Jumat, 07 September 2018

Now playing : katie melua - Nine million bicycles

Sudah lama sekali
tidak kembali
rubrik now playing
Di blog ini...

Hahaha... Jadi karena udah lama ga ngebahas "apa sih lagu yg lagi aku dengerin" yg mungkin recomended beserta alasannya...
Maka.. Hari ini Now playing kembali dengan lagu dari seorang wanita bernama katie melua, kata google orang barat dia, tp di lagu ini dia menyanyikan lagu jazz yg rasanya kayak lagu cina.

Judul lagunya "Nine million bicycles" dan lagu ini menceritakan tentang cinta. Ohh cinta melulu.... Tp ini musiknya enak sekali.. Mungkin suara seruling itu disana, atau apalah yang membuat aku jatuh cinta. Nuansa cina-nya menurutku cukup kental terasa, dan dengan sangat sederhana ia menyejukkan hatiku.

Lirik lagunya juga sederhana, berikut cuplikan liriknya dari pihak ketiga

There are nine million bicycles in Beijing
That's a fact,
It's a thing we can't deny
Like the fact that I will love you till I die.

We are twelve billion light years from the edge,
That's a guess,
No-one can ever say it's true
But I know that I will always be with you.

I'm warmed by the fire of your love everyday
So don't call me a liar,
Just believe everything that I say

There are six BILLION people in the world
More or less
and it makes me feel quite small
But you're the one I love the most of all

[INTERLUDE]
We're high on the wire
With the world in our sight
And I'll never tire,
Of the love that you give me every night

There are nine million bicycles in Beijing
That's a Fact,
it's a thing we can't deny
Like the fact that I will love you till I die

And there are nine million bicycles in Beijing
And you know that I will love you till I die...


Itu dia... Nine million bicycles...
Khusus untukku, lagu ini rasanya Membawaku kembali ke masa papa puter lagu cina yg ga aku ngerti kata2nya.. Hahaha..
Sejuk nan damai jiwaku mendengar lagu ini...

-Mario Wong

Sabtu, 01 September 2018

Kembali ke UKDW

Beberapa tahun telah berlalu setelah aku secada resmi berhenti kuliah di ukdw. Kemarin aku dan temanku pergi kesana karena temanku mengurus pencabutan berkas dari kampus itu. Dan ternyata banyak juga yang mengundurkan diri dari kampus itu. Hahaha

Tahun 2012 aku masuk UKDW dan sempat beberapa kali minta berhenti kuliah karena aku males dan ga suka disana. Hanya bertahan 4 semester aku keluar utk fokus bekerja dan menganggap tidak menyiakan waktu dikampus. Tp bukan itu yg mau aku bahas.

Yg ingin aku bahas adalah ketika aku kembali. Aku menghampiri kafetaria dan Ternyata masih ada wajah2 yg pernah kulihat walau tak banyak. Beberapa mengenaliku, namun bukan kenal seperti teman akrab. Ketika temanku pergi karena ada urusan, sekitar 30 menit itu aku mempelajari sesuatu.

Aku duduk sendiri, Sangat sendiri. Dikeramaian itu aku orang asing. Ada yang menyapaku tadi, lalu kusadari dia bukan siapa2 dan kami duduk berjarak semeter namun mereka hanya bicara pada mereka.

Waktu berjalan dan mengubah banyak hal. Aku berubah, orang berubah, situasi berubah, makin hari makin berkurang orang yg bisa kuajak bicara akrab. Makin hari orangpun makin takut, atau mungkin makin tidak peduli dengan orang lain.

Aku melihat perkembangan disana, ada banyak hal yg dulu tidak ada. Fashion juga berkembang, dulu disana ga banyak orang yg berbusana dan berias seperti yg kulihat kini. Populasi juga berkembang, dulu tak seramai ini. derunya makin hebat saja, sayangnya yg berderu hanya antara 2-4orang saja, padahal dulu sering kulihat deru itu dibuat oleh 6orang lebih.

Keramaian, ketidakpedulian, perkembangan, deru bising, dan kesendirian ini nyata.
Aku ada diantara kenyataan ini untuk menerimanya. Menerima kenyataan.

Beberapa tahun dan banyak perubahan. Ini akan menjadi alasan yg memberi aku kekuatan utk terus hidup, terus beradaptasi, dan terus menerima apa yang terjadi.

-MarioWong

Penyerahan diri.. (part 3)

Kurasa hal di part 2 yg harus menunggu beberapa hari untuk diupload malah mengecewakan. "Itu hal yang anak kecil juga bisa tau." (boooo!! Disorakin sama pembaca) lalu ketika anak kecil sampe nenek lampir tau hal itu, apa mudah melakukannya? Sudah dilakukan belum?

Ahh... Aku hanya menebak, tapi kalo mau jujur masa iya sudah? Dengan segenap hati nggak? Atau cintanya cuma 10% aja? Atau 50% kah? Atau pernah mencitai Tuhan dengan cinta yg melimpah lalu berubah sesuai kondisi? Mencintai orang aja susah masa iya mencintai Tuhan gampang sih?

Harusnya mudah, logikanya Tuhan kan ngerti kita, tp sayangnya kita memang mudah terpengaruh. (ga terima nuh djbilang mudah terpengaruh?)

Bisa terpengaruh oleh situasi, situasi ga enak, marah sama Tuhan. Situasi enak malah keenakan dan ga bersyukur juga. Ngeliat situasi orang kaya makin kaya, sebel ama Tuhan, ngeliat orang miskin bukan bersyukur apa ngebantu malah ngejauh dari mereka, nyari alasan yg bilang mereka bodoh, mereka males, dan tambah ga sadar lagi dgn berkat Tuhan utk kita.

Bisa juga terpengaruh sama kelupaan. Berapa kali sih kita seneng bahkan sampe seneeeeng banget tp udah agak lama malah lupa senengnya. Termasuk pertolongan Tuhan, ada juga saatnya kita lupa. Mungkin perlu juga membangun kebiasaan mengutamakan Tuhan.

Kita juga terpengaruh dengan kesibukan. Berhubung tadi ada tulisan tentang kebiasaan, kesibukan atau mungkin rutinitaskita juga mempengaruhi kita untuk melakukan hal yg biasa kita lakukan, padahal mungkin ga bener berdasarkan kehendak Tuhan. Karena ada yg biasa melakukan dosa, ada juga yg biasa sibuk sampe menganggap kesibukannya lebih penting ketimbang mencari dan hidup seturut kehendak Tuhan, dst.

Ini yg jarang kita akui, tp kita mungkin tanpa adar juga sering terpengaruh omongan orang atau kata2 orang yg kita baca padahal belum tentu benar menurut kehendak Gusti.

Di part selanjutnya akan ada beberapa contoh tentang tindakan yg menurutku ga bener berdasarkan petunjuk gusti. (duh, masih harus bikin part selanjutnya?)

Di akhir part ini, saran terbaikku adalah bacalah kitab suci. Disanah kita akan menemukan petunjuk hidup berdasarkan kehendak Tuhan. Boleh menyimak tafsiran orang, lalu pertimbangkan, supaya kita ga terpengaruh tafsir yg menyesatkan. Kalo aku, ketika baca kitab batinku juga memohon Tuhan menerangkan maksudNya.

-Mario Wong
Bersambung..

Penyerahan diri. (part 2)

Setelah sampai di pertanyaan kepada apa kita menyerahkan diri, gaada jawaban yg lebih bagus selain kepada Tuhan. Lalu seperti apa menyerahkan diri pada Tuhan?

Bagiku mungkin penyerahan diri pada Tuhan bisa dilakukan lewat bentuk mengutamakanNya. Mulai dari mengawali hari dengan bersyukur padaNya, mencari tau cara hidup dan melakukan tindakan berdasarkan kehendakNya, dan ketika dia yang utama bahkan diri kita tidak menjadi yang utama sehingga sering kita harus mengalahkan ego, kepentingan, bahkan melakukan kehendakNya yg rasanya bodoh.

Tanpa ragu!
Yg kutau Dia ingin penyerahan diri itu secara penuh! Dia ingin jadi yg pertama, Dia ingin dicintai, Dia ingin dipatuhi, Dia ingin dipercaya dengan SEGENAP HATI.

Kenali Tuhan. Cari tau bagaimana cara hidup bersamaNya menurut kehendakNya. Cinta dia. Kurasa Dia ingin dincintai sehingga cintaNya tak pupus. Dengan Segenap Hatimu.

-Mario Wong
Bersambung ke part 3 yg akan membahas tentang "mudahkah melakukan itu?