Rabu, 29 Mei 2013

farewell.. (pesta perpisahan..) part2

jadi ceritanya aku gak kecewa ama acara ini, walaupun sebenarnya hati kecil meragukan keceriaan yang dijanjikan..
sammy memulai acara, sebagai master of ceremony (MC), sammy sangatlah tepat. gaya ngapaknya, Lucunya :D, dan sebenarnya ia orang yang mampu membuat keputusan cepat yang bisa diterima orang dengan baik.
kita nyanyi, semua tertawa, dan sampai pada khotbah tiba. masalahnya aku lupa amsal berapa yang dijadikan bahan renungan, pokoknya cuma 1 ayat singkat doang.. mungkin mas nandar sebagai pembawa firman malam itu juga gak mau acara jadi buang2 waktu, yang penting refleksinya tu oke...
"apa sih artinya sahabat itu buat kita? kita mungkin punya GAP (jarak) tersendiri di asrama antara kamar bla..bla..bla..."katanya. tiba2 dy nyinggung aku dikit. "mungkin kita juga sibuk dengan urusan kita sendiri, tujun=an kita pokoknya kalo kesini tu buat kuliah. tapi kita gak sadar si wong tidur di ruang belajar kita gak bangunin, padahal kalo temen dalam GAP kita panggil2, walaupun telat dikit ditungguin, bla..bla..bla.."
sejenak saat namaku disebut aku tersentak dan bertanya, "kok ke pribadi gini?" ungkapku. namun aku melihat kembali bahwa sebenarnnya niat itu baik buat membangun kesadaran untuk mau melihat orang lain disekitar kita yang kurang kita perhatikan.
memang sih ada yang salah denganku, tapi belum tentu gak dengan orang lain. dan aku senang saat aku dipedulikan, karna sebenarnya gak banyak orang yang peduli dalam hidupku. aku hargai mahal rasa peduli itu.
sampai di sharing per-kamar. kamarku dapat jatah pertama untuk share, berhubung 311-320 aku di 311. dan aku membuka sharing sbg pembucara pertamax...
poin utama dari perkataanku (cuma itu) : "yang perlu kita lakukan juga adalah tidak menyia-nyiakan orang yang mau berbicara kepada kita, karna dengan berbicara berarti orang mau membangun relasi, setidaknya welcome-lah dengan itu, atau memulai duluan ketika kita melihat orang yang pendiam, karna bukan gak sengaja atau tanpa sebab dia menjadi seperti itu."
aku rasa kalimat se-pendek itu cukup untuk menjawab, kesempatan harusnya digunakan se-baik mungkin, dan boros kata2 akan mengurangi nilai dari poin utamanya.
aku juga heran, aku rasa aku bukan orang ber-kharisma. mam mega (dosen bahasa inggrisku) bilang, aku ini tactician! padahal aku rasa cuma pengkhayal konyol yang tersakiti oleh mimpi ideal nan-indah diwaktu sadar. (contoh mimpi : merried dengan si orang yang belum boleh disebutkan namanya... sampe ngebayangin punya anak, ngurus rumah tangga skaligus sbg pendeta, cara yang bakal kulakuin buat jaga mood istri, dan seterusnya... haha, konyol banget kan?)
jam 00.30 sharing selesai, dan kami naik ke tempat jemuran di lt.4 menikmati langit secara langsung tanpa atap, memanggang roti, makan snack dan bersulang anggur cap orang tua yang udah gak mempan buat bikin aku mabuk. (minimal CIU baru teler... hehe)
kami nyanyi2, dan karna gitaris kurang handal, dy menyerahkan gitar padaku. aku menolak, 2 menit kemudian aku menawarkan untuk bermain gitar. (dalam hati ingin ada kenangan) lagu lancar, keceriaan maksimal, aku dimabukkan oleh keceriaan di saat otakku 100% tak terkontaminasi alkohol. aku senang, kenyang, jam 03.30an kita bubar dan tidur.
aku rasa moment seperti ini sangat berharga dan ini langka. sayangnya kak iyo tidak menikmati waktu2 itu bersama dengan kami di asrama.

this is unforgetable moment... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar