selamat datang di Zona Backup... ini adalah tempat yang lahir dari kebiasaanku yang jarang bisa internetan saat ini. aku jadi sering nulis di kertas... nah, sekarang yang ada di kertas itu aku backup di Zona Backup... judulnya hari ini adalah Perahu Kertas buatanku yang menunggu ombak besar mengantarnya... selamat menikmati...
Rasa Malu. ditengah begitu banyak rasa dalam hidup, ia muncul mendapati bahwa seluruh manusia pernah merasakannya dalam hidup. Aku orang yang juga sedang malu, kenapa ya? aku sulit menjelaskannya. aku malu pada seseorang yang aku mampu menatap kedua bola matanya ketika aku ingin. namun matanya begitu terang tampaknya. aku pernah membaca bahwa "ketika mata melihat sesuatu yang terang maka pupil mata akan terlihat membesar, jika terlalu terangdan menyebabkan silau, mata harus memalingkan pandangannya dari yang terang itu ke objek yang lain yang tidak menyilaukan.
begitu pedulinya aku pada orang yang "terang" itu sampai-sampai akuturut mengamati bagaimana ia dalam peristiwa ketika dia yang memandangku. ternyata setelah mengamati aku merasa dia mengalami hal yang sama. apa dia juga malu padaku? hmmm... sepertinya tidak juga. karena ia telah berani mengatakan ia malu padaku namun mengatakannya tepat di depanku.
"wahai malu, apakah kau datang dari cinta?" rasanya aku ingin bertanya seperti itu pada malu ketika malu mampu menjawabnya.
lalu untuk apa aku menulis? apa yang akan aku lakukan?
aku menulis agar apa yang aku sembunyikan di dalam otak dapat memiliki tempat di dunia nyata.
kini yang akan aku lakukan adalah melipat kertas bertulisan ini menjadi perahu. aku pernah membuat perahu kertas dulu. aku akan berikan ia perahu sebagai lambang ajakanku padanya untuk melintasi "samudera hidup bersama, berdua (perahunya kecil)
aku malu. bagaimana aku memberinya perahu itu? harusnya ketika nanti ia membaca ia tau bahwa dia adalah ombak hatiku yang mengantarkan pula perahu ini padanya. (eh, apa dia peduli kalo aku dihatiku berombak karenanya?)
-MarioWong
naik perahu juga butuh banyak persiapan loh..!!
blog ini berisi curhat, pemikiran, moment, mungkin info, tentang apa yang kulihat, kurasa, dan pengalaman seputar orang lain yang mungkin menginspirasi.
Rabu, 23 Juli 2014
Kamis, 17 Juli 2014
Apresiasi
penghargaan (award) adalah sesuatu yang diberikan oleh suatu pihak kepada pihak lain yang mungkin berjasa, berdedikasi, ataupun membuat karya yang patut dihargai. memberi apresiasi mungkin sama saja seperti memberi penghargaan, soalnya kalo di KBBI online sih arti kata apresiasi adalah kesadaran terhadap nilai dan penghargaan terhadap sesuatu.
hari ini pertanyaanku adalah "dimana letak batas yang memisahkan antara sesuatu yang dapat dieri penghargaan dan yag tidak layak mendapat penghargaan?" hmmm...
kemungkinan pertama letak batas itu ada di mata orang yang berperan sebagai "penilai" bukan di hal yang dinilai dulu. kenapa? karena penilaian itu terkait juga dengan selera, sehingga ketika menilai sesuatu yang sama, lain orang yang menilai bisa menghasilkan hasil penilaian yang berbeda pula.
yang kedua sih mungkin batasnya ada di budaya, soalnya sadar ga sadar ya, tapi orang jadi beda gara2 budaya juga.. cuma budaya sih buat diterima, kita ga selayaknya memaksa singa dengan cara hidupnya sejak kecil itu untuk harus mendadak hidup seperti ikan atau sapi deh yang hidupnya di darat.. jika yang yang dihargai adalah sapi, maka singa tidak dapat dihargai bukan?
bak(%&A*+ow9129u!!%ak...... (skip)
yang terakhir yang (sebenarnya) ga kalah utama sebenarja juga rasa peka kita untuk rela berkorban, dengan dedikasi tinggi, melakukan karya yang baik, dst. menurutku, kualitas dan kesetiaan (loyalitas) itu adalah sesuatu yang dihargai, upayakanlah itu, jaman sekarang sih lumayan langka orang yang berusaha memberi kualitas dan kesetiaan, diantara yang langka itu, yang paling tentu akan mendapat paling....
keep on rockin' in the free road... hihi
-MarioWong
hari ini pertanyaanku adalah "dimana letak batas yang memisahkan antara sesuatu yang dapat dieri penghargaan dan yag tidak layak mendapat penghargaan?" hmmm...
kemungkinan pertama letak batas itu ada di mata orang yang berperan sebagai "penilai" bukan di hal yang dinilai dulu. kenapa? karena penilaian itu terkait juga dengan selera, sehingga ketika menilai sesuatu yang sama, lain orang yang menilai bisa menghasilkan hasil penilaian yang berbeda pula.
yang kedua sih mungkin batasnya ada di budaya, soalnya sadar ga sadar ya, tapi orang jadi beda gara2 budaya juga.. cuma budaya sih buat diterima, kita ga selayaknya memaksa singa dengan cara hidupnya sejak kecil itu untuk harus mendadak hidup seperti ikan atau sapi deh yang hidupnya di darat.. jika yang yang dihargai adalah sapi, maka singa tidak dapat dihargai bukan?
bak(%&A*+ow9129u!!%ak...... (skip)
yang terakhir yang (sebenarnya) ga kalah utama sebenarja juga rasa peka kita untuk rela berkorban, dengan dedikasi tinggi, melakukan karya yang baik, dst. menurutku, kualitas dan kesetiaan (loyalitas) itu adalah sesuatu yang dihargai, upayakanlah itu, jaman sekarang sih lumayan langka orang yang berusaha memberi kualitas dan kesetiaan, diantara yang langka itu, yang paling tentu akan mendapat paling....
keep on rockin' in the free road... hihi
-MarioWong
Langganan:
Komentar (Atom)