Senin, 20 Januari 2014

tidak ada ruginya mempersiapkan diri untuk situasi darurat

judul diatas sangat menginspirasi aku untuk menulis pagi ini..
ya, aku gabisa tidur lagi dan hari ini aku ga bisa tidur karena aku banyak belajar dari Tuhan, antara lain...

#jangan menggunakan berkat yang ada padamu dengan tidak bijaksana.. karena hari ini aku merasa sangat tidak bijaksana, disaat orang tua yang lelah itu memberiku uang sambil meneteskan airmata dalam hatinya demi senyum bahagia kami,, aku malah mengecewakannya tanpa dia tau. aku mencoba berdalih dalam hati bahwa ini adalah bagian dari pengalaman yang mempersatukan ilmu2 yang sudah kumengerti agar dapat menjadi bagian dalam hidupku, membangun aku menjadi orang yang lebih baik.
tapi apa? apa sudah jelas aku takkan terjatuh lagi di kesalahan yang sama? kalaupun bisa, apa aku naik level? dia berkeringat demi aku karena aku tak direlakannya untuk kelaparan, tidak direlakannya untuk bodoh, atau susah... aku yang menyakiti dia yang baik itu... aku harus terus jadikan mereka landasan kebijaksanaanku..

#kegagalan sudah terjadi, aku rasa semuanya manusiawi, tapi aku juga harus MENANGGUNG AKIBAT YANG SEIMBANG dari kesalahanku.. aku harus siap, harus..!
mungkin tawa akan segera menjadi duka, santai jadi air mata, mengantuk jadi lembur, tapi dalam menjalani proses pengembalian "keseimbangan" akibat kesalahan yang kulakukan kurasa Tuhan berkata : "aku tak menginginkanmu untuk mati, aku ingin kau menjadi lebih..."
jika kau mampu membayangkan apa yang kualami, maka kau akan mengerti arti dari kata DARURAT yang tertera pada judul...

#aku (dalam doaku) juga belajar bahwa akulah anak yang hilang.. aku sering lupa, akusering tidak mengutamakan, aku berbuat dosa dan aku tau bahwa ia tau aku melanggar... tapi ia dengan banyak cara masih mengawasiku, mengasihiku, memanggil2 aku untuk kembali dengan banyak cara (kukatakan demikian karena memang banyak cara telah ditempuhNya seolah tak mmemaksakan bagiku untuk pulang hanya dengan 1 macam cara yang aku bosankan) dan saat aku dihadapanNya... MALU... SESAL... sisi hatiku yang lain berkata, untuk apa kau datang pada Tuhan jika hanya pada saat DARURAT..? apa kau tidak sadar dirimu kotor? apa kau tidak sadar kau telah melukaiNya?
....
hari ini dengan suara keras aku teriakkan pada hatiku, aku sudah mengalami sejak dulu, dulu aku pernah percaya padamu kata hati, namun disaat ini AKU PERCAYA Ia akan menerima permohonan maaf, Ia akan membasuhku, aku tidak bisa sombong, dan aku tidak bisa suci..! AKU PERCAYA dan Ia menguatkanku, Ia sosok penenang terbaikku dan Ialah Tuhan...

#Tuhan mengizinkan orang lain menusukkan banyak paku di hatiku, bahkan Ia mengizinkan aku sampai aku menusukkan paku di hatiku sendiri... (apa ada hal yang terjadi tanpa ada izin dari Tuhan untuk terjadi? don't you know who's the boss of blueprint plan of life..?)
...
saat ini aku hidup, berjalan, bersama di dalam tubuhku dan hati yang penuh paku... kami bersama menjadi bagian yang saling membutuhkan dan saling mendukung dalam menjalani proses pengembalian "keseimbangan"(atau yang Yesus sebut Menuai) dan bertarung dalam SITUASI DARURAT yang berusaha mencabut paku2 hati, mengobati luka, menjaga hubungan indah ini bersama Tuhan, sekaligus membuat kata2 bijak untuk otak ini...
kata2 bijak itu adalah, "aku tidak membutuhkan hati merah muda yang indah jika setiap satu bekas luka paku dapat kau ingat pelajaran kebijaksanaanya"
-MarioWong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar