Namaku di akta lahir Mario Wong Jonathan, umurku saat ini 25 tahun, dan sejauh ini aku membuat banyak sekali kesalahan dan mengalami banyak kegagalan. Kuliahku di jogja tidak selesai, aku berhenti atas keputusanku sendiri yg mungkin adalah bentuk kebodohan. Selama kuliah bahkan sampai setelah berhenti, aku mencari uang dari bermain musik di jogja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Mulai dari ngamen di daerah malioboro dll, ikut grup musik teman dan bermain musik di warung kopi, berbagai jenis cafe, sampai hotel, ada pula warkop yg disana aku bermain musik sendirian (one man show) bahkan sampai nyanyi di panggung megah bersama paduan suara dan dibayar lumayan pun sudah pernah aku lakukan. Kesulitannya juga beragam, mulai dari kebutuhan utk menguasai banyak sekali lagu, menguasai penonton yg menikmati pertunjukan kecilku, bayarannya juga sangat kecil sekali jika dibandingkan musisi terkenal, dst.
Mencari uang dari bermain musik cukup menyenangkan, tapi pilihan itu memberi rasa bersalah antara lain karena aktifitas bekerjanya di malam hari, yg dianggap oleh orang tua sebagai aktifitas yg tidak sehat. Aktifitas itu juga berlangsung di lingkungan yg dianggap oleh orang tua tidak baik, jalanan dengan banyaknya pemabuk, preman, cafe dengan kehidupan malam yg pokoknya banyak deh alasan kenapa itu semua bisa dianggap tidak bagus. Apalagi aku bermain musik yg mungkin tak kunjung membuatku menjadi musisi papan atas.
Bukannya aku tak pernah mencoba pekerjaan lain di jogja, tapi pekerjaan tidak berlangsung lama. Entah karena aku merasa tidak nyaman dengan pekerjaannya, kurang mampu menguasai tugas pekerjaannya, sehingga aku merasa musiklah yg aku masih mampu. Walau melakukannya dalam rasa bersalah dan perlu mengatasi kesulitan profesi ini, tapi setidaknya aku masih mampu.
Jadi didalam usahaku menjaga diri, menjaga kelangsungan hidup, menerima bahwa aku juga tidak mampu memuaskan atau memenuhi harapan atau ekspektasi orang, didalam menikmati hidupku, tiba2 saja pandemi ketakutan itu datang. Silahkan baca tulisanku sebelumnya di "perjalanan aku dan ASA woodwork" karena selain ini masih berkaitan, disana aku sudah menuliskan lebih detil tentang pandemi ketakutan juga. Usaha mencari uang dari bermain musik terhenti, aku yg tidak ingin dibodohi oleh uang menjadi semakin sulit percaya bahwa aku punya potensi dan uang bukanlah segalanya.
Di akhir tulisan itu aku bercerita tentang aku memiliki sepeda, tentang akhir dari panjangnya perjalanan dan akan kumulainya sebuah perjalanan baru. Go-west adalah perjalanan baru tersebut. Perjalanan Go-west ini tidak disponsori oleh Gojek, ini hanya metode atau sesuatu yg aku anggap solusi, yg semoga saja dapat mengobati rasa bersalah, mengatasi keputus-asaan, menghadirkan perubahan bagi diriku, perubahan bagi keadaanku, dan menambah percaya diriku. Semoga.
Agar semoga itu terwujud, perjalanan Go-west dimulai!
-MarioWong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar