ketimbang main game.. bukan berarti kamu gak boleh main atau main itu ga ada manfaatnya sih, kamu juga perlu main untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, bahasa inggris, ilmu pengetahuan, ilangin bosen, skill, dsb..
sekian menurutku...
-MarioWong
Hidup itu ibarat permainan kartu. Kamu tidak bisa memilih kartu mana yang kamu harus mainkan. Suatu saat kamu mendapatkan kartu yang jelek ternyata menang. Tapi bisa jadi ketika kamu mendapat kartu yang bagus ternyata bisa kalah. Nah karena permainan itu bisa menang dan kalah, maka permainannya lah yang perlu kita nikmati. Hidup juga sama demikian, bukan menang dan kalahnya tapi bagaimana menikmati hidup. Jika kita menikmati hidup maka menang dan kalah adalah biasa. Mana ada orang yang kalah dan menang terus? Tak ada. Begitu juga hidup tak selalu senang dan derita semata. Mari dalam peziarahan hidup ini kita melihat bahwa hidup lah yang sedang kita jalani bukan sekedar akhirnya entah itu saat sampai dan kita senang atau tidak. Tapi ya semua orang pengennya menang atau senang toh? Lalu bagaimana? Sudah lah menang tidak selalu menyenangkan dan kalah tidak selalu menyakitkan, dengan memegang itu kita tidak akan terlalu takut untuk kalah hahaha
BalasHapuskok kartu? sempit banget dong hidup... tapi lumayan oke juga sih... ^_^
BalasHapusterimakasih sudah berpartisipasi, kapan2 komentar lagi ya anonymous... hihi