Vivaldi, bach, mozart dan musisi atau komposer musik klasik lainnya. Kalo didengar, karya musik yang populer hari2 ini "rasanya" cukup berbeda dengan apa yg dihasilkan oleh mereka yang ada di "era" musik klasik. Tp apa sih alasannya?
Ini pendapat pribadi, cuma sekedar merenungkan apa sih sebenernya yang menyebabkan perbedaan rasa itu? Lagipula aku bukan ahlinya, tp mana tau aja renunganku ada benernya, atau kalau malah bisa ada manfaatnya ya lebih kusyukuri lagi walaupun awalnya ekspektasiku bukan tentang manfaat. Hahaha
Perenungan ini aku mulai dulu dengan contoh yg hampir serupa. Masak mie.
Entah sejak kapan orang makan mie, mungkin sudah lama banget dan dari waktu ke waktu mie mungkin melewati berbagai macam perkembangan baik dari segi bahan yang digunakan, atau teknik pembuatan, entah tidak sengaja atau malah hasil dari bereksperimen, sampe2 hari ini ada banyak banget variasi mie. Tapi yang jelas, bahan dasar mie itu tepung.
Tepung diolah dengan cara yg berbeda menghasilkan mie variasi yang berbeda entah dari segi tekstur mie, atau tingkat kualitas tertentu yang berbeda. Setelat itu dicampur dengan bahan lain yg berbeda seperti bumbu, kuah kaldu, dsb, juga menghasilkan variasi rasa yg berbeda beda. Begitu pula musik. Bahan dasarnya nada. Diolah dengan cara yang berbeda ditambah pula dengan bahan lain seperti tempo, atau dinamika, dsb, juga akan menghasilkan variasi rasa yg berbeda pula.
Cuma melihat dari bahan dan teknik pembuatan, variasi rasa yang bisa dilahirkan bisa bermacam ragam. Hari ini aku makan mie instan. Secara teknik pembuatan berbeda sekali dengan mereka yang membuat adonan dari tepung, menggilingnya dan langsung memasaknya. Bahkan mie instan pun punya banyak sekali varian rasa yang berbeda karena pengaruh dari bumbu. Hasil akhirnya adalah 1 porsi mie yang berbeda, yg entah apapun alasannya namun variasi rasa mie inilah yg aku pilih untuk aku telan hari ini.
Lanjut di bagian kedua yaa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar