Jumat, 06 November 2020

Go-West (bagian 1 : cycle of despair)

Inilah catatanku tentang perjalananku dari kalasan yogyakarta menuju kota sabang (aceh) dengan menggunakan sepeda. Sebuah perjalanan yg jaraknya sangat panjang, melintasi banyak kota, yang sejauh sampai aku menulis ini perjalanannya dihiasi oleh banyak pemandangan hijau alam sekaligus asap kendaraan, diiringi hujan deras dan panas terik (mungkin karena masih masa peralihan musim menuju musim dingin) serta menoreh berbagai macam reaksi dan kejutan sekaligus dukungan dari banyak orang.


Sepeda dalam bahasa inggris bisa disebut cycle. tapi selain itu, cycle juga bisa diartikan sebagai "siklus" yang menjadikan cycle menjadi sangat pas rasanya untuk mewakili perjalanan ini.


Sedangkan despair yg di kamus artinya "putus asa" adalah salah satu alasan kenapa aku melakukan perjalanan ini, walaupun sebenarnya sejauh ini datang pula kejadian2 lain yg menghadirkan keputus-asa-an baru yg menjadikan perjalanan ini begitu berwarna sekaligus begitu meditatif, membawaku menyadari dan merenung lebih dalam perihal kehidupanku.


Jadi, kalo "cycle of despair" diartikan sebagai "bersepeda dari putus asa" rasanya tepat, tapi kalo diartikan "siklus keputus-asa-an" juga rasanya masih tepat juga.


Go-west aku pilih sebagai judul utama perjalanan ini karena selain perjalanan ini memang menuju arah barat, tp juga di jogja orang2 sering menyebut bersepeda dengan istilah "gowes" yg mungkin saja berasal dari bahasa jawa.


Ketika aku menulis ini, aku di hari ketiga perjalananku, sudah menempuh sekitar 130km dengan sepeda ini. Bayangkan saja, tentu banyak yg terjadi yg bisa aku tuliskan di bagian selanjutnya kan? Ditulisan selanjutnya juga akan aku tuliskan lebih rinci tentang "alasan" kenapa aku memilih perjalanan menuju sabang menggunakan sepeda, dll.


Sekian dulu ahh, Ngantuk. Capek juga sepedaan. Sampai ketemu di tulisan "go-west" bagian selanjutnya..


-MarioWong

3 komentar:

  1. Keren sih pemilihan kata Go-west mya! Udah kepikiran dàri kmrn waktu baca postingan di IG, pas juga ya, terus kan juga gowes.. kirain ga sengaja. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akal2an seniman. Hehehe
      Terimakasih sudah berkomentar mbak tika..😊

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus