Kamis, 24 September 2015

menikmati kerinduan

kenapa judulnya menikmati? karena itu mamang nikmat kataku...

aku galau...
beberapa waktu yang lalu itu yang terasa gara2 aku lagi merindukan seseorang.. setelah perjalanan yang panjang akhirnya aku punya kesempatan untuk ketemu lagi sama dia dalam momen yang sangat bagus...

ketika aku merindukannya...
duuuuuhhh... pengen banget ketemu... keinget senyumnya, keinget suaranya, hal2 yang pernah dia lakuin ke aku, pengen disampingnya lagi, dan yang paling utama PENGEN TAU APA YANG ADA DALAM HATI atau PIKIRANNYA....

itu bukan tentang ekspektasi, yang kuingin hanyalah yang aku rindu...
tapi ketika mendapatinya...

kadang menikmati rasa rindu lebih baik ketimbang ketika mendapatinya... bisa berbagai macam alasannya dan mungkin bukan hanya aku yang pernah mengalaminya....

tapi,
aku tidak menyesal.....

-MarioWong

Rabu, 16 September 2015

segelas kopi...

aromamu memberi rasa seperti "cerah kepalaku" ketika aku menghirupnya....
iya, aku sedang berbicara tentang kopi hitam...
bagiku kopi gayo adalah yang paling nikmat yang pernah kuminum. biasanya kuminum tanpa mencampurkan gula, karna sejatinya kopi memang pahit. melatihku untuk menikmati sebuah rasa yang mungkin saja bagi sebagian orang mereka hindari. 
kini aku menulis karena sebuah kecintaan. tanpa menyinggung perasaan sang rasa pahit, setulus hati pahit dari kopi adalah kenikmatan bagiku...

aku suka minum kopi, rata2 segelas sehari...
kuhirup dala2 aroma mikmat kopi ini, kutuang lagi segelas kopi dari cangkir ke mulutku, tak langsung kutelan, kubiarkan sejenak dia di mulutku..
lalu dia (kopi) membawaku pada suatu hari ketika aku memilih sebuah jalan yang kini kujalani...
(sebuah jalan yang kadang aku kerepotan berjalan diatasnya karena jalan tersebut tidak mulus...)
teringat kembali pula ke sebuah visi mulia yang ada dalam benakku ketika aku memilih jalan yang kutempuh ini...
ingatan2 itu menyingkirkan ingatanku tentang tantangan yang aku hadapi ketika aku bersusah-payah menjalaninya demi visiku terwujud...

satu hal yang sedikit aku sesali, dijalan ini aku menghindari pertemuanku dengan seseorang yang bagiku begitu berarti... orang itu ada di jalan yang dulu pernah aku lewati...
ketika tertelan sudah semua cariran kopi yang ada di dalam mulutku itu, aku sangat merindukan dia..
aku ingat senyumnya, aku ingat wajahnya yang polos seperti memiliki ketulusan, wajah cantik biasa yang aku yakini memiliki kecerdasan yang mumpuni untuk kriteria perempuan idamanku.. (ternyata dia emang lumayan smart sih aselinya seingatku)

kini di jalanku yang tak mulus, sembari aku menikmati segelas kopi ini... aku merindumu...
aku sungguh merindu...
aku berharap kendati segelas kopi ini akan luput dari gelasnya karena habis kutenggak, namun tak luput kau dari ingatanku cinta...

terimakasih segelas kopi dan ingatan akan cinta...
-MarioWong

Now playing : simple plan - i can wait forever



"I Can Wait Forever"


You look so beautiful today
When you're sitting there it's hard for me to look away
So i try to find the words that i could say
I know distance doesn't matter but you feel so far away
And I can't lie
Every time I leave my heart turns gray
And I wanna come back home to see your face tonight
Cause I just can't take it

Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But I can wait
I can wait forever
When you call my heart stops beating
When you're gone it won't stop bleeding
But I can wait
I can wait forever

You look so beautiful today
It's like every time I turn around I see your face
The thing I miss the most is waking up next to you
When I look into your eyes
Man, I wish that I could stay and I can't lie
Every time I leave my heart turns gray
And I wanna come back home to see your face tonight
And I
Cause I just can't take it

Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But I can wait
I can wait forever
When you call my heart stops beating
When you're gone it won't stop bleeding
But I can wait
I can wait forever

I know it feels like forever
I guess that's just the price I gotta pay
But when I come back home to feel your touch
Makes it better
Until that day
There's nothing else that I can do
And I just can't take it
I just can't take it

Another day without you with me
Is like a blade that cuts right through me
But i can wait
I can wait forever (I can wait forever)
When you call my heart stops beating
When you're gone it won't stop bleeding
But I can wait
I can wait forever
I can wait forever
I can wait forever...


itu dia lirik lagunya...
udah cukup menggambarkan kegelisahan hatiku saat ini bukan?
tnapa banyak kata, mending buat kamu yang bakal nge-denger lagu ini siap2in batin, karna kalo diresapi lagunya niscaya akan terasa sangatlah enak sekali lagu ini....

-MarioWong

lukisan wajah....

sudah sekitar 2 bulan aku belajar melukis wajah dari seorang pelukis cukup profesional, guruku ini cukup profesional, namanya pakde Dono.. biasanya dia melukis sesuai foto, tingkat kemiripan diatas 90% menurutku, alat yang dia gunakan juga cukup profesional... biasanya dia menjual karyanya (sebenarnya emang dia melayani jasa lukis wajah) mulai harga 75rb, sesuai tingkat kerumitan..

nah, ngomong2 soal melukis wajah, aku jadi teringat aku pernah mengirimkan sebuah lukisan wajah untuk seseorang yang aku benar2 sayangi.. dalam perjalanannya, hubungan antara kami tidak spesial sih saat ini, namun hingga saat ini aku masih bertanya2 apa yang terjadi dengan dia? bagaimana dia memanggapku (sang pengirim lukisan) sampai adakah aku memiliki tempat yang tak biasa di hatinya? akankah lukisan yang kuberi memiliki arti lebih dari sekedar lukisan atau malah tak dijaganya lukisan itu?

entahlah...
yang kutau, aku merindukanmu saat ini wahai sosok dalam lukisan....

oiya, aku juga menuliskan dengan tanganku, lirik sebuah lagu yang mungkin mewakili apa yang tak terucap olehku.. sebuah cara mengungkapkan, sebuah lagu karya orang lain yang akhirnya begitu menyentuhku dan membuatku menjadikannya ungkapan dari apa yang kurasakan....

mungkin aku tidak akan melupakan kisah tentang lukisan wajah itu.. lagipula untuk apa dilupakan? pengalaman itu bukan hal yang membuat aku akan ingin melupakannya.. mungkin itu pengalaman cinta..

oleh cinta di hati, dan pengalaman indah..
-MarioWong

Senin, 01 Juni 2015

Now Playing : Coldplay - Paradise

dari sekian banyak lagu coldplay yang sangatlah enak2 sekali itu, aku pilih ini sbg favoritku, karena lagu ini punya cerita yang di dalam liriknya itu bisa dibayangin dengan sangat jelas jika kita mencoba membayangkannya...
bagian ang bikin aku terharu bgt adalah melodi intronya yang lalu berulang di bagian lagu yang hustru itu dalem banget... entar aku biru-in di bagian itu...
berikut lirknya...

When she was just a girl
She expected the world
But it flew away from her reach
So she ran away in her sleep
Dreamed of para- para- paradise
Para- para- paradise
Para- para- paradise
Every time she closed her eyes
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh

When she was just a girl
She expected the world
But it flew away from her reach
And the bullets catch in her teeth

Life goes on
It gets so heavy
The wheel breaks the butterfly
Every tear, a waterfall
In the night, the stormy night
She closed her eyes
In the night, the stormy night
Away she'd fly
.

And dreamed of para- para- paradise
Para- para- paradise
Para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh

She dreamed of para- para- paradise
Para- para- paradise
Para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh.

La la la La
La la la

So lying underneath those stormy skies.
She said oh-oh-oh-oh-oh-oh.
I know the sun must set to rise
.

This could be para- para- paradise
Para- para- paradise
This could be para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh.

This could be para- para- paradise
Para- para- paradise
Could be para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh.

This could be para- para- paradise
Para- para- paradise
Could be para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh.

Oo-oo-oo, oo-oo-oo, oo-oo-oo
Oo-oo-oo, oo-oo-oo, oo-oo-oo


sungguh sajian mimpi, imajinasi, dan musik yang luar biasa... inilah karya yang rekomended bgt dan harapanku juga menginspirasi rakyat indonesia yang karya musiknya akhir2 ini menurutku kurang optimal... harusnya bisa kok kemampuan otak kita digunakan untuk menciptakan sesuatu yang keren, matang, punya standar kualitas yang mumpuni, dan mampu menyentuh hati...

-MarioWong

Rabu, 04 Februari 2015

kisah...

setelah lamaaaaaaaaa sekali libur, aku tergerak oleh sebuah kata yang akhirnya membuat aku membuka kembali blog dan mengetik. kisah.

kata kisah ini diperkenalkan padaku oleh seorang perempuan yang lahir lebih dulu dari pada aku, sebuah kata yang menggantikan namaku di kontak telepon genggamnya, dan aku tak tau apa alasannya... mungkin karena saat itu ia menjalani sebuah kisah (cinta) denganku, dan ketika kini aku begitu merindukannya barulah ini aku tulis..

belajar dari kisahku dengannya, ada 3 hal yang aku syukuri tentang kisah, kiranya tulisanku di bawah ini dapat mengetuk hati para pembacanya (yang entah siapa itu) agar mampu untuk bersyukur pula seperti syukurku saat ini.

pertama aku bersyukur karena dari kisahku dengannya aku diberi pelajaran tentang pengorbanan-demi. dalam sebuah kisah baik itu cinta, pertemanan, atau yang lainnya, pengorbanan tak bisa dihindari. waktu, tenaga, uang, sampai rasa sakit diri harus dipersembahkan sebagai korban bagi kisah, demi tetap terjalinnya kisah, demi tawa, demi rasa bahagia yang akan kita dapatkan ketika kisah itu berlangsung.
aku bersyukur karena hari ini aku tersadar sampai mengerti bahwa adanya pengorbanan2 bukanlah menjadi alasan untuk aku tidak menjalani kisah. pengorbanan adalah hal yang baik untuk aku terima di hati sebagai kewajaran. serta demi yang membuat aku percaya bahwa demi itu indah dan pengorbanan pasti menghadirkannya cepat atau lambat.

kedua aku bersyukur karena aku belajar tentang pembuktian. dalam kisah aku berbicara pada partner kisahku tentang banyak hal, termasuk janji, komitmen dan hal2 lain yang butuh pembuktian.menyadarkanku bahwa aku ga bisa omong sembarang lalu cuma bilang sorry dan semacamnya, seperti tak tau diri rasanya. membuatku mengerti pula bahwa kisah tak hanya tentang bicara, namun juga aksi.
aku bersyukur karena dia pernah kuberi aksi sebagai pembuktian bahwa aku menyayanginya. begitu pula ia padaku. dan karena aku dibuat mengerti bahwa pembuktian akan lebih berkesan jika itu tidak berupa pembatasan bagi partner, sebab bagiku, kisah (entah kasih, atau pertemanan dan sebagainya) mengikat sebelah tangan kami agar kami tetap bergandengan menjalani waktu, bersama dengan itu, tali yang mengikat harus sedikit renggang agar tidak menyakiti yang orang diikat. jika salah seorang mengikat talinya terlalu kuat maka keduanya merasa sakitnya, dan pembuktian bukan dengan mengikat tali kisah menjadi terlalu kerncang, apalagi hanya dengan alibi agar tak terlepas.

terakhir, aku belajar hari ini bahwa kisah punya waktunya sendiri.agak lama lalu aku putus dengan orang itu. tanpanya aku jalani kisahku sendiri yang masih belum berhenti. kadang terasa rindu, munkin itu nantinya dapat mendorong aku untuk kembali membangun kisah dengannya lagi, atau sekedar mengingatkanku bahwa waktu untuk menjalani kisah dengannya telah usai, hanya untuk dipakai pelajarannya agar semakin bijaksana, dan memberi pertimbangan untuk membangun kisah baru dengan pengalaman yang lebih daripada yang dulu pernah ada.
aku bersyukur karena waktu dari tiap kisah menyadarkanku untuk mensyukuri waktu yang telah dilewati ketika kisah itu masih berlangsung beserta pengalamanya di dalam waktu itu mendidikku, mematangkanku, memberiku rasa yang mungkin tidak diberikan oleh kisah lainnya.
karena membuatku sadar untuk berusaha sebab waktu dalam kisah punya akhirnya, dai setiap waktu dalam kisah harus dimaksimalkan, diindahkan, diresapi, dihiasi dengan hiasan2 yang indah macam tawa dan teman2nya...
dan karena membuka pikiranku bahwa umur lebih panjang dari kisah yang telah kujalani dan masih ada setidaknya 1 detik untuk memulai kisah baru, atau paling tidak membuat kisah yang kini belangsung menjadi lebih indah, lebih maksimal, lebih diresapi, dan lebih berhiaskan dengan hiasan2 yang indah macam tawa dan teman2nya...

-Mario Wong