hari ini sebelum flashback jauh-jauh, aku mau cerita...
air mata aku hampir jatuh tadi, saat aku udah berada di bandara soekarno-hatta..
dan sadar betapa masih terlalu cintanya aku dengan suasana di tanah tempat aku lahir dan dibesarkan itu...
sabang...
vacation island that had a trip to remember... terserah kalo kalian gak sependapat, tapi coba dulu baru kita bisa tau... (sekalian promo wisata nih...?) haha
kenapa aku mau nangis?
sim salabim, ketika aku turun dari pesawat usai tidurku, aku telah disulap..! yang kulihat bukan suasana yang kemarin ada didepan mataku.. aku merasa aku begitu kesepian, semua berbeda, "keluargaku" disana sudah kutinggal demi satu pengorbanan dalam menimba ilmu di tanah orang... dan aku melewatinya... semua moment terasa begitu melukai hati, aku berjalan membawa tas2ku sambil mata melihat keatas, takut kalo kebawah ntar tumpah..
aku gak tau kapan aku bisa ketemu lagi sama papa, nenek, tante goi, adek2ku yang bandel2, temen2 yang setia, tetanggaku yang keluar rumah jam 7 pagi demi buat nyalamin aku sembari mengatakan "semoga bla bla bla...", orang2 baik yang mementori aku, aku sayang kalian semua... suatu hari nanti aku akan pulang lagi untuk suasana yang berbeda lagi, namun aku harap rasa cinta takkan sirna oleh hari2 selama tak bersama..
malam ini aku disini sendiri di kamar yang sepi, memikirkan hari2ku yang telah lalu, ini liburan yang tak terbayar, sharpening my saw to cut off any reason that stops me to reach my best goal...
best goal?
untuk sekedar informasi, nilai semester 1ku 2,8 dan semester 2ku 1,5... itu IP yang sangat kacau...
dan ada sebuah cerita yang menginspirasiku yang kudapat saat liburku di sabang, begini ceritnya..
suatu hari, di sebuah stadion digelar final lomba lari, 3 orang peserta yang tersisa.. start dimulai, dan ketika ketiganya berlari, pelari nomor 1 bersenggolan dengan pelari nomor 2. pelari nomor 2 marah besar dan minta pertandingan diulang, "its not a fair play" namun pelari 1 tetap berlari... mendengar keributan, pelari nomor 3 berhenti dan melihat kebelakang tentang apa yang terjadi. karena itu pelari 3 tersusul oleh pelari 1 yang terus berlari tadi dan akhirnya finish pertama. penonton melihat dan penentu pertandingan adalah siapa yang melewati garis finish pertama..
dalam aplikasinya di kehidupan nyata, apakah anda ingin menjadi pelari 2 yang menunggu dunia sempurna dahulu baru anda akan berlari? life is still going on like a final match. every moment, every second is too much important..
atau anda ingin menjadi pelari nomor 3 yang sibuk dengan urusan orang lain, atau juga melihat ke belakang peristiwa yang sebenarnya tidak terkait dengan anda?
hidup ini sulit, pasti banyak masalah menghadang, namun jadilah pelari 1 yang terus berlari, menguatkan diri untuk tidak terjatuh saat menghadapi senggolan, dan meraih finish sebagai target utama....
malam ini aku punya angan besar,aku punya banyak doa dan harapan, Tuhan berilah aku otot lebih kuat agar aku bisa lakukan semua ini dengan baik... hidup bukan sekedar penantian kematian...!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar