Sabtu, 30 April 2016

Jangan sampai aku tak sempat menulisnya

Gara2 sebuah keributan tadi malam, dan karena aku merasa nyawaku diujung sisa harinya, aku sempatkan menulis ini dulu. Jangan sampai aku tidak sempat menuliskannya..

Pendahuluan.

Ini sebuah cerita tentang seorang remaja bernama Mario yang lahir dan besar di gelap terang pucuk sumatera, yang jatuh cinta pada seseorang yang belum ia tahu namanya.. ya! Ia beberapa kali seperti itu, merasa seperti jatuh cinta pada pandangan pertama walau ngawur ketika ditanya cinta itu apa.. hahaha...

Yang kali ini jatuh cinta yang membuat aku bahkan sulit sekali jatuh cinta kepada orang lain padahal normalnya lebih dari 200 orang aku temui setiap hari..

Pertemuan.

Anak itu 1 team outbond wkt aku ospek di universitas. Mungkin karena aku tuh fokus gitu orangnya, atau aku yg terlalu males utk tau org lain lah yg membuat aku menyadari bahwa ada org yg bisa bikin aku jatuh cinta separah ini justru setelah kami 2 hari di 1 ruangan yg sama. Hahaha... ketika terpilih untuk menjadi ketua team aku lantas berjalan paling depan dan dari suatu jurang kami memanjat lalu aku kepeleset.. cemen banget ya... -,- tapi itu kepeleset yg mungkin saja Tuhan sediakan utk aku melihat dia.. jadi, abis kepeleset aku punya inisiatif untuk bantu org yg dibelakang supaya ga kepeleset. Aku pegang 1 pohon dan aku ulurkan tangan ke belakangku... tanpa banyak kata.. ia menjabat tangan itu... di kepalaku takkan pernah hilang videonya kecuali besok benar raib nyawaku.. kuingat rasa tangannya, raut wajahnya tanpa senyum, sorot mata sipitnya, dan dua hal yg kutau yaitu 1.dia cerdas dan 2.aku jatuh cinta.. dalam hidupku, mungkin itu kali keempat, tp ini yg paling kuat. entahlah, banyak kata tak perlu kutulis, tp hingga kini tak kutemui bahkan yg setara gejolaknya pun tidak.
Yang jelas, dia berlalu dan akan menunggu tim diatas jurang, sedang aku masih membantu anggota tim yg lainnya.. setiap orang yg ada belakangnya kubisikkan "anak itu siapa sih?"

Memori.

Seingatku, setelah itu hubungan antara aku dan anak itu tak berlangsung harmonis.. kendati menjalani hidup di satu tempat bersama, namun kita masing-masing punya "close circle" yang mana aku bersama tim badung, dan dia bersama yang tidak badung. Awal2 bulan kami tak pernah punya percakapan. Seperti bus yang ditumpangi, ada banyak orang masuk dan keluar di ruang sempit duduk lama bersampingan bahkan tidak menyapa karena merasa asing. Hanya yg bersama temannya yang mengobrol tanpa peduli yg lain..

Namun universitas kembali mempertemukan kami. Mereka membuat event yg menghubungkan kami dengan fakultas lain, hanya sedikit tiap fakultas, dan aku diuntungkan karena nomor induk sehingga aku kembali 1 tim dengannya. Yg aku ingat dalam peristiwa itu hanya kalimat dari mulutnya berkata "lu kok kepo sih?" Saat aku tanyakan kenapa ia cemberut dan serangannya itu dengan wajah lebih parah.

Peristiwa valentine menjadi titik balik. Di acara valentine itu aku bernyanyi. aku bahkan pernah bernyanyi ditonton presiden secara langsung, hanya aku yg entah kemana selama itu sampai tidak ada teman universitas yang tau aku cukup mahir bernyanyi. Haha.. lagu selesai, membuat orang2 kaget seperti sangat kagum. Dari situ, aku mulai merekam ia tersenyum kehadapanku, walaupun hanya sekedar memuji penampilanku bernyanyi, tp aku sungguh senang.

Begitu banyak memori, aku bukan org yg mudah lupa dengan hal2 kecil yg ia perankan saat "taking video" oleh mataku.. aku ingat ia ucapkan selamat ulang tahun, padahal tanggal yg ia lihat di sosmed itu, bukan tanggal ultahku. Hahaha.. aku ingat sebagai mantan atlet basket aku tak pernah mau ikut temen kelasku di universitas main, hanya saja wkt itu ada dia, lumayan bagus dia, aku jadi tertantang dan malah ikutan. Seingatku wkt itu aku kembali berhasil membuatnya kagum juga.. sering aku curi2 pandang, curi2 motret, kupaksakan duduk disampingnya saat kelas, lalu aku tak berani bicara se-kata pun kecuali terpaksa dalam kespontanan dan jantung yg mau meletus. Kucipta lagu2 tentangnya, terbayang sosok itu sebelum terlelap dengan khayal2 indah ala dongeng atau kisah rumah tangga artis yang bahagia. Kuingat aku tak jadi bolos saat ia berkata "parah lu.." sebelum ia masuk kelas. Kuingat saat ia tanpa kata mengerti apa yg kumaksud. aku pernah beli boneka gara2 aku merasa boeka itu mirip dengannya. Kuingat saat diskusi bahasa inggris di kelas ia mamandangiku menjawab pertanyaan diskusi yang tak terjawab. Yg bikin aku ga jadi kena marah sama dosen gara2 bisa jawab padahal telat masuk kelas dan ga bawa buku materi. tp aku ingat juga saat kupandangi wajahnya sedang tertidur di kelas. aku ingat pula saat kudengar ia akhirnya berbicara cukup panjang dipinggir kolam, wkt itu cuma kami berdua, tempat yg indah, aku tak ingin bicara apapun karena aku bahagia mendengarnya. Kuingat khusyuk ia dalam doa, jempol kirinya diatas. Banyak lagi hingga mungkin kapasitas otakku takkan cukup ditulis oleh jari ini. Hingga 2014 itu tiba..

