Jumat, 25 Oktober 2013

etika dan rokok



jadi, berhubung tadi agak tersinggung dikit masalah Rokok di kuliah etika, aku mau berbagi berpendapat.. aku merasa issue yang ada ini dibuat supaya orang membenci rokok. terutama bahwa rokok lebih berbahaya daripada asap kendaraan dan perokok pasif lebih berbahaya. aku tidak percaya dan aku punya segudang alasan logis untuk membantahnya..!

waktu aku masih SMA, aku pernah jatuh cinta sama cewek, dan cewek itu dengan saktinya membuat aku berhenti merokok selama satu bulan..

kenapa dia sakti? semua karena cinta.

aku memang agak gila, kenapa? karena aku tidak bisa berhenti berfikir, bahkan masalah yang berat2.. inilah aku apa adanya. tiap komputer bisa refresh, kalo aku?

aku merokok sejak SMA, memang sekarang juga masih belum terlalu parah, tapi aku merasa mencintainya. saat itu aku meiliki banyak masalah, dan aku tidak tau harus kemana. yang kupunya hanya motor, baju di badan, dan uang seribu. aku duduk di tugu depan kantor walikota sabang. menikmati angin sore sambil merenung. aku putuskan untuk membeli rokok dengan uang yang ada, kendati bertahun-tahun aku menolak rokok karena aku takut ayahku marah.
saat itu aku sendirian disana, kuhisap rokok magnum itu dan aku merasa tenang. aku mencintainya (rokok) karena ia menaklukkan hatiku. sumpah waktu itu, lelahku, stressku hilang, otakku dingin, secara tidak langsung aku merasa ada yang bisa mengerti aku, bahkan  rokok mendengarku. (aku pernah ngobrol ama rokok yang kuhisap dan itu membuatku nyaman.. SERIUS..!) 

sampai sekarang aku sangat segan dan sebisa mungkin tidak membuat ayahku melihat aku merokok, bukan karena aku takut dia marah, tapi aku rasa aku mencintainya (ayahku), ya. aku sangat mencintainya.

aku merokok, ia selalu ada untukku. banyak orang datang dan pergi, memberi senyum dan yang lain melukai, tapi rokok selalu ada dan aku rasa rokok belum pernah melukai perasaanku, aku merasa rokok setia, aku setia, dan aku sangat mencintai kesetiaan.

kembali ke gadis penakluk hatiku tadi, ia mampu membuat hatiku tenang, ia mampu membuatku merasa aku lebih membutuhkan adanya dia ketimbang rokok, sehingga aku merasa aku tak butuh rokok lagi. kini dia tak bersamaku, aku masih ingat dia karna aku butuh sosok yang seperti itu. orang yang mampu mencintaiku dengan sungguh, pengertian, mampu membaca gerakku, peduli dan setia, mau mendengar keluhku dan berfikir keras utk membuatku ceria. lebih dari cinta yang diberikan rokok padaku.

aku membeli ketenanganku, nyawaku, rasa cinta, dan aku tidak merasa rugi untuk itu.
aku jadi tidak kesepian, olehnya aku masih tetap mejalani hidup, aku tenang dan tidak jadi bunuh diri puluhan kali. aku bisa mencapai ketenangan diriku, dan aku masih bisa melanjutkan potensi yg ada padaku...
kini, jika aku diperhadapkan dengan omongan orang yang mengatakan "rokok membunuh" aku bisa berkata rokok membuatku hidup lebih lama. aku akan bunuh diri lebih cepat oleh luka hati dan pikiranku. bahkan dari sini aku sadar rokok menyelamatkan nyawaku.
jika aku sakit parah, dan akan mati, aku percaya itu waktuku. aku takkan menyalahkan rokok, dan waktuku menunjukkan ini tepat untuk aku menjalani "my next level" jangan halangi aku dengan uang supaya aku tetap pada level ini...!

jika memang tidak ada hal lain yang bisa menggantikan rokok, aku akan terus bersamanya. jika rokok membuatku tak menikah tak apa, aku semakin sadar tidak ada manusia yang lebih mencintai dari cinta rokok padaku.

semua orang boleh baca, dan jangan ngomong yg menyalahkan kalo kalian ga bisa "buat/aksi" apa2...!
-MarioWong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar