ini tante goi dan nenek..
jadi ini foto sebelum mereka nyampe jogja, tepatnya di kawah putih, bandung. disini keliatan ya si tante goi rada kayak bulek, gayanya, trus putihan...
gataunya setelah lama liburan,,
lanjoooott....
ini tante lily ama om yossi...
ini tante lily, anak ke 5 nenekku, kalo tante goi tadi yang penceret (ke-9).... dan suaminya om yossi yang pernah dipanggil mister waktu pulang dari pantai, ga taunya bahwa dia itu orang indonesia... haha
ada juga tambahan rombongan batam yaitu mbak nina, mbak tika, dan si kur yang kuliahnya di jogja, serta ibu mereka alias tante naniek yang ikut sekaligus berkunjung ke tempat anak2nya...
3+2+4 = 9
itulah jumlah anggota kami di mobil hari itu..
itulah jumlah anggota kami di mobil hari itu..
cukup desak2an sih, tapi bukan itu fokus cerita sesungguhnya.. ini masih pengantar cerita... hehehe
sebelum kami berangkat, terdengar kabar bahwa akses menuju dieng rusak akubat longsor.. jadi kami mengambil jalur alternatif lain untuk sampai disana..
macet, jalannya sih memang rada sempit, jadi kita yang berangkat jam 10-an pagi nyampe di dieng jam 11an malam.. WOW..
kita sempet berhenti sejenak disana, foto2, tapi nenek sedih karena sebenarnya itu keinginan nenek untuk pergi kesana.. kalo aku jadi nenek dan menghadapi situasi seperi itu, plus ditambah lagi keluhan demi keluhan yang mungkin tak sengaja terucap dari orang lain, jelas aku pun "teramat sangat sedih parah hatiku"... gimana coba itu kata2...?
tapi sebenarnya pelajaran dari cerita ini bukan tentang itu, tapi tentang om yossi..
sebagai menantu, aku melihat tanggung jawab moral yang ia dedikasikan terpancar begitu jelas ketika ia mengendarai mobil pada saat itu. terus terang, siapa sih yang gak capek mengemudi dengan tingkat konsentrasi tinggi di jalan yang ramai sembari macet dalam waktu 12 jam pula? tapi ia melakukannya dengan senang hati...
tanpa membahas faktor outside diluar dirinya yang terus menekan, ia sendiri mampu mengalahkan dirinya dan siap menanggung beban itu, ketika sampai di dieng aku dan om yossi memang sedikit kehilangan nafsu makan... nenek sedih karena kita harus sampai terlalu malam. kebetulan juga kita tidak dapat menginap disana karena tante lily harus masuk kerja. dalam perjalanan pulang kondisi lelah membuat suasana di mobil cukup hening.. peserta perjalan tertidur, namun om yossi masih merelakan dirinya menguras energi2 terakhirnya untuk membuat kami sampai di rumah kembali dengan selamat...
pretty well... 5 star ratings for you uncle... ^_^
-MW
macet, jalannya sih memang rada sempit, jadi kita yang berangkat jam 10-an pagi nyampe di dieng jam 11an malam.. WOW..
kita sempet berhenti sejenak disana, foto2, tapi nenek sedih karena sebenarnya itu keinginan nenek untuk pergi kesana.. kalo aku jadi nenek dan menghadapi situasi seperi itu, plus ditambah lagi keluhan demi keluhan yang mungkin tak sengaja terucap dari orang lain, jelas aku pun "teramat sangat sedih parah hatiku"... gimana coba itu kata2...?
tapi sebenarnya pelajaran dari cerita ini bukan tentang itu, tapi tentang om yossi..
sebagai menantu, aku melihat tanggung jawab moral yang ia dedikasikan terpancar begitu jelas ketika ia mengendarai mobil pada saat itu. terus terang, siapa sih yang gak capek mengemudi dengan tingkat konsentrasi tinggi di jalan yang ramai sembari macet dalam waktu 12 jam pula? tapi ia melakukannya dengan senang hati...
tanpa membahas faktor outside diluar dirinya yang terus menekan, ia sendiri mampu mengalahkan dirinya dan siap menanggung beban itu, ketika sampai di dieng aku dan om yossi memang sedikit kehilangan nafsu makan... nenek sedih karena kita harus sampai terlalu malam. kebetulan juga kita tidak dapat menginap disana karena tante lily harus masuk kerja. dalam perjalanan pulang kondisi lelah membuat suasana di mobil cukup hening.. peserta perjalan tertidur, namun om yossi masih merelakan dirinya menguras energi2 terakhirnya untuk membuat kami sampai di rumah kembali dengan selamat...
pretty well... 5 star ratings for you uncle... ^_^
-MW


Tidak ada komentar:
Posting Komentar