Kejutan 2014

Aku tak tahan, gelisah karena sejak awal tahun aku menyiapkan kejutan untuknya. Sebuah kejutan 10 permen! Karena anak kecil akan meminta 2 permen ketika biasa diberi 1 saja, maka kali ini setelah setahunan aku rasa 10 permen lah yg harusnya kuberi.

14 feb 2014, malam valentine kedua berlangsung.. hari itu coklat sekali karena ada abu gunung meletus. Acara valentine berlangsung dengan baik, aku sedikit terluka karena merasa begitu pengecut di hadapannya. Ini harusnya jadi momentum yang spesial!!  Aku meradang dan akhirnya aku meninggalkan acara saat belum selesai..

Acara valentine sudah lewat.. aku menatap langit menyesali diriku yg tak mampu mengatakan aku mencintainya meski hanya berbisik ditelinga, apa dia merasakan getaran hatiku? Entahlah.. bersama sebungkus asap 15rb-an aku pandangi hp yg tak lama kemudian berdering. Ada sms dari dia! Isi pesannya "makasi bos untuk keripiknya sama yg lainnya"

Senang ku memuncak, itu 10 permenku!! Bukan bener2 permen sih, wkt itu sebuah lukisan beserta lirik sebuah lagu yg manis berkisah tentang bagaimana aku melihat dirinya membalut surat kaleng yg enak dan renyah, karena surat kalengnya di kaleng keripik yang masih ada keripiknya... hahaha..

Mulai hari itu aku merasa harusnya dia tau aku mencintainya..

Tapi...... Aku terkejut! ternyata aku bodoh, tanpa ku tau ia sudah punya pacar, dan aku kenal pacarnya, pacarnya itu punya pesona yang hebat sekali.. wajar jika ia mau berpacaran dengan pacarnya itu pikirku. Apakah aku mungkin mencintai seseorang seperti dia lalu orang seperti dia itu membalas cintaku ini? Ahh.. aku patah hati.. dalam hatimu mungkin tak ada aku, atau mungkin kamu juga tidak mau aku mendekatimu.. dalam beberapa waktu aku mencoba mengalihkan perhatianku, tapi aku tidak bisa.. aku tidak tahan.. akhirnya karena begitu banyak alasan lain yang mendukung, aku putuskan untuk pergi. Aku tidak mau masih berada disana sambil meninggalkan jejak tetesan darah dari luka robek hatiku.

di kejauhan.

Aku pergi, sambil mengobati hatiku. Cukup jauh aku melintasi samudra kehidupan sampai mengering luka2, namun anak itu tetaplah menjadi ombak terbesar di hatiku. Ketika sesungguhnya jarak dan waktu berkata ia tiada, hatiku terus membawanya dekat dengan kepalaku. Kadang aku begitu merindukannya, membuat otak memerintahkan jari untuk mengirim pesan singkat atau mungkin sekedar membuka kabarnya di sosial media. dan hari ini, dari kejauhan, aku ingin menulis karena aku merindu.. jika salah maka bukan hari ini berakhir khayatku. aku tak tau, tp jika benar, Hari ini aku punya pesan untuk anak itu..

Isi pesan:

Terimakasih banyak sudah menjadi salah satu pemeran utama, hidup sudah banyak berubah dan akan terus berubah. Dari kejauhan aku rindu padamu, dari kejauhan aku belum lupa tentang memori2 yang pernah ada, dari kejauhan masih bergejolak hati ini, dan dari kejauhan aku menyadari bahwa takkan mampu aku meraihmu.. dari kejauhan kulepas engkau dalam ketidak-tahuan-ku akan dirimu, apa yang kau pikirkan, apa aku bagimu, dan walau aku menangis dan terluka aku senang pernah jatuh cinta padamu. aku melepasmu Dalam ketidak-mampuan-ku untuk melupa, karna kau layak menghuni benakku.. aku melepasmu dalam tak berdaya untuk mengucapkan aku cinta padamu. Aku melepasmu karena kau awan yang tak pernah kugenggam bahkan saat aku sangat menginginkan dengan seluruh kekuatanku menggapai aku tak mampu.. ketika sebagian dirimu jatuh menjadi air hujan, kau akan rasakan hangat air mataku yang ingin membuatmu merasakan ada cinta disitu. Kurasa ini cukup. Bukan puisi dan kata indah yang kau butuh, melainkan doa yang tulus agar dalam hari2mu bersama siapapun, kamu bahagia dan dicintai...

Selamat berpisah, banyak hal akan berubah dari waktu ke waktu, melihat mawar yang indah merekah pun sejatinya melihat mawar sedang melayu. Mungkin tak seperi yang dulu, namun hingga saat ini aku masih mencintaimu.

-MarioWong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